Supreme King System

Supreme King System
Chapter 115 : Undangan Kaisar


1 Bulan Kemudian


Waktu berlalu begitu saja, satu bulan telah berlalu. Satu bulan sebelumnya, Ibukota mendapatkan Badai Besar dan menghancurkan Ibukota kedalam keputusasaan.


Hanya menyisahkan 40% bangunan yang masih berdiri kokoh, dan orang-orang disana telah berkurang begitu cepat. Jatuh kedalam keputusasaan, mati dan mati.


Kedatangan Badai Besar tidak terpikirkan oleh Kaisar dan 7 Pilar Kaisar lainnya. Mereka tidak dapat mempercayai hal tersebut dalam sekejap datang dan meninggalkan bekas begitu besar.


Kemunculan Iblis Tiran telah menekan mereka, ditambah Badai Besar tersebut membuat argumen lain. Satu hal yang terpikirkan oleh Pilar Kaisar, Iblis Tiran benar-benar mengerikan, bahkan dalam beberapa hari telah meruntuhkan Ibukota.


Sementara Kaisar, dia memiliki pemikiran yang bijak dalam beberapa hal, namun arogan dan keras kepala dalam memutuskan. Dialah sosok yang sulit dipahami, namun mudah untuk diruntuhkan dalam sekali ayunan.


Perang!


Selama satu bulan berlalu, murid-murid Sekte Eternal Heaven telah melakukan misi-misi rendah untuk mendapatkan Poin kontribusi, dimana Poin kontribusi dapat ditukarkan menjadi; Pil, Artefak, Senjata, Armor, Seni dan lain sebagainya.


Qin Chen mengizinkan mereka masuk kedalam Dungeon yang telah di telusuri dengan baik oleh Qin Chen. Di dalam Dungeon hanya ada monster-monster kelas rendah, dimana ini dapat membantu perkembangan mereka menjadi lebih kuat.


"Setelah satu bulan mengamati ... Bakat sebelumnya memicu Kehendak Surga karena satu Sebab." Qin Chen berbicara kepada Chu Qincheng disampingnya.


"Seperti yang kamu katakan ... Hati Iblis yang dia miliki membuatnya tidak menginginkan Dunia. Kebencian terhadap Dunia dan Surga, ini membawanya kedalam balas dendam tak berujung." Chu Qincheng menyadari setelah mengikuti Qin Chen mengamati Bakat tersebut selama sebulan penuh.


Perilaku murid tersebut berbeda dengan murid lainnya, dia dingin, dan acuh tak acuh dengan Dunia. Di hatinya hanya ada balas dendam, balas dendam atas kematian keluarganya.


"Ha! Setidaknya dia berada dibawah kendaliku, dan Tulang Dao miliknya membuatnya meningkat lebih cepat dibandingkan murid lainnya, bisa dikatakan si genius seribu tahun muncul." Balas Qin Chen sembari menghela napasnya.


Chu Qincheng mengangguk, Qin Chen bersantai memakan buah anggur di sampingnya. "Ibukota perlahan kembali di bangun ... Setelah satu bulan berlalu, bangunan-bangunan baru bermunculan dan orang-orang kembali menjalani kehidupan sediakala."


"Ya, tidak terasa satu bulan berlalu. Kemunculan Kehendak Surga membuat Badai Besar, lalu kamu menghalanginya. Setelah itu, Surga Murka dan menyerang kamu dengan kekuatannya." Chu Qincheng mengangguk beberapa kali, dia duduk disamping Qin Chen sembari melihat langit dari Istana Raja Makam.


"Tidak buruk bukan? Namun ini belum seberapa, aku telah mengancamnya ... Jika dia berani turun kembali, aku akan kembali mencengkram rahang dia. Lupakan soal itu, dalam sebulan, aku melihatmu telah meningkat pesat."


"Hehehe ... Tentu saja aku meningkat, aku adalah wanita jenius titisan langit ... Sekarang, aku berada dibawahmu, Creation Puncak." Ungkapnya sambil tertawa senang mendengar pertanyaan Qin Chen.


"Begitu ... Selama sebulan, aku belum mendapatkan peningkatan sama sekali. Qi Jahat dari Ibukota maupun Tanah ini tidak cukup meningkatkan kekuatanku, sepertinya harus membuat beberapa keributan."


Chu Qincheng mengangguk, dia setuju dengan Qin Chen untuk membuat keributan. Dalam hatinya, tidak ada artinya Dunia karena tujuan awalnya adalah bertemu keluarganya.


Sementara itu, ditempat Zi Long berada, dia tengah berdiri menyambut tamu asing yang datang ke Sekte Eternal Heaven.


