Supreme King System

Supreme King System
Chapter 82 : Wanita Gila


Sementara di tempat Qin Chen, Qin Chen melepaskan pakaiannya. Zi Long melihat ke arah wanita sebelumnya, membelakangi Qin Chen karena tengah dalam tugas melindungi Tuan-nya.


Wajah wanita itu perlahan memerah saat Qin Chen melepaskan pakaiannya. Qin Chen lupa, jadi dia tidak melepaskan pakaiannya dan memperlihatkan adik kecilnya yang sehat dan kuat seperti naga berdiri dengan bangga menegakkan kepalanya.


"Kyaaaa! Dasar mes*m!" Suara yang begitu pekit membuat Qin Chen kesakitan saat mendengarnya.


Dalam sekejap mata, segumpal energi besar terkumpul di tangannya. Wanita itu menuju langit, tiba-tiba sebuah Pilar Hitam melesat panjang mengenai Qin Chen.


Bughh!


Terhempasnya ke belakang karena tidak sempat melihat, Qin Chen terlempar jauh masuk kedalam Lautan Racun. Zi Long tidak berkutik, kekuatan wanita di depannya jelas jauh di atasnya.


"Dasar tidak senonoh, dasar bejat, dasar h*ntai ... Semua pria sama saja!" Suaranya terdengar jelas di telinga Qin Chen, meskipun tenggelam dalam Lautan.


Qin Chen mengutuknya, namun hanya gelembung-gelembung yang keluar dari mulutnya. Dia berenang ke permukaan air, mengambil napas.


"Ha! Ha! Dasar wanita merepotkan ... Kenapa kau menyerangku!" Teriak Qin Chen hingga terdengar oleh wanita tersebut.


"Salahmu sendiri, kenapa telanjang di depan wanita! Dasar laki-laki bajing*n! Hmph! Contoh-contoh laki-laki yang hanya memanfaatkan wanita. Seperti kalian berdua ini!" Jelasnya.


Qin Chen tertegun, hatinya sedih. Bahkan wanita saja belum ada, bagaimana menjadi laki-laki bajing*n. Sekalipun ada niatan untuk masuk ke rumah bordil, tapi Qin Chen tahan untuk istrinya.


"Cih! Memang benar, wanita adalah Mahkluk merepotkan, bahkan memandang laki-laki hanya sebelah mata, Dimata wanita, laki-laki selalu salah dan wanita benar. Menyebalkan, seterah kau saja! Wanita gila!" Qin Chen ngamuk dengan suara keras membalasnya.


Zi Long sedari tadi melihat Qin Chen dan Zi Long bergantian, dia bingung dengan situasi sekarang. Tuan-nya tengah di serang, namun dia tidak bergerak membalasnya.


Sekarang, mereka berdua berdebat satu sama lain hingga membuat wanita itu memerah karena marah.


Auranya mengamuk dan meledak-ledak, Qin Chen melihatnya. Ranah kekuatan di atasnya, sudah dipastikan pertarungan sulit akan terjadi disana.


Zi Long mengeluarkan pedangnya, bersiap untuk menyerangnya jika di bertindak lebih jauh.


Qin Chen perlahan memutar tubuhnya dan perlahan berenang dan masuk kedalam Lautan menghindari pertarungan merepotkan.


'Sial! Dia kuat, tidak baik, aku tidak ingin melukai wanita cantik dengan ... Yang besar, tidak baik, situasi ini tidak baik.'


"Tunggu kau bajing*n jangan kabur!" Teriak wanita itu melesat dengan kecepatan tinggi melewati Zi Long.


Zi Long tidak dapat melihat kecepatan wanita sebelumnya, wanita itu masuk kedalam Lautan Racun. Pakaian miliknya hancur, Racun tersebut memiliki sesuatu yang dapat menghancurkan kain.


Qin Chen di depannya berenang menjauh, bertarung di Lautan ini tidak menguntungkannya. Wanita itu lupa, lupa bahwa lautan racun ini dapat menghancurkan kain.


Menggerakkan tangannya, sesuatu menyerupai kabut menutupi hal-hal penting. Itu adalah Sisik Awan Naga, menutupi hal yang tidak ingin di tunjukkan olehnya.


Qin Chen melirik kebelakang, tubuh wanita itu begitu bagus dan menggoda, dia mengacungkan jempol dengan pandangan puas dan senyuman yang membuat wanita itu semakin kesal.


'Pria Keparat, jangan sampai kau ku tangkap. Jika sampai, akan aku kebiri kau!'


Di dalam lautan, Qin Chen berenang dengan cepat mencari Esensi Racun. Dengan di kejar wanita merepotkan di belakang, Qin Chen tidak ingin menanggapi hal tersebut, karena Esensi Racun lebih penting dibandingkan dada wanita itu.


Saat melihat di ujung pandang terlintas cahaya terang, Qin Chen pergi kesana. Wanita itu mengikuti Qin Chen, karena dia ingin membunuh Qin Chen.


Setibanya disana, hanya ada gua di dalam Lautan Racun, Qin Chen masuk kedalam mengikuti lorong gua hingga tiba di dalam gua tanpa air.


Melihat sekitarnya, Qin Chen berenang mendekati tepi dan naik ke permukaan. Dia langsung membeli pakaian yang dapat dia gunakan, dia juga lupa kenapa harus meninggalkan pakaian di sana.


