Supreme King System

Supreme King System
Chapter 40 : Pergi


Di dalam ruangan, Qin Chen masih berbaring di atas tempat tidurnya. Melihat kanan dan kiri semuanya kacau, bahkan orang-orang yang hidup hanya terasa ribuan dan bukan puluhan ribu.


"Nah Sistem, menurutmu ... Apa yang harus aku lakukan selanjutnya? Memikirkan hal ini membuatku sedikit tertekan." Ucap Qin Chen di dalam ruangan.


[Menjawab Tuan: Sistem tidak dapat memprediksinya.]


"Begitu ... Tindakanku selama ini begitu acak, rencana yang awalnya aku buat telah hancur total." Gumamnya.


Qin Chen berdiam diri di dalam kamar, dan tidur untuk beberapa jam saja.


***


Setelah beberapa jam berlalu, Qin Chen kembali bangun dari tempat tidurnya. Melihat sekitarnya hari telah pagi, begitu cepat Waktu berlalu di sekitar Qin Chen.


Qin Chen terbangun dari tidurnya, tidak bergerak dia masih duduk. "Sistem, berikan aku seratus Pil Pemurnian dan seratus Pil Darah."


[Selamat Tuan, telah membeli 100 Pil Pemurnian, dan 100 Pil Darah. Harga; 3.000.000 Poin Sistem.]


Setelah mendapatkan barangnya, Qin Chen kembali berdiri dari tempat tidurnya. Hari ini, dia ingin pergi berpetualang melihat Dunia ini dengan mata kepalanya sendiri.


Melangkah keluar ruangan, Qin Chen menuju tempat dimana para Tetua dan Patriak Qin berada. Sekaligus tempat ibunya Qin Chen berada di sana.


Meminta izin untuk pergi, ini langkah pertama sebelum drama Kematian Qin Chen tersebar di seluruh Benua.


Setibanya di depan ruangan, Qin Chen masuk kedalam ruangan dengan pintu terbuka. Para Tetua melihat kedatangan Qin Chen, Qin Chen melangkahkan pergi duduk di tempat duduknya.


"Ada apa Chen'er? Kenapa Chen'er tiba-tiba datang ke ruangan? Apa ada sesuatu yang diinginkan." Tanya wanita itu dengan suara yang tulus.


"Ah! Aku ingin pamit pergi untuk berpetualangan. Seperti yang Chen'er katakan sebelumnya, Chen'er ingin mencari Saudari Pertama. Ibu, Chen'er harap ibu mengizinkan Chen'er pergi." Balas Qin Chen.


Saat mendengar hal tersebut, wanita itu mengenggam tangannya seakan tidak merelakan Qin Chen untuk pergi dari sisinya.


"Biarkanlah dia pergi, sebagai pewaris Patriak masa depan, Chen'er memerlukan pengalaman dan melihat Dunia dengan matanya sendiri bagaimana hukum dan aturan dunia bekerja." Ucap Patriak Qin membantunya.


"Tapi ... Tapi Chen'er satu-satunya Putraku ... Aku tidak ingin kehilangannya." Balasnya dengan suara yang sedih.


"Bu ... Chen'er akan setiap 1 tahun sekali akan kembali, jadi jangan khawatirkan Chen'er. Jika ibu bersedih, mungkin Chen'er akan kepikiran di tengah jalan dan mungkin terburuknya, Chen'er akan mati di makan bintang buas."


Saat mendengar hal tersebut, wanita itu berhenti bersedih. Dia mengelap air matanya, berjalan mendekati Qin Chen dan memeluknya dengan erat.


Ini adalah pertemuan dan perpisahan terakhir mereka berdua. Qin Chen membalasnya dengan hangat, setelah beberapa menit berlalu wanita itu melepaskannya.


"Baik ... Ibu akan mengizinkanmu, tapi Chen'er harus janji akan pulang setiap tahunnya. Agar ibu bisa melihat pertumbuhan Chen'er." Ucapnya.


"Ya, Chen'er janji."


"Baik, ibu pegang janjimu. Sekarang, kamu dapat pergi dengan tenang tanpa mengkhawatirkan ibu."


"Terimakasih ... Sebelum pergi, Chen'er akan memberikan sedikit hadiah untuk keluarga." Balasnya.


Qin Chen berdiri dan mendekati Patriak Qin dan memberikan 200 Pil sebelumnya. Meskipun dikit, namun ini bagus untuk orang-orang di keluarga.


