Suami Palsu - 40 Days Husband

Suami Palsu - 40 Days Husband
Bab 58


“Kalian!”


Hana jelas saja terkejut. Dan Xena mulai panik, dia berdiri sampai tak sengaja menubruk piring makannya hingga menyebabkan bajunya kotor.


“Bu … bu Hana.” Xena ketakutan, sementara Evan bersikap santai dan malah tersenyum manis.


“Aku sudah menduga kalau kalian memiliki hubungan.”


DEG


Jantung Xena rasanya hampir copot, apa lagi wajah Hana terlihat sedikit sinis menatapnya. Namun, tak lama wanita tua itu tersenyum dan berucap-


“Apa kalian sudah move on dari pasangan masing-masing?”


“A-a-apa?” Xena bingung, dia tatap Evan seolah memberi kode agar pria itu mau membantunya. “Ayo Ev bicara!” gumam Xena di dalam hati.


Evan menaikkan alis matanya, dia sok bingung dengan kode yang diberikan Xena, sampai gadis itu dengan sengaja memukul lengannya, barulah Evan tertawa.


“Ya, kami tak sengaja bertemu di sini, Xena juga menginap karena ikut pelatihan pengelolaan keuangan dana CSR perusahaan kita.” Evan melirik dengan ekor mata, dia berniat meminta imbalan untuk pertolongannya kali ini ke Xena nanti.


Prawira dan Hana pun tidak menaruh curiga dan tidak ingin berbicara banyak lagi. Keduanya ternyata ke hotel hanya untuk menikmati hidangan dari chef kesayangan mereka. Melihat apa yang dimakan Evan dan Xena, Prawira pun mengajak keduanya untuk menyantap hidangan yang akan dimasak oleh chef favorit mereka.


Tak ingin menolak karena menu makan malam yang ada di piringnya memang tidak menggugah selera, Evan pun mengiyakan. Namun, Xena terlihat kikuk, sampai Hana harus membujuk, wanita itu bahkan mengulurkan sapu tangan ke Xena agar gadis itu bisa membersihkan noda di bajunya.


_


_


_


“Coba lah! ini wine paling enak,” ucap Hana sambil menuangkan minuman berwarna merah tua ke gelas Xena. Gadis itu menatap Evan, dan pria itu hanya membalas dengan senyuman kecil.


“Saya tidak biasa minum, saya takut mabuk,” ucap Xena.


“Sedikit saja,” bujuk Prawira dan pada akhirnya Xena menyesap sedikit cairan itu dari dalam gelasnya.


Mata Evan membeliak, Xena malah meminta satu gelas lagi. Hidung dan telinga gadis itu sudah memerah, entah apa yang dia pikirkan tadi yang pasti dia mulai cegukan dan tertawa seperti orang gila.


“Apa kamu mabuk?” Hana menggoyang lengan Xena dan gadis itu malah tertawa.


Pipi Xena terlihat merona, hingga pada akhirnya Hana meminta pelayan mengantar gadis itu ke kamarnya.


Evan glagapan karena kunci kamar ada padanya. Sebuah ide gila terlintas mendadak dalam pikiran. Ia lempar pelan kunci itu ke bawah meja agar dikira jatuh.


“Ini kunci kamarnya.” Evan memungut kembali kunci itu dan memberikannya ke pelayan hotel.


“Aku akan mengantarnya sampai ke kamar,” ucap Hana yang khawatir dengan keadaan Xena, ia merasa salahnya membuat Xena mabuk seperti ini, tapi Evan dengan siaga berdiri. Pria itu berkata akan mengantarnya ke kamar.


“Jangan! biar aku saja.” Hana takut jika terjadi sesuatu yang buruk ke Xena, bagaimana pun dia melihat Evan dan gadis itu berduaan tadi.


Akhirnya Evan kembali duduk, dia berbincang dengan Prawira tentang bisnis mereka.


***


Satu jam kemudian dengan kunci yang dia minta dari resepsionis, Evan masuk ke dalam kamar. Ia melihat Xena yang tidur tanpa selimut. Istrinya itu nampak meringkuk dan terlihat sangat cantik.


Setelah mengganti bajunya Evan berbaring tepat di samping Xena, dia tatap lekat wajah cantik gadis itu. Tak Ia sangka Xena tiba-tiba memeluknya, perlahan gadis itu membuka mata.


"Ev ... Evan!"


_


_


_


_


iya Xen, opo? 🤣🤣🤭