"Gua ini ... Menarik." Gumma Qin Chen.


Saat ingin berjalan, tiba-tiba air mengeluarkan gelembung dan terlihat wanita sebelumnya. Qin Chen langsung duduk di atas batu menatapnya dengan pandangan mata buas.


"Wow! Di kedalam Lautan Racun, ada pemandangan yang indah dan menggoda. Tidak buruk, cukup untuk beberapa hari kedepan." Ucap Qin Chen dengan menggodanya.


"Diam! Tutup mulutmu yang kotor itu!" Bentak wanita itu dengan malu-malu membalas perkataan Qin Chen.


"Ups! Maafkan aku nona, tubuhmu benar-benar menggoda sebelumnya. Sayangnya, kau bukan tipeku." Jelas Qin Chen.


Mendengar hal tersebut, amarahnya meledak-ledak. Lautan Racun berubah panas, suhu di dalam gua berubah menjadi hangat, Qin Chen salah langkah menghadapi seekor Naga di depannya.


'Eh! Sepertinya aku salah orang ... Tunggu-tunggu ... Lebih baik aku pergi, sebelum gua ini meledak karena amarahnya.'


Qin Chen ingin melangkah kabur, wanita itu mengertak giginya. "Tunggu!"


Qin Chen terhenti tidak bergerak, wanita itu melayang ke permukaan. Qin Chen tengah membelakangi dirinya, sehingga Qin Chen tidak akan bisa melihatnya.


"Apa kau bilang sebelumnya? Aku tidak memiliki kriteria tubuh tipe milikmu? Ho! Bahkan Dewa akan memohon untuk menikah denganku. Bagaimana menghukum bajing*n sepertimu!" Wanita itu memberikan langkah kecil mendekati Qin Chen.


Qin Chen tersenyum tipis, dia sebenarnya bisa bergerak namun berpura-pura untuk tidak bergerak. Jika wanita itu bertindak lebih, Qin Chen akan bertindak agresif dan tidak memanfaatkan nya begitu saja.


"Nona ... Kau mungkin salah dengar, aku sebelumnya mengatakan, kau benar-benar tipeku. Mungkin telingamu saja kurang di bersihkan." Balas Qin Chen.


Wanita itu melesat ingin menghajar Qin Chen, Qin Chen bergerak menghindarinya. Wanita itu terkejut, tidak ada yang dapat bergerak dalam Domain miliknya, namun Qin Chen dapat dengan bebas.


Qin Chen mencekik lehernya dan menjatuhkannya kebawah.


Brukk!


Darah keluar dari mulutnya yang kecil, wanita itu memiliki wajah yang cantik. Pipinya merah di lihat Qin Chen, Qin Chen berada di atas tubuhnya menekan dirinya dibawah.


"Nona, aku datang dengan baik, kau membuat gara-gara denganku. Sekarang, di dalam gua ini tidak ada siapapun yang dapat membantumu, sekalipun aku ingin melakukan hal senonoh, kau tidak akan lepas dariku!" Jelas Qin Chen dengan serius.


"Ke- Keparat, jika kau berani, aku tidak akan memaafkanmu sampai mati." Suara wanita itu sedikit patah-patah sambil menahan rasa sakit dan malu.


Qin Chen melirik kebawah, dua buah gunung surgawi yang besarnya sempurna jika dipegang sangat pas. Wanita itu semakin memerah, dia mengeluarkan air liur dan melepaskan ke arah Qin Chen dan mengenai wajah Qin Chen.


Melihat hal tersebut, mata Qin Chen bersinar terang menerangi ruangan. Aura miliknya meledak besar, Langit dan Bumi bergetar hebat, Zi Long bahkan langsung berlutut mengahadapi kepergian Qin Chen.


Boom!


Ledakan dalam Lautan menciptakan Tsunami besar, wanita itu mengeluarkan banyak darah dari dalam mulutnya. Dalam gua tercipta lubang cukup besar, wanita itu masih hidup karena kekuatannya lebih besar dibandingkan Qin Chen.


Qin Chen mengertak giginya, saat ingin membunuhnya. Genangan air mata di ujung mata wanita itu terlihat, tubuhnya perlahan gemetaran karena takut, detak jantungnya tidak normal.


Melihat hal tersebut, Qin Chen perlahan menurunnya Auranya, dan cekikan di lehernya mulai mengendor.


Qin Chen sepenuhnya melepaskan wanita itu dan berdiri dari sana. Wanita itu perlahan membuka matanya, padangan ketakutan dan juga ngeri terukir jelas.


'Cih! Dasar bodoh! Qin Chen, kenapa kau tidak membunuhnya!' Batin Qin Chen merasa kesal dengan dirinya sendiri.


Qin Chen mengertak kesal mengenggam tangannya, yang salah adalah Qin Chen. Jadi membunuhnya tidak akan ada gunanya, melepaskan dirinya mungkin sedikit berguna bagi Qin Chen.


Melangkah kedepan, Qin Chen menenangkan dirinya terlebih dahulu. Akhir-akhir ini emosinya terlalu tinggi, seolah sifat Iblis mulai mengambil emosinya.


...


*Bersambung ...