Sedangkan Pil untuk Patriak terbilang sangat mahal, Qin Chen tidak memiliki Poin Sistem yang cukup untuk membeli 1 Pil saja. Karena itu, dia memberikan Pil ini untuk prajurit baru nantinya.


"Ini ada beberapa Pil yang aku buat semalaman, ini dapat digunakan untuk Keluarga." Ucap Qin Chen.


Setelah memberikan Pil, Qin Chen melangkah mundur tidak mendengar satupun suara. Melihat ke arah wanita itu lalu tersenyum hangat, dan pergi meninggalkan ruangan melanjutkan perjalanannya.


***


"Kota Rumput Laut, kesan yang aku dapatkan disini sangat baik." Gumam Qin Chen, Qin Chen melihat ke arah Selatan. "Aku akan ke Selatan karena terakhir kali aku melihat Chu Qincheng berjalan ke Utara. Jika ada kesempatan, mungkin aku akan bertemu dengannya di Timur."


Mengingat Sekte milik Saudari Pertama Qin Chen berada di Selatan.


Di Dunia ini, hanya ada dua Benua Besar dan sekelilingnya di tutupi oleh air. Dimana air lebih mendominasi Dunia ini, karena itu setiap benua memiliki jarak yang tak terhitung besarnya.


Sekalipun melangkah jutaan mil, Qin Chen masih berada di Benua Barat di bagian Selatan. Sedangkan Chu Qincheng berada di bagian Utara.


Jika sempat, maka mereka berdua akan bertemu di bagian Timur Benua Barat dan pergi bersama ke Benua Timur bersama-sama.


Benua Barat; Jiang Tian. Benua Timur; Jingshen.


Setelah beberapa saat, Qin Chen melangkah menuju bagian Selatan Benua Barat. Sepanjang perjalanan, Qin Chen hanya jalan kaki untuk menikmati suasana Dunia Fantasi.


***


Tebing Tinggi


Setibanya Qin Chen di Tebing Tinggi, Qin Chen melewati banyak bebatuan dan Jurang. Beberapa kali istirahat, karena melihat dari ketinggian begitu hebat.


Setelah melewati Tebing Tinggi, Qin Chen tiba di permukaan bebatuan yang membentang luas di sana. Melihat hal tersebut membuat Qin Chen berpikir.


"Apa bagian Barat Benua Jiang Tian adalah dataran rendah yang di tutupi oleh Tebing Tinggi? Jika benar, seharusnya Kota Rumput Laut adalah Kota Tersembunyi." Gumam Qin Chen.


Qin Chen melangkah beberapa ribu mil kedepannya, melihat ada banyak Monster terbang di atas kepalanya. Sekaligus, tempat terpencil ini rawan akan bandit maupun Iblis.


Trang! Tring!


Baru saja dibilang, Qin Chen mendengar suara Pertarungan di sekitarnya.


"Pertarungan di dataran seperti ini? Aku yakin ini bukan kebetulan, mengingat ini hanya dataran bebatuan." Ucap Qin Chen.


Qin Chen melompat melewati beberapa batu, setibanya di tempat Pertarungan. Qin Chen melihat 6 Kultivator hebat di ranah Tranformasi tingkat 7 dan di depannya ada 1 wanita Ranah Tranformasi 4 dan 4 pria lainnya di Ranah Tranformasi 5.


"1 Wanita yang dilindungi oleh 4 orang Ranah Tranformasi. Sepertinya di memiliki identitas kuat dibelakangnya, sementara itu di depan mereka ada kultivator hebat di tingkat lebih tinggi dibandingkan mereka. Sudahlah, ini bukan urusanku."


Qin Chen melompat turun dan berjalan disamping mereka semua. Tujuannya ada di depannya, dan jalan satu-satunya berada di wilayah pertarungan tersebut.


Saat melihat Qin Chen berjalan dengan santai tanpa menghormati mereka berenam, Qin Chen ditegor.


"Oi bocah! Apa dengan sikapmu seakan ini wilayah milikmu!" Ucap kultivator tersebut kepada Qin Chen.


Mendengar hal tersebut, Qin Chen membalasnya. "Ah! Maaf, aku hanya numpang lewat ... Lanjutkanlah apa yang ingin kalian lakukan, terimakasih."


"Apa!" Teriak mereka.


Jawaban Qin Chen acuh tak acuh dengan keadaan mereka berlima, ini membuat kedua belah pihak marah.


Qin Chen berjalan kembali meninggalkan mereka semua disana. Perlahan, bayangan Qin Chen tidak dapat di lihat oleh mereka lagi, ini membuat mereka semakin menggila.


...


*Bersambung ...