Supreme King System

Supreme King System
Chapter 50 : Pulau Keberuntungan?


Setelah pembicaraan selesai, Qin Chen dan si kembar keluar dari ruangan. Sebelumnya, Qin Chen mengatakan pada mereka berdua tentang membawa mereka untuk jalan-jalan mencari bahan-bahan herbal di kota.


Dibelakang Qin Chen, si kembar berjalan berpegangan tangan. Melihat kanan dan kiri, ada banyak orang-orang di sana, tatapan mata mereka tertuju pada Qin Chen yang berada di depan mereka.


Setibanya di tempat penjual bahan-bahan herbal, di sepanjang jalan orang-orang berada di lantai dengan terpal dan tempat penjualan di letakkan.


"Kalian berdua kemarilah."


"Ada apa Guru." Balas mereka setelah berada di dekat Qin Chen.


"Sebelum masuk ke dalam Tanah Makam Kuno, basis kultivasi kalian harus berada di Ranah Pemurnian Qi. Agar Aura Negatif tidak memasuki diri kalian, jadi hari ini Guru akan melatih kalian dengan keras dalam semalam, mengerti." Ucap Qin Chen.


"Mengerti Guru."


"Bagus." Qin Chen mengusap-usap kepala mereka berdua, entah kenapa rasanya nyaman menggoda mereka.


Qin Chen melihat sekitarnya, lalu membawa mereka berdua mendekati salah satu pedagang yang memiliki barang-barang menarik mata Qin Chen.


Melihat ada akar kering, batu kusam, dan barang-barang lainnya. Qin Chen tertarik, karena di dalamnya mengandung Esensi yang belum pernah Qin Chen lihat.


"Tuan ... Dari mana anda mendapatkan barang-barang ini?" Tanya Qin Chen.


"Hehehe ... Tuan, ini adalah rahasia bisnis. Bagaimana bisa saya membocorkan rahasia seperti ini dengan mudahnya. Jika Tuan tertarik, maka Tuan dapat membeli barang-barang saya." Balasnya sambil tertawa kecil dihadapan Qin Chen.


Qin Chen dan pedangan tersebut tertawa kecil satu sama lain, si kembar bingung. Qin Chen melihat satu persatu, dia tidak tahu tentang barang-barang antik, namun menurut pengalaman dan matanya. Dia tidak salah lihat, karena barang-barang ini memiliki Esensi yang belum diketahui Qin Chen.


"Bagaimana jika saya membayar anda 1.000 Koin Emas untuk informasi tempat? Bukankah ini lebih menguntungkan dibandingkan berjualan barang-barang ini?" Ucap Qin Chen dengan nada tawar menawar.


Saat mendengar tawaran Qin Chen, pedangan tersebut sontak terkejut.


'Tunggu ... Seribu Koin Emas, ini penghasilan 5 tahunku berjualan. Tuan ini, apa yang dia inginkan dari tempat tersebut. Tapi, seribu Koin Emas bisa membuatku kaya di Desa, dapat menyewa wanita cantik untuk melayaniku.' Batinnya.


Qin Chen yang tidak tahu apa yang dipikirkannya, namun melihat dari ekspresi wajahnya. Qin Chen sedikit mengerti dengan pikirannya.


'Sial! Pria bejat ini memikirkan hal aneh-aneh.' Batin Qin Chen.


Selama dia hidup, dia sendiri belum pernah menyentuh gadis cantik ataupun tidur bersamanya. Memikirkan hal tersebut, Qin Chen kesal, namun ada beberapa barang di bawah sangat penting. "Bagaimana Tuan? Jika tidak, begini saja, aku akan membeli beberapa barang di sini dengan harga yang cukup membuatmu menikmati Surgawi. Ditambah informasi, maka Tuan akan mendapatkan Doubel keuntungan. Bagaimana? Tidak buruk kan?"


"Benar-benar, tidak buruk, tidak buruk ... Kita sepakat." Ucapnya dengan serius dan bahagia mendapatkan rezeki nomplok.


Pedagang itu menjulangkan tangannya memberikan jabatan tangan. Qin Chen tersenyum, dia menerimanya.


"Tuan ... Ikuti aku, karena informasi ini sangat berharga."


"Baiklah."


Mereka mengikuti pedagang itu ke suatu ruangan kosong. Setibanya disana, Qin Chen mengamati sekitarnya tidak ada satupun orang disana.


