Supreme King System

Supreme King System
Chapter 133 : Godaan Rubah Surgawi


Chu Qincheng mendengar semuanya terdiam, dia tengah memeluk Qin Chen dengan erat tanpa melepaskan. Bahkan, menutup wajahnya di tubuh Qin Chen cukup lama.


Walaupun begitu, Qin Chen membiarkannya melakukan apapun itu, dia hanya diam dan membalasnya dengan lembut.


Mungkin, emosional Chu Qincheng tengah muncul. Dalam benaknya, mungkin ini ada hubungannya dengan keluarganya yang berada di Surga.


"Sekarang kamu telah tahu siapa aku, aku tidak akan menyembunyikan lagi darimu. Tanyakanlah, apa yang ingin kamu tanyakan, aku akan menjawabnya."


"Tidak ... Aku tidak akan bertanya lagi, ini sudah cukup. Aku ingin tahu itu saja, aku tidak ingin tahu apapun lagi."


"Begitu ... Baiklah, aku tidak akan memaksa keputusanmu, aku menerimanya. Jika ada sesuatu yang menggangu pikiranmu, katakan saja, aku akan menjawabnya."


Chu Qincheng hanya diam dan masih memeluknya, Qin Chen ikut diam dan menunggu Chu Qincheng selesai dalam emosionalnya.


Setelah beberapa jam berlalu, Chu Qincheng akhirnya beranjak dari pelukannya. Duduk di atas tubuh Qin Chen, melihat dengan pandangan berbeda, Qin Chen bingung.


"26 September 2050, aku mati karena insiden Akhir Dunia. Bumi yang selama ini kita tempati berakhir, ratusan meteor berjatuhan dan mengharukan seluruh peradaban di Bumi."


Qin Chen sontak terdiam, keterkejutan ini membuatnya syok. Qin Chen bahkan tidak merespon apapun tentang perkataan Chu Qincheng.


"Tepat tengah malam, mungkin beberapa detik terlewatkan. Itu adalah waktu meteor menghujani Bumi dengan ganas. Saat itu aku tengah berada di apartemen, bermain Video Game, aku mati dalam Akhir Dunia."


Saat mendengar penjelasan Chu Qincheng, Qin Chen menyadari akan sesuatu. "Begitu ... Aku sangat syok mendengar bahwa Bumi telah berakhir. Namun aku lebih tidak menduganya, bahwa Bintang yang di abaikan berakhir saat itu juga. Takdir benar-benar begitu menyakitkan."


Memikirkan Takdir, Qin Chen memiliki Takdir yang kejam dan ketidakadilan Dunia di Bumi. Sama halnya dengan Chu Qincheng, dia memiliki Takdir yang hampir sama dengan Qin Chen.


Namun, dikehidupan ini, Takdir miliknya memisahkan dia dengan keluarganya.


"Apa kamu sekarang membenciku? Aku menyembunyikan ini sangat lama, dan aku tidak berani berbicara." Tanya Chu Qincheng.


Qin Chen mengusap air matanya, lalu membelai rambutnya yang menghalangi pengelihatannya.


"Tidak ... Aku tidak membencimu, setiap orang memiliki privasi masing-masing. Termasuk aku. Menyembunyikan fakta bahwa kita sama-sama seorang Reinkarnasi, ini bukanlah sesuatu yang dapat disebar luaskan."


"Bagi kita, ini Reinkarnasi. Namun bagi Surga dan Bumi, kita adalah Mahkluk asing yang mendapatkan berkah kehidupan kedua. Tidak memiliki Sihir, maupun Kekuatan. Kita dapat hidup kembali."


"Kamu tahu, ini disebut dengan melanggar konsep hidup dan mati, Surga dan Neraka, Sebab dan Akibat. Ada banyak Hukum dan Aturan yang kita langgar untuk hidup kembali, karena itu, kita perlu kuat untuk sekarang."


Chu Qincheng mendengar semuanya, dia menyentuh tangan Qin Chen dengan lembut dan menjatuhkan wajahnya.


"Hmmm~ Apa kita akan bersama selamanya hingga tidak ada yang memisahkan kita? Aku tidak ingin memiliki orang lain selain kamu dan keluargaku." Dengan suara kecil, dia begitu tulus dan serius.


"Ya ... Selamanya, mau itu maut memisahkan kita, Ruang dan Waktu memisahkan Jiwa dan Raga kita, aku akan tetap bersamamu. Ingatlah, Takdir kita bersama untuk selamanya." Ujar Qin Chen yang mendekati.


Kedua kening saling bersentuhan dan mata saling bertatapan begitu dekat. Mata Chu Qincheng seolah-olah melihat bayangan itu, bayangan kebahagiaan dan kesedihan yang akan mereka lewati.


Perlahan, keduanya sedikit memiringkan kepalanya dan kedua bibir saling bersatu memberikan kemesraan mendalam.


