
Setelah waktu berlalu begitu cepat, pertandingan Formasi dimenangkan oleh Sekte Eternal Heaven berturut-turut. Ini mengguncang kepercayaan pada Sekte Besar lainnya, karena Sekte Eternal Heaven yang baru saja dibuat telah memecahkan rekor Dunia.
Dalam dua Acara telah memenangkan pertandingan dengan posisi pertama berturut-turut tanpa henti. Paling mengejutkan dari mereka adalah, mereka dapat menggunakan Formasi Dewa.
Formasi Dewa seolah tercecer di Sekte Eternal Heaven, bahkan bisa dikatakan Buku kelas rendah yang dijual eceran.
Menyaksikan kemenangan Sekte Eternal Heaven berulangkali, nama Sekte Eternal Heaven semakin menggema di Dunia Atas. Ada banyak orang yang bersemangat untuk bergabung ke dalam Sekte.
Qin Chen sekarang berada di ruangan setelah menggendong Chu Qincheng yang ketiduran sampai malam. Bahkan tidak bergerak sedikitpun, beberapa kali panik setelah mengecek keadaan baik-baik saja, Qin Chen tenang.
'Sistem ... Aku telah mengumpulkan bahan-bahan tersebut, lalu apa aku bisa memenuhi syarat pembangkitan Mata Iblis Kehancuran?' Tanya Qin Chen di dalam benaknya.
[Ding!]
[Menjawab Tuan: Persyaratan terpenuhi, Tuan dapat membangkitkan Mata Iblis Kehancuran dengan sepenuhnya. Namun untuk sekarang, Tuan memerlukan beberapa tumbal sebagai bentuk pengorbanan penggantian mata.]
'Tumbal? Berapa banyak itu?'
[Menjawab Tuan: 10.000 Jiwa untuk membangkitkan tahap Pertama Mata Iblis Kehancuran.]
'Begitu ... Besok aku akan mengevaluasikan mata ini. Mungkin, Kaisar sekarang tengah memporak-porandakan Istana untuk persiapan Perang besok. Menarik, sangat menarik!'
Mata Qin Chen menunjukkan kekuatan tiada batas, bahkan mimpi-mimpinya yang indah beraturan mengikuti aliran waktu dan ruang yang dia ciptakan.
Dalam mimpinya, Qin Chen menteror mahkluk hidup di Dunia dengan mimpi buruk. Menciptakan sebuah kekuasaan mimpi tak berujung di Dunia dan Langit.
Qin Chen tertidur disampingnya Chu Qincheng yang tengah memeluknya. Meskipun belum sah, namun Chu Qincheng tidak memberikan jarak antara mereka, seolah mereka adalah pasangan sejati.
***
Paginya, ini adalah hari kedua atau ketiga Turnamen yang dimana bunga bermekaran di hamparan tanah yang luas dengan tumpukan warna-warna seperti permata Surga yang diberkahi oleh langit.
Diluar penginapan, ada banyak orang-orang berbelanja sambil menikmati musim semi, dan semuanya menggunakan pakaian tipis untuk memberikan kesan berbeda.
Sementara kultivator, mereka tengah bergegas ke Podium untuk mengikuti acara pertandingan akan langsung sebentar lagi.
Qin Chen dan Chu Qincheng telah bersiap-siap, dan mereka akan kembali ke Podium. Hari dimana Perang akan terjadi, dan hari dimana kedudukan Kaisar longsor.
"Istri kecil, apa kamu sudah siap? Mungkin, satu atau beberapa Dewa muncul untuk menentang tindakan kita." Qin Chen sedikit melirik kesamping.
Chu Qincheng tengah menikmati Teh susu dicampur dengan mutiara. Dia mendengar apa yang dikatakan Qin Chen, namun menunjukkan cuek tidak takut dan memandang rendah Dewa.
Qin Chen sedikit terkejut, lalu dia tersenyum melihatnya. "Ayo kita lihat apa yang dilakukan oleh Kaisar itu sekarang! Untuk semua murid, saat situasi berubah menjadi Medan Perang, kalian kembali ke Sekte untuk berlindung!"
"Baik!"
Mereka tidak tahu apapun di belakang Qin Chen, namun sedikit yang mereka tahu. Guru ataupun Ketua Sekte mereka akan berperang melawan Kaisar Immortal yang berkuasa di Benua Seribu Pedang.
Setibanya di Podium telah ada banyak penonton yang tengah bersemangat untuk menyaksikan pertarungan antar Master Pedang generasi muda.
Bahkan orang-orang penting dari berbagai kalangan bangsawan berdatangan dan menempati posisi kelas atas di Podium. Sementara Qin Chen dan Chu Qincheng berada di tempat sebelumnya.
Cai Wewei semakin hari semakin cantik, bahkan Qin Chen sedikit terpesona melihatnya. Beberapa kali di cubit dan di jewer oleh Chu Qincheng yang cemburu.
"Istri kecil ... "
"Hmph!" Dia langsung memalingkan wajahnya, mood baiknya menghilang digantikan kecemburuan tingkat tinggi.