"Ini sudah aman, tidak ada satupun orang yang mengikuti ataupun mengawasi kita. Tuan dapat menjelaskannya sekarang." Ucap Qin Chen setelah mengawasi sekitarnya.


Saat mendengar itu, pedagang itu tidak berbicara. Qin Chen mengeluarkan sekantong emas untuk diberikan kepadanya, total semuanya adalah 2.000 Koin Emas.


Saat pedagang itu melihat isinya, dia terkejut dengan setumpuk Koin emas di dalam kantong. "Itu terdapat 2.000 Koin Emas, aku membeli semua barang milikmu dan informasi milikmu ... "


"Ini ... Aku kaya." Teriak pedagang tersebut. "Tuan, ah, baik, saya akan menjelaskannya. Di Benua ini, ada tempat yang bernama pulau Keberuntungan. Di sana, tuan dapat mendapatkan barang-barang berharga jika memiliki keberuntungan baik. Saya telah melakukan ini selama 5 tahun, dan hasilnya mendapatkan ini semua."


"Pulau Keberuntungan? Dimana letaknya?" Tanya Qin Chen.


"Bagian Selatan, dekat dengan Istana kultivator. Tempat para kultivator hebat berada, sebelum sampai di pulau Keberuntungan. Tuan mungkin akan mendapatkan banyak masalah, karena itu informasi ini sangat penting." Jelasnya dengan baik.


Qin Chen memikirkannya, semakin dia memikirkan hal tersebut, Qin Chen semakin tertarik. Walaupun dia tahu, keberuntungannya sangat Gacha. Dimana kadang baik, dan kadang buruk.


"Jadi begitu ... " Qin Chen mengeluarkan lagi sekantong emas, isinya adalah 3.000 Koin Emas. "Ini ambillah ... Dan nikmati surgawi yang akan Tuan sewa, terimakasih atas informasinya."


"Sama-sama tuan, senang berbisnis dengan anda. Jika begitu, saya akan pamit terlebih dahulu." Balasnya.


"Silahkan."


Pedagang itu berjalan keluar dengan wajah yang penuh kesenangan. Si kembar mendengarnya, namun tidak tahu apapun yang dibicarakan oleh Guru mereka.


"Guru ... Apa yang dimaksud dengan sewa Surgawi?" Tanya Xia Hongyi dengan wajah yang polos.


Qin Chen sontak terkejut. Dengan cepat, dia mengusap-usap kepalanya. "Hongyi ... Lupakan apa yang Guru katakan, kamu masih kecil. Jika kamu sudah tumbuh dewasa, kamu akan tahu nantinya."


"Eehh ... Tapi, Hongyi penasaran." Balasnya yang sangat polos.


Kepolosannya membuat Qin Chen semakin jantungan. Dia sendiri bahkan belum pernah sewa Surgawi, jadi dia belum tahu senikmat apa itu.


Xia Jingyi menutup mulut adiknya dengan tangannya. "Guru ... Maafkan adik saya, saya akan mengajarkannya dengan baik kedepannya." Ucapnya dengan nada gugup kepada Qin Chen.


"Tidak apa-apa, sekarang kita kembali. Barang-barang ini sudah cukup untuk kalian berdua menerobos, dibantu dengan Artefak Guru, kalian bisa ikut masuk ke dalam Tanah Makam untuk mendapatkan pengalaman." Balasnya.


"Baik Guru."


Mereka pergi membawa barang-barang tersebut menuju kediaman. Namun sebelum itu, mereka di ajak Qin Chen untuk jalan-jalan di Kota untuk melihat seberapa kecil Dunia mereka sekarang.


Sepanjang jalan, Qin Chen mengawasi pergerakan orang-orang yang mengawasi Qin Chen. Mereka memiliki niat jahat, namun karena siang, mereka tidak bertindak di keramaian Kota.


Setelah beberapa Jam berlalu, mereka bertiga Kembali ke kediaman Xia. Menuju tempat pelatihan, Qin Chen disana duduk di atas batu dimana didepannya kedua muridnya berdiri melihatnya.


'Baiklah ... Waktunya serius, barang-barang ini menarikku, seharusnya ada sesuatu yang membuatku terpanggil.' batin Qin Chen.


Qin Chen mengambil batu di depannya, melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Mengamati isi dalamnya, Qin Chen menggunakan mata yang sudah di tingkatkan oleh Origin.


Kedua muridnya memperhatikan Qin Chen, mengamati dengan baik agar tidak meninggalkan sedikitpun celah. Sambil duduk, mereka masih mengawati.


...


*Bersambung ...