Chu Qincheng meredupkan matanya, dan menyentuh punggung Qin Chen. Dialah yang menguasai Waktu Malam, bahkan bintang dan bulan akan menyembunyikan diri mereka di balik langit.


Suara memanjakan telinga hampir terdengar di seluruh Istana, bahkan burung yang berkicau disampingnya memberikan nada-nada yang memanggil Peri Surga.


Wajahnya merah dengan napas berat terengah-engah menatap Qin Chen dengan tatapan mata yang seolah-olah tengah tergoda dengannya.


Saat benang itu putus, Qin Chen melihatnya yang tengah memerah. "Kamu tahu ... Laki-laki sepertiku memiliki ha*rat yang berat untuk ditahan disaat wanita secantik kamu tengah duduk di atasku."


"Huft ... Huft ... Apa kamu ingin memakanku, sekarang? Aku belum siap, tapi ... Jika kamu menginginkannya, aku tidak akan keberatan memberikannya." Seolah Chu Qincheng tidak ingin melepaskan Qin Chen, dia ingin memiliki Qin Chen selamanya dan seutuhnya.


Qin Chen hanya tersenyum, dia langsung membalikkan posisi dimana Chu Qincheng terbaring di tempat Qin Chen, sementara Qin Chen berada di atasnya dengan sudut kaki bagian kiri memisahkan kedua belah kaki Chu Qincheng.


"Kamu tahu ... Malam ini, kamu tidak akan lepas dari cengkeraman harimau ganas ini." Qin Chen sedikit menyeringai dengan matanya tajam penuh na*su.


Sementara Chu Qincheng, dia hanya tersenyum di balik cadar. Cadarnya akan menghilang ketika mata Qin Chen tidak terfokuskan pada wajahnya, dan akan muncul kembali setelahnya.


Mungkin, Chu Qincheng belum mengizinkan Qin Chen untuk melihat wajahnya dengan penuh. Karena hal tersebut, dia hanya menggunakan hal seperti ini.


"Apa kamu berani?" Chu Qincheng tanpa ragu bertanya.


Qin Chen tersenyum tipis, lalu beranjak berdiri dari tempat tersebut. "Aku bukanlah orang yang akan mengambil kesempatan ini demi keuntungan pribadi."


Chu Qincheng tersenyum, dia beranjak duduk dan memegang tangan Qin Chen. "Aku tidak bercanda tentang perkataanku sebelumnya. Jika kamu tidak ingin, aku yang menginginkannya."


Qin Chen mengetuk keningnya dengan jari. "Bodoh! Jangan sekarang, setelah masalah Kaisar selesai, aku akan secara pribadi mengambilnya sendiri dan memuaskanmu satu ataupun beberapa malam."


Chu Qincheng tertawa kecil, dia langsung berdiri memberikan kecupan di wajah Qin Chen dengan lembut dan setelah itu melangkah kedepannya dan berputar seolah tengah bahagia.


Saat itu dia berhenti lalu melihat langit berbintang yang luas tak terbatas di langit. "Suami ... Jika aku menjadi istri sahmu, aku ingin kamu membawaku melihat Langit Berbintang yang luas ini dalam satu padangan mata. Apa kamu bisa?" Dengan suaranya yang lembut, Qin Chen tertawa kecil.


"Tidak hanya dapat melihat seluruh langit berbintang dalam satu padangan. Aku akan memberikanmu seluruh Langit dan Bumi kepadamu sebagai mahar. Aku janji."


Chu Qincheng tersenyum manis membuat bulan dan bintang hancur, Surga dan Bumi runtuh dalam keputusasaan.


Qin Chen tersipu, lalu mendekatinya dan sebungkus bunga mawar merah di tangannya. Chu Qincheng mengambilnya, dan menciumnya dibawah bulan.


'Akhir-akhir ini, sifatku benar-benar berbeda dibandingkan pertama kali datang ke Dunia ini.'


"Sekarang, karena kita tidak menyembunyikan apapun tentang kehidupan sebelumnya. Aku tidak akan menahanmu, apapun yang ingin kamu lakukan aku akan melindungimu."


"Kamu ingin bermain game ataupun bersantai, aku tidak akan marah. Karena apa, kita hidup di Dunia yang berbeda dengan Bumi, uang bukanlah sesuatu yang sulit di dapatkan."


"Namun kamu harus membatasi semuanya, karena Dunia ini begitu Kejam, hanya kuat yang menguasai Dunia. Walaupun begitu ... " Qin Chen menariknya kesampingnya. "Kamu tetap aku lindungi."


"Hmmm~ Aku kuat dan aku cepat kuat, aku tidak akan membebanimu. Karena aku, aku adalah Nona Muda yang kaya dan hebat di Dunia ini. Apapun itu, aku memiliki semuanya." Balasnya.


Qin Chen tersenyum puas, dia memang bukan beban melainkan bantuan yang lebih tinggi dibandingkan siapapun itu. Meskipun kekuatan mereka berbeda tipis, namun Chu Qincheng meningkat lebih cepat dibandingkan Dewa.


...


*Bersambung ...