Suami Palsu - 40 Days Husband

Suami Palsu - 40 Days Husband
Bab 60


Xena mengerjab karena silau yang menusuk indera penglihatannya, perlahan dia menjauhkan kelopak mata dan melihat siluet tubuh kekar Evan yang membuka korden. Menutup mata dengan punggung tangan, ia merasakan pusing yang tak tertahankan.


“Apa semalam aku mabuk? Apa yang terjadi?” Xena sontak bangun dan menyibakkan selimut, tingkahnya membuat Evan yang masih berdiri di dekat jendela kaget. Pria itu sadar dengan kemungkinan apa yang sedang dipikirkan Xena.


“Fantasimu liar,” goda Evan yang melihat dada Xena naik turun, gadis itu jelas kaget dan mungkin menganggap dia sudah melakukan hal yang tidak senonoh, meski jika ingin melakukannya semua itu sah-sah saja karena mereka adalah pasangan suami istri.


“Ev, sebaiknya kita pulang saja hari ini,” ucap Xena, ia bangkit dari atas ranjang tapi tubuhnya sempoyongan, dia ambruk terduduk di tepian ranjang dan membuat Evan tertawa geli.


“Tidur lagi saja!”


“Tidur apa? kamu sengaja membuka jendela, bukankah itu artinya kamu sengaja membangunkan aku? kamu itu kadang seperti air dan kadang seperti api, susah sekali dipahami,” gerutu Xena.


“Aku hanya ingin mengintip keluar sebentar, bukan maksud hati membangunkanmu.” Evan mendekat ke arah nakas, membuka satu botol air mineral dan memberikannya ke sang istri. “Berhentilah memasang muka masam! bahkan semalam kamu menciumku dan melakukan pemanasan.”


“Brttt …. “ Xena tak bisa menahan keterkejutannya, air yang baru saja ditenggak sampai dia semburkan keluar, beruntung Evan dengan sigap menghindar.


“Bohong!” elak Xena.


Mata gadis itu semakin membelalak lebar tatkala Evan menurunkan kerah baju dan menunjuk lehernya, “Kamu bahkan memberiku tanda ini.”


Sungguh Xena ingin menenggelamkan diri ke kolam lele milik papanya, benarkah dia melakukan itu ke Evan. Gila, seharusnya dia tidak meminum miras kemarin.


“Bagaimana bisa aku percaya? Kamu pasti menipu. Aku tidak mungkin melakukan itu, jika aku melakukan itu sungguh jelas kamu pasti akan menerkamku seperti hewan buas.” Untuk menutupi malu, Xena menyalahkan Evan.


“Ish … ish , jika tahu kamu akan bersikap seperti ini aku lepas saja jangkar titanicku kemarin.”


“Titanic apanya, memang sebesar itu?” gumam Xena.


“Xen bukankah kamu sudah pernah merasakannya lebih dari dua kali.” Evan ternyata mendengar gumamannya, dan semakin membuat Xena merasa malu.


“Aku sudah lupa!” Bentak Xena dan langsung melotot, bukankah ini berarti dia mengakui dan masih mengingat tentang hal itu? menenggelamkan titanic ke Samudra Atlantik.


“Sudahlah! sepertinya aku masih belum sadar, jangan mengajak aku berbicara lagi.” Xena berjalan ke kamar mandi, lebih baik mengguyur seluruh badan agar dirinya lekas sadar. Jika terus seperti ini bukan tidak mungkin dia akan dengan sendirinya menyerahkan itu ke Evan.


_


_


_


“Kenapa menatapku seperti itu? aku tahu aