
Xena geram, dia tidak menyangka bahwa Evan akan dengan sengaja membuatnya berada di posisi sulit. Tawaran untuk menjadikan pria itu suaminya selama 40 hari di tolak mentah-mentah. Memutar otak, Xena tersenyum saat mendapat sebuah ide cemerlang.
“Maafkan aku Dev, maafkan! Ini hanya satu-satunya cara,” gumam Xena yang memilih membawa mobilnya ke kantor Dimitri.
Sesampainya di sana, Xena langsung menghubungi Devgan. Dia sengaja menunggu di lobi sambil melihat ke kanan dan kiri, berharap Evan keluar atau setidaknya Dimitri yang melihat dia menemui Devgan, agar bisa melapor ke Evan.
“Xen!”
Suara Devgan yang memanggil membuat Xena menoleh, dia lantas berdiri dari sofa dan menghampiri pria itu.
“Ada apa tiba-tiba datang? Kenapa tidak mengabari?” tanya Devgan dengan sumringah.
“Aku kebetulan lewat jadi aku mampir, bagaimana kalau kita minum kopi? Aku akan mentraktirmu,” ucap Xena dengan senyuman lebar, hingga saat dia berjalan beriringan dengan Devgan, langkah kakinya terhenti karena tali tas yang melingkar di pundaknya ditarik oleh seseorang.
Xena menoleh, dia tertawa girang di dalam hati mendapati Evan yang bermuka masam. Ini lah yang dinamakan kebetulan yang disengaja.
Beberapa menit yang lalu
Evan baru saja naik dari parkiran ke lantai di mana ruangan Dimitri berada, seperti biasa ingin membicarakan urusan bisnis dengan sang Papa. Ia tidak kaget mendapati Devgan keluar dari ruangan papanya. Namun, seketika gusar saat Devgan berucap dan dengan jelas terdengar di telinganya.
"Iya Xen. Kamu di kantor? baik aku akan segera turun."
Devgan bahkan tidak menyapa Evan dan berlalu begitu saja. Mendengar sang sepupu menyebut nama gadis yang disukainya, Evan terdiam. Dia berpikir sejenak sebelum memilih menyusul sepupunya ke bawah.
_
_
_
"Mau ke mana?" tanya Evan dengan sorot tajam ke Devgan.
"Aku ingin pergi minum kopi dengan Dev, kenapa?"
Evan menoleh, masih dengan tangan yang mencengkeram erat tali tas Xena. Tatapannya seolah ingin mengatakan bahwa dia tidak mengizinkan keduanya pergi.
Evan melepaskan tali tas Xena, menatap tajam putri kesayangan Hari itu dengan sorot mata mengancam. "Ayo kita bicarakan masalah tadi!"
"Tidak bisa, aku ingin pergi minum kopi bersama Dev."
Xena masih mencoba sedikit jual mahal dengan menolak permintaan Evan. Hingga, pria itu meraih pergelangan tangan dan menariknya untuk menjauh dari sang sepupu.
"Dia milikku, seharusnya kamu paham akan hal ini," ucap Evan dengan sombongnya.
"Dev maafkan aku, tapi ini yang aku cari," gumam Xena dalam hati.
Namun, sepertinya keinginan Xena tak berjalan sesuai rencana. Devgan malah meraih sebelah tangannya, membuat dia terkejut bahkan Evan sampai mengerutkan kening dan menautkan alis.
"Cukup berpura-pura mencintainya Ev, kali ini aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Xena," ucap Devgan dengan sorot mata menusuk seolah ingin memulai peperangan.
"Siapa kamu mengaturku?" Evan tersenyum sinis sambil menarik tengan Xena ke arahnya dengan kencang. Tubuh gadis itu pun membentur tubuhnya karena Devgan sengaja melepaskan cekalannya ke Xena.
"Lihat! kamu bahkan menyakitinya. Sebagai seorang yang mencintainya kamu seharusnya sadar menyakiti Xena dengan menarik tangannya," sindir Devgan.
"Tidak, aku menarik tangannya karena aku begitu sangat mencintainya, aku tidak ingin melepaskannya ke pelukan pria lain," jawab Evan dengan angkuh.
_
_
_
_
Like
Komen
kalau komennya pelit aku up 1 bab aja sehari ya geng 😛😂