Di depan Gerbang Utama Sekte, Zi Long berdiri menyambut orang-orang asing. Mereka berjumlah 5 orang dengan kekuatan di atas Zi Long.


"Ada keperluan apa kalian datang kemari?" Tanya Zi Long dengan ramah, dia menyadari dengan bahwa di depannya memiliki kekuatan hebat.


Salah satu pria mendekat, lalu menarik gulungan ke langit. "Kami Utusan Kaisar menyampaikan dekrit kepada Raja Iblis Tiran undangan yang akan di adakan lusa yang akan datang, sekian." Utusan tersebut menutup kembali Gulungan tersebut.


"Undangan? Baiklah ... Saya akan menyampaikannya." Zi Long menyentuh telinganya untuk berhubungan suara melalui Spiritual.


'Yang Mulia ... ' Suara Zi Long dalam Spritual.


'Lapor Yang Mulia ... Utusan Kaisar memberikan undangan untuk menghadiri Pertemuan yang akan di adakan lusa.' Zi Long memberikan laporan tersebut.


Sementara Qin Chen, dia hanya tersenyum tipis mendengarnya.


'Baiklah, katakan pada mereka, aku akan pergi menghadiri Pertemuan tersebut.'


'Baik.'


Setelah melaporkan semuanya pada Qin Chen, Zi Long kembali melihat ke arah Utusan Kaisar yang berdiri di depannya.


"Yang Mulia akan handir, kalian dapat kembali ... " Jelas Zi Long.


Mereka paham, lalu memutar tubuh dan pergi. Sebelumnya, mereka memandang Zi Long dengan tatapan merendahkan, karena basis Zi Long berada di setengah langkah Saint, itu lemah.


Setelah mereka pergi, Zi Long kembali ke tempat miliknya untuk melatih murid-murid agar mereka dapat berkembang cepat dibandingkan kultivator lainnya.


Sedangkan Qin Chen yang tengah duduk merencanakan untuk merekrut ribuan murid agar Sekte Eternal Heaven lebih ramai dibandingkan sekarang.


Memikirkan hal tersebut membuat Qin Chen sedikit menahan diri agar tidak kelepasan saat menerima murid yang kebanyakan.


Disampingnya ada layar hologram, layar tersebut menunjukkan bahwa baru 56% Penjelajahan dalam satu bulan, penjelajahan begitu lambat karena Qin Chen meminta Tikus Bumi untuk menelusuri setiap Dungeon yang dia temukan.


Sementara itu, ada beberapa Dungeon yang di segel, dan akan secara pribadi Qin Lang kunjungi. Dungeon tersebut memiliki Qi yang begitu melimpah dan padat, tentunya memiliki bahaya besar di dalamnya.


Sementara Chu Qincheng, di hanya duduk di tempatnya. Menulis beberapa Talisman, dan beberapa Buku Formasi yang berguna untuk murid-murid Sekte.


Qin Chen menghela napas, dia ingin pergi keluar untuk mencari kesibukan lain yang bisa membuatnya tidak jenuh. "Istri kecil ... Aku akan pergi keluar untuk melihat Ibukota bagaimana sekarang. Jika ada sesuatu terjadi, hubungi aku dengan cepat."


"Baik ... "


Setelah mengatakan hal tersebut, Qin Chen menghilang dari saja dan muncul di Ibukota. Saat tiba di sana, hanya ada bangunan yang baru saja dibuat dengan penduduk ibukota bekerja seperti biasa.


"Tidak buruk ... Setelah Badai Besar yang terjadi sebulan yang lalu, mereka masih bertahan di Ibukota. Mereka benar-benar mahkluk menarik dibandingkan mahkluk arogan." Gumam Qin Chen, Qin Chen berjalan tidak disadari oleh orang-orang disana.


Saat berada di tengah-tengah Kota, Qin Chen maupun Chu Qincheng di Istana merasakan Napas Dewa di sekitar mereka. Qin Chen dengan cepat melihat ke langit, beberapa Dewa dengan pasukan di sekeliling kereta kuda yang di tungangin.


"Dewa? Tidak, mereka seorang Immortal Dunia Atas. Kenapa mereka kemari? Apa karena Kekacauan sebelumnya?" Pikir Qin Chen yang bingung dengan mereka yang baru saja datang.


"Tidak hanya itu saja, mereka memiliki Napas Dewa. Apa ini ada hubungannya dengan Dewa di atas sana? Sudahlah, lebih baik mencari kesibukan dulu sebelum lusa." Gumam Qin Chen.


Qin Chen menghilang kembali dari sana menuju tempat lain yang tidak jauh dari tempat dia sebelumnya. Di sana, Qin Chen berjalan seperti biasa melihat kanan dan kiri, ada banyak orang yang berjualan untuk kebutuhan hidup.


...


*Bersambung ...