
[Ding!]
[Memulai proses pembentukan identitas.]
[Nama: - ]
[Gelar: - ]
[Kultivasi: - ]
Qin Chen menuliskan namanya di atas kolom nama, dan dengan gelar Raja Kudus Dunia Bawah. Karena nama itu terkenal di Dunia Rendah, dimana kedua muridnya mungkin cepat atau lambat akan mengikuti Perang Suci.
[Proses pembentukan identitas, selesai.]
Pada saat itu, tubuh Qin Chen menghilang dari Dunia dan pergi ke suatu tempat, tempat yang tidak diketahui oleh Qin Chen.
***
Saat berada di sana, Qin Chen secara tiba-tiba dipindahkan ke ruangan yang seolah sudah di siapkan. Lalu, Jiwa Qin Chen masuk kedalam sebuah Wilayah Kosong yang membentang luas di langit.
Disekitar Qin Chen hanya ada kesunyian abadi yang menerpa kekuasaan Surga. Di hadapannya ada sebuah Pagoda Besar berdiri dan Qin Chen melesat masuk kedalam sana tanpa peduli.
Saat berada di dalam, Qin Chen melihat ruangan yang begitu besar dengan ornamen yang begitu megah.
"Selamat datang Tuan, apa anda adalah Tuan Qin Chen?" Tanya Pelayan.
"Ya, dimana pertandingannya."
"Ikuti saya Tuan."
Pelayan itu menuntun Qin Chen masuk kedalam sebuah ruangan yang dimana ruangan tersebut terlihat dapat menampung segala kekuatan, dan saat tiba disana Qin Chen melirik seluruh mata memandangnya.
'Apa-apaan tempat ini? Kenapa banyak tatapan mata yang menyebalkan!'
[Menjawab Tuan: Para Dewa mengawasi pertarungan, karena itu tidak akan ada penggangu yang akan menganggu pertarungan.]
'Jadi seperti ini, lumayan menarik. Untungnya aku membuat mereka menjadi subjek pertama, jadi jika ada tantangan Perang Suci aku tidak akan gugup.'
Qin Chen berdiri di hadapan mereka bertiga, melihat dengan tajam ke arah mereka yang sekarang tengah mengertak kesal melihat Qin Chen yang sombong.
"Apa yang akan kau pertaruhkan?!" Tanya Pria itu dengan keras.
Qin Chen mengeluarkan Senjata Surga yang dia pinjam dari Chu Qincheng. Saat mereka melihat Senjata Surga, seluruh mata yang mengamati terbuka lebar karena Senjata Surga cukup langka di Surga.
Hanya ada beberapa Senjata Surga, karena hanya dimiliki oleh keluarga besar, kuno dan lain sebagainya.
"Senjata Surga, Pedang Gunung dan Sungai! Seharusnya itu dibilang nilai yang tak terhitung jumlahnya. Lalu, apa yang kalian pertaruhkan. Jika aku tidak setuju, maka pertandingan ini tidak akan dilanjutkan."
Mereka berempat mengeluarkan taruhan yang tidak kalah hebatnya. Saat Qin Chen mengidentifikasi hal tersebut, dia terkejut namun di tahan dan menunjukkan sisi mendominasi dirinya.
'Tahan Qin Chen, itu adalah Dunia yang bagus!' batin Qin Chen.
Di depan matanya terdapat Dunia yang telah di penuhi oleh komflek-komflek Dunia yang bervariasi. Ada banyak kehidupan di dalamnya, dan ada banyak misteri yang tersebar di dalam Dunia tersebut.
"Ini adalah Bidang Dunia Abadi!"
"Hoo ... Apa kalian mempertaruhkan kekuasaan kalian demi Senjata Surga? Baiklah! Peraturan berubah, siapapun yang dapat melukaiku maka dialah yang mendapatkan Pedang tersebut."
"Sebaliknya, jika kalian tidak bisa, maka aku secara pribadi membunuh kalian semua!"
Qin Chen memprovokasi mereka berempat, dan seluruh taruhan di letakkan di atas timbangan kuno. Setelah itu, pertandingan tersebut dimulai!
Mereka semua tanpa belas kasih melepaskan seluruh kekuatan yang mereka miliki. Qin Chen tersenyum, walaupun dia tahu melawan empat Dewa sama saja bunuh diri, belum lagi sebelumnya melawan Dewa sudah merepotkan.
"Cih! Dewa Keparat itu benar-benar serius! Sistem, bantu analisa serangan dan berikan data-data yang penting!"
[Menjawab Tuan: Memulai analisa pertarungan!]
Qin Chen melesat menembus batas kecepatannya, menarik kekosongan di bawah tangannya menciptakan gelombang ultrasonik yang meratakan lantai dibawah tempat mereka berada.