Melihat suasana di depannya membuat mereka tertawa, Qin Chen canggung karena Chu Qincheng cemburu. Mau bagaimana lagi, Qin Chen yang salah.
"Semua pria sama saja, ada wanita cantik langsung keluar matanya! Hmph! Dasar pria baji*gan!"
Qin Chen mengeluarkan darah dari mulutnya, terkena critical damage dari kata-kata Chu Qincheng sebelumnya. Dia lalu mengelapnya, dan beesender di pundak Chu Qincheng.
"Kenapa?" Begitu dingin sampai-sampai tulang rusuk Qin Chen membeku dan peredaran darah berhenti beberapa waktu.
"Apa kamu marah? Jangan dipikirkan tentang sebelumnya, sekalipun ada wanita cantik di depanku. Kamu tidak tergantikan oleh apapun. Jangan biarkan kecemburuan menguasai diri, itu tidak baik untuk kesehatan." Qin Chen mencoba meminta maaf.
"Humph! Dasar mulut manis. Aku tidak akan tergoda dengan kata-kata manis itu, dan kalau mau minta maaf, kamu harus memenuhi permintaanku."
"Apa itu? Katakan saja, setelah semuanya selesai aku akan mengabulkannya." Balas Qin Chen dengan serius.
"Bunga Kematian 7 Warna. Aku mau ini sebelum Bulan Purnama." Chu Qincheng menatap Qin Chen dengan serius, dan bahkan membuat Qin Chen menjadi khawatir.
Dia langsung memegang tangannya. "Jangan khawatir, aku akan mengambilnya untukmu. Sekarang, tolong amati pertandingan, aku akan mencari informasi tentang Bunga itu dulu."
"Baiklah."
Qin Chen menutup matanya dan perpindahan ke dalam Ruang Jiwa miliknya. Saat tiba disana, Dunia Baru telah tercipta di bawah kakinya begitu saja.
"Apa! Apa-apa ini ... Bahkan aku belum menciptakan apapun di Ruang Jiwaku!" Qin Chen terkejut karena dibawah telah ada Dunia Baru yang begitu besar dan luas.
[Ding!]
[Menjawab Tuan: Selama pertempuran diluar, Sistem secara otomatis menarik pertikel-pertikel Pencipta dan Kehancuran ke dalam Ruang Jiwa dan mengumpulkan data-data dari seluruh Aliran Ruang dan Waktu untuk menciptakan Dunia Baru.]
Saat mendengarnya, Qin Chen menghela napasnya dan melihat sekitarnya. "Apa aku dapat menciptakan kehidupan disini? Mari kita coba."
Qin Chen mengangkat tangannya ke langit, dan getaran di sepanjang daratan membuat suara dengung yang cukup keras. Tanah-tanah retak dan bangunan-bangunan megah dan luar terangkat di Antara Pegunungan dan Sungai.
Momentum kekuatan Ilahi tersebar di seluruh Dunia, dan Aura di dalamnya lebih murni dibandingkan dengan di luar.
"Sensasi ini ... Seperti God! Kekuasaan yang melampaui segala pemikiran, kesadaran Ilahi tak terbatas Ruang dan Waktu, dan kekuatan yang dapat memanipulasi apapun di Dunia tanpa melibatkan Hukum dan Aturan."
Qin Chen tersenyum puas memiliki Dunia di dalam Ruang Jiwa miliknya. Dia hampir lupa dengan tujuannya untuk mencari tahu Bunga Kematian 7 Warna yang Chu Qincheng minta sebelumnya.
"Kesampingkan hal ini, ada sesuatu yang lebih penting harus di kerjakan. Sistem, Bunga Kematian 7 Warna, apa kamu mengetahuinya?"
[Menjawab Tuan: Bunga Kematian 7 Warna terletak di Jurang Kekacauan Tanpa Batas di Dunia Bawah. Bunga tersebut mengandung 7 Hukum Dunia yang dapat merusak Tatanan Dunia.]
Saat mendengarnya, Qin Chen sedikit bingung kenapa Chu Qincheng menginginkannya? Apa dia ingin menghancurkan Dunia atau hal lainnya yang tidak Qin Chen ketahui.
"Ngomong-ngomong, apa kamu tahu tujuan Istriku?" Tanya Qin Chen.
[Menjawab Tuan: Bunga Kematian 7 Warna sangat bermanfaat bagi Ras Rubah Surgawi 9 Ekor. Saat Bulan Purnama, Rubah Surgawi akan mendapatkan manfaat besar untuk meningkatkan kekuatan mereka ke titik ekstrem.]
[Singkatnya, Chu Qincheng ingin mempelajari Bunga Kematian 7 Warna untuk meningkatkan kekuatannya. Untuk tujuan awalnya, sistem tidak dapat memprediksi takdir.]
"Begitu ... " Qin Chen tidak mengetahui tujuan Chu Qincheng, namun dia tidak menanggapinya. Mau itu hal buruk ataupun hal baik, kebelakang itu semua, terpenting Bunga Kematian 7 Warna ada di tangannya.
...
*Bersambung ...