
"Ev? Kamu kenapa bisa di sini?" bisik Xena sembari melepaskan diri. Hanya saja Evan tak memedulikan dan masih merangkulnya begitu mesra.
"Tentu saja untuk menghampiri istri tercinta," balas Evan tanpa rasa canggung sedikit pun. Tak ayal Tika dan Ridwan termasuk karyawan toko saling pandang, mereka terheran.
"Lepaskan aku, Ev! Kita sedang di depan umum," bisik Xena lagi, dia merasa tak nyaman karena sedang berada di tengah keramaian.
"Evan benar-benar," gerutunya dalam hati. "Bagaimana jika ada yang melihat ini?" lanjutnya.
Setelah melakukan perlawanan akhirnya rangkulan pun terlepas. Xena menatap sengit Evan.
"Yang baru saja dipilih wanita ini tolong dibatalkan saja," tutur Evan pada karyawan toko. Xena yang mendengar itu terbengong heran termasuk si karyawan.
"Ev, kamu apa-apaan? Aku sudah susah payah menawar," gerutu Xena. Matanya menyipit kesal.
"Masalah ini serahkan saja padaku. Harga itu menunjukkan kualitas, Xen. Aku tidak ingin kamu justru keluar uang banyak nantinya," sahut Evan. Matanya mengedip genit.
"Ev?"
Evan pun kembali menatap karyawan toko. "Saya batalkan semuanya."
"Tapi aku butuh ini, Ev."
"Nanti akan ada yang ke sini dan mengerjakannya untukmu. Jadi jangan khawatirkan itu."
"Ev?" Xena setengah merengek.
"Sekarang lebih baik kita makan siang. Aku lapar," sambar Evan.
Tanpa menunggu persetujuan, Evan pun menuntun tubuh Xena keluar dari toko dan menuju restoran yang juga tak jauh dari sana. Restoran mahal berbintang yang membuat Tika dan Ridwan kembali terheran-heran. Dalam benak mereka timbul banyak pertanyaan tapi tak berani mengutarakan. Mereka masih karyawan baru dan merasa tak pantas bertanya perihal hubungan apa yang Evan dan Xena miliki. Sebab, dari gosip yang beredar bukankah mereka sudah bercerai.
"Makanlah!" ucap Evan pada Xena yang masih saja cemberut. Mereka sekarang sedang ada di sebuah private room sebuah resto ternama.
"Kamu menyebalkan, Ev," sungut Xena, tapi wanita itu tetap menyantap makanan yang sudah tersedia. Walau kesal pada Evan, tetap saja dia harus mengisi perutnya yang sudah berdemo sejak tadi. Xena berpikir harus menenangkan perutnya dulu, barulah mengutarakan kekesalannya pada Evan.
"Kalian juga. Ayo makan," ucap Evan pada Ridwan dan Tika. Namun alih-alih makan, keduanya justru saling tatap.
"Makanlah, kalian tenang saja. Dia yang bayar," tutur Xena dengan mulut setengah penuh.
Sontak Ridwan dan Tika tersedak. Mereka terbatuk dan berusaha menenangkan diri dengan meminum air putih. Sang bos yang digombali tapi mereka yang merasa malu.
"Maafkan kami, Pak," ucap Ridwan. Mukanya merah karena malu, efek tak nyaman karena tersedak pun masih terasa.
"Tidak apa-apa. Aku paham, kalian pasti bingung. Perkenalkan, Evan. Aku suami Xena."
"Tapi ...." Ucapan Tika terjeda karena lengannya disenggol Ridwan.
"Aku paham, kalian pasti bingung. Ketahuilah kalau hubunganku dan Xena itu baik-baik saja. Kami melakukan sandiwara karena tidak ingin media menggila. Asal kalian tahu saja, Xena mendapatkan dana CSR karena memang layak mendapatkan. Proposal yang dia ajukan memenuhi syarat dan sama sekali tidak ada nepotisme di sini," jelas Evan.
Ridwan dan Tika mengerjap, dan berakhir mengangguk kompak. Mereka percaya pada Xena dan Evan.
"Kenapa kamu melakukan ini, Ev? Apa kata media dan masyarakat jika kita ketahuan begini?" sungut Xena. Dia sudah selesai dengan makanan dan menatap sengit suaminya yang memasang wajah tenang.
"Soal itu jangan kamu pikirkan. Lakukan saja yang harus kamu lakukan. Aku akan melakukan sisanya. Aku pikir kita tidak harus menyembunyikan kenyataan karena memang kita tidak bersalah," sahut Evan lagi.
"Ev ...."
"Sudah! jangan protes, kasihan karyawanmu. Mereka butuh makan agar bertenaga menemanimu nanti."
Meski kesal Xena pun menuruti dan diam. Dia perhatikan Evan yang kembali melahap hidangan dengan senyum senang. Walaupun tidak paham isi kepala Evan, tapi terbersit rasa syukur. Dia memiliki suami hebat seperti putra tunggal Dimitri itu.
Namun, siapa sangka, tanpa mereka sadari ternyata ada satu orang yang mengawasi mereka sejak dari toko perabotan tadi. Orang dari lembaga yang gagal mendapat dana CSR perusahaan Evan. Dia bahkan sudah mengambil gambar dan merasa memiliki bukti otentik hubungan antara Evan dan Xena.
_
_
_
Next
like
komen