Memutarkan badai menyerang mereka berempat dengan kekuatan penuh. Tiba-tiba, sebuah momentum naga meraung keras memecahkan kekosongan Qin Chen.
Bang!
Qin Chen terhempas kebelakang terkena kejutan angin, untungnya tidak ada luka yang dia dapatkan dan hanya mendapatkan serangan mental yang begitu hebat.
Jiwa Qin Chen belum pernah ditempat sedikitpun, ini menjadi sebuah kekalahan baginya. Dengan sifat Qin Chen sekarang, dia masa bodoh dengan hal tersebut dan kembali menyerang dengan kekuatan penuh.
"Waktu, percepatan!" Teriak Qin Chen mengarahkan serangan waktu di sekitar mereka dengan begitu ektrem.
Disusul dengan ribuan pedang berputar di bawah Kecepatan waktu membuat serangan mematikan. Para Dewa yang menonton membuka mata mereka, mereka melihat kekuatan Waktu yang digunakan Qin Chen begitu menakjubkan.
Meskipun hanya sedikit yang dia pelajari dari kekuatan Sejati Waktu. Keempat Dewa berkumpul, membentuk sebuah Formasi yang dapat menyebabkan bencana alam.
"Formasi Surgawi! Suara Kematian!" Saat Formasi itu digunakan, tiba-tiba terdengar frekuensi suara yang memekakkan telinga.
Suara itu begitu besar bergema memecahkan serangan Qin Chen, dan membawa ketiadaan bagi Dunia. Seluruh lantai terangkat naik ke langit-langit menjadi bongkahan batu besar yang membentuk sebuah Wilayah.
Qin Chen berdiri dengan tekanan suara yang bergetar hebat di dalam dirinya. Sebuah regenerasi abadi dalam dirinya terus-menerus memperbarui kerusakan yang dia dapatkan dari segala serangan.
"Lukisan Langit, lenyapkan ketiadaan Dunia!" Qin Chen berteriak keras dibawah suara yang begitu besar menekannya.
Saat itu juga, seluruh Dunia dan ketiadaan menjadi hening dan hening. Seluruh suara tiba-tiba tiada, dan Qin Chen bercahaya terang menerangi kegelapan yang abadi.
Tangannya bergerak mengibaskan, dan seluruh langit runtuh seruntuhnya tanpa Sebab dan Akibat. Para Dewa tercengang, dan mereka semua menunjukkan wujud mereka secara langsung ke Pagoda.
"Hentikan semuanya!" Teriak salah satu Dewa mencoba menghentikan pertarungan yang baru saja dimulainya.
Sementara itu, Qin Chen yang telah berada kendali kekuatan Sejati Origin mengabaikannya. Dia menciptakan kekacauan besar, seluruh lantai dan dingin Pagoda yang dikatakan dapat menahan kekuatan yang begitu kuat, sekarang mengalami retakan besar di sekelilingnya.
Ratusan Dewa menciptakan dinding pelindung yang berlapis-lapis, Qin Chen yang menyerang mereka berempat langsung lenyap tanpa sedikitpun sisa di Dunia.
Pada saat yang bersamaan, gemuruh muncul dan cahaya ilahi menerangi tempat tersebut. Bayangan besar muncul, dengan memperlihatkan Domain miliknya yang Mutlak akan apapun.
"Kaisar Surga!" Ucap mereka semua dengan bersamaan.
Kaisar Surga merupakan orang yang mengatur Surga di Dunia. Sementara Surga adalah Dewa sesungguhnya yang tidak ada tandingannya di dunia maupun langit.
Saat melihat Qin Chen, dia langsung menghentak kakinya menciptakan badai kekosongan yang kembali pada Qin Chen. Namun sayangnya, kekuatan Origin Tree adalah asal muasal segala sesuatu yang ada.
Dia menghancurkan titik awal penciptaan serangan hingga dentuman besar menghempaskan para Dewa sebelumnya jauh kebelakang.
"Hoo ... " Qin Chen meliriknya dengan tajam, dia tidak mengerti tentang Perang Suci. Karena Perang Suci tidak dapat diikut campurkan oleh orang luar, dan sekarang, Kaisar Surga ikut campur.
Matanya sipit menatap kebawah dengan tajam, dia tidak mengira bahwa Dunia Rendah melahirkan Monster Primordial yang telah menghilang triliunan tahun.
"Berhenti nak ... Pertarungan ini telah kau menangkan. Jika kau lanjutkan, maka seluruh langit berbintang akan lenyap. Seluruh kehidupan di Dunia akan binasa, apa kau tidak memikirkan Keluarga dan kekasihmu?" Ucapnya dengan yang tenang.
...
*Bersambung ...