Suami Palsu - 40 Days Husband

Suami Palsu - 40 Days Husband
Bab 48


Karena luka yang ada pada lututnya, Evan pun berjalan terpincang keluar dari kamar. Hal ini membuat hati kecil Xena yang seempuk yupi lagi-lagi tidak bisa membiarkannya begitu saja. Ia pun menawarkan bantuan ke Evan yang terlihat begitu tidak nyaman. Hanya orang yang pernah memiliki luka di lutut lah yang bisa merasakan bagaimana perihnya saat luka itu bergesekan dengan permukaan celana.


“Berpegangan saja ke aku!” ucap Xena melihat Evan yang begitu pelan berjalan menuruni anak tangga. Senyum terbit dari bibir pria itu, tapi tak lama senyum itu sirna karena Xena mencibirnya.


“Jalanmu lebih lambat dari seekor siput.”


“Aku bisa jalan sendiri!”


Evan yang sudah memegang lengan Xena memilih melepaskan. Pria itu menjauhkan badan, mode jual mahal dia tunjukkan. Seharusnya Evan sadar bahwa Xena tidak akan mungkin bersikap baik padanya terlalu lama. Nyatanya istrinya itu berbicara manis dahulu mencibir kemudian.


“Sudah lah jangan sok jual mahal!” Kini Xena meraih lengan Evan hingga pria itu menoleh ke arahnya. “Aku tahu kamu menyukai perhatianku,” ucapnya dengan muka sombong yang kentara.


Evan membuang muka tanpa bisa berkata-kata, ingin menganggap bahwa ini karma yang menimpanya tapi kenapa tidak ada habisnya, yang Evan inginkan adalah bisa bermesraan dengan Xena. Mengubur masa lalu dan menyongsong masa depan. Kapan Xena mau membuka hati dan memaafkan kesalahannya.


“Sini!”


Evan kembali heran karena Xena mengulurkan tangan, gadis itu bahkan mengerutkan kening menatapnya yang hanya bisa terdiam.


“Apa? duit?” Evan kebingungan, mungkinkah Xena meminta imbalan setelah membantunya berjalan sampai keluar rumah?


“Kunci mobil, apa kamu yakin bisa membawa mobilmu dengan aman sampai ke kantor?”


Evan tak ingin lagi gede rasa, Xena bisa saja meminta kunci mobilnya kemudian menelepon taksi online untuknya.


“Untuk apa? aku bisa sendiri, kakiku hanya bonyok tidak sampai diamputasi,” jawab Evan jual mahal.


Xena tak menyerah, dia rogoh kunci mobil Evan yang ada di kantong celana pria itu. Mereka pun saling berhadapan, dengan santainya Xena menaikkan tangan dan membuka mobil Evan dengan gaya arogan.


“Cepatlah Ev! Mumpung aku masih baik,” ucapnya masih dengan muka sombong.


Evan mendecih dan membuang muka, tak ingin berdebat karena rasa perih dan ngilu, dia pun masuk ke dalam mobil. Beberapa menit kemudian lirikan dari Xena membuatnya mengernyit, hingga kepala gadis itu memberi kode untuk memasang sabuk pengaman.


“Sikuku sakit Xen, aku tidak bisa menariknya.” Evan tiba-tiba mencari alasan.


Xena mendengkus kasar, hingga dia bergerak meraih sabuk pengaman di sisi kiri Evan tanpa rasa curiga. Posisi pipinya yang begitu dekat dengan wajah Evan pun tidak disia-siakan oleh pria itu. Bibir Evan yang hangat menyentuh permukaan pipi Xena, ciuman itu sukses membuat gadis itu membelalak karena kaget.


_


_


_


_


_


Hai, ada yang kangen ENaa? Mohon maaf ya geng, aku 3 hari kemarin nggak UP. Setiap weekend rencananya aku nggak akan UP novel di sini, kemarin mau UP tapi tiba-tiba ada kerjaan RL yang nggak bisa ditinggalkan.


Aku makasih banget kalian masih mau setia nunggu UP tulisanku. Kondisi badanku sedikit drop dari kemarin, kalian jaga kesehatan ya. Kalau mau cari aku bisa ke IG @nasyamahila


Love you