Suami Palsu - 40 Days Husband

Suami Palsu - 40 Days Husband
Bab 27


Sore harinya, Dimitri yang mendengar bahwa Xena sudah pulang memilih datang ke rumah Hari, awalnya dia berniat menunggu Xena berkunjung, tapi mengingat hubungan sang putra dan gadis itu tidak dalam kondisi yang baik, Dimitri ingin membantu Evan membujuk dan menjelaskan pada besan dan menantunya, tapi dia sukses dibuat terkejut melihat putranya sudah berada di sana, bahkan Xena nampak berdiri disebelah Evan dengan koper dan sebuah tas besar.


Tanpa menunggu lama, Pria itu turun dari mobil dan mendekat, ia semakin syok melihat Hari menyeka air mata dan menyedot ingus.


"Papa, aku 'kan tidak pergi jauh. Aku akan mengunjungi Papa setiap hari," ucap Xena yang tak tega melihat kesedihan Hari.


Dimitri yang kebingungan pun lantas bertanya. Ia tersenyum lebar saat Evan menjelaskan bahwa Xena akan kembali pulang ke rumah bersamanya. Tak berselang lama mereka pergi, meninggalkan Dimitri untuk menghibur Hari.


_


_


_


"Papamu sepertinya sangat takut padahal aku tidak sedang menculikmu."


Evan melirik Xena yang sejak tadi menatap keluar jendela mobil, mukanya jutek, meski begitu Evan tak gentar.


"Dia pasti bahagia jika kita datang membawa kabar akan segera memberi cucu," goda Evan.


Spontan Xena menoleh, dia heran dengan pria yang masih berstatus sebagai suaminya ini, entah hanya bergurau atau serius, tapi pikiran Evan yang tidak jauh dari perkembangbiakan membuat Xena deg deg ser tak nyaman.


"Jangan harap aku mau tidur denganmu," ketus Xena.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah, dan Xena langsung menuju kamar tamu di lantai atas. Gadis itu membiarkan pembantunya membawakan barang miliknya, sedangkan Evan hanya tersenyum dan perlahan ikut menaiki anak tangga. Pria itu terus menyembunyikan tawa saat melihat Xena mematung di depan pintu kamar tamu yang dulu menjadi kamarnya.


Xena menoleh, mukanya cemberut masam. Ia pun berbalik, berjalan cepat melewati Evan dengan sorot kesal menuju kamar utama.


"Kekanak-kanakan," cicitnya mendapati kamar tamu kosong melompong. Evan memang sengaja menyingkirkan semua furniture agar mau tak mau Xena tidur bersamanya.


_


_


_


"Apa kamu tidak ingin menata bajumu ke dalam lemari?" tanya Evan mendapati Xena mengambil baju ganti dari koper tanpa berniat memasukkannya ke dalam lemari setelah mereka makan malam bersama.


"Wah ... apa mungkin kamu berniat minggat lagi? dengan begitu kamu tinggal menutup koper dan pergi? pintar sekali," sindir Evan.


Bukannya tak mendengar tapi Xena memilih mengabaikan, terserah suaminya itu mau berkicau sampai mulutnya berbuih pun dia tidak akan peduli.


Melihat Xena terus-terusan sewot, Evan malah merasa senang. Dia duduk di tepian ranjang, menunggu Xena keluar dari dalam kamar mandi untuk menggoda lagi.


Namun, saat Evan hendak melancarkan aksi kembali, dia malah dibuat terkejut karena Xena keluar kamar mandi dengan daster batik model batwing dan rambut dicepol tak rapi. Kening pria itu terlipat halus, heran dengan tingkah sang istri.


Dulu Xena selalu memakai piyama satin seksi meski berbeda kamar dengannya, tapi kini di saat berada dalam satu kamar kenapa gadis itu malah berpenampilan seperti ini? Meski tetap nampak cantik dan seksi, tapi tetap saja ada yang kurang menurut pandangan Evan.


Tanpa bersuara Xena naik ke atas ranjang, menarik selimut lantas memiringkan badan memunggungi posisi Evan. Ia bahkan sengaja mematikan setengah lampu kamar yang berada di bagiannya, hingga kamar itu seolah memiliki dua daerah teritorial sekarang.


Xena pikir Evan akan pergi ke ruang ganti, mengambil baju lalu masuk kamar mandi, tapi ternyata dugaannya salah, masih dengan kemeja dan celana panjang, Evan naik ke ranjang. Pria itu masuk ke dalam selimut dan tersenyum menatap punggungnya.


"Bukankah ini menyenangkan Xen? kita bisa berbagi ranjang dan selimut," ucap Evan. "Bahkan dulu kita tidak sampai satu bulan bersama karena kamu pergi tanpa pamit."


Tanpa menoleh, Xena menjawab ucapan Evan. "Menyenangkan apa? bagiku ini lah yang disebut musuh dalam selimut," ketusnya.


_


_


_


Like


Komen


bagi hadiah


jatah Up kemarin, maaf ya kemarin hujan deras listrik mati jadi sinyalnya ndut-endutan 🤣


note : di Up jam 3 pagi pas kebelet dan aku ingat pasti kleyan menunggu aku yang cantik julita ini, percayalah dalam kemulesanku wajah kleyannn terbayang-bayang.


sweet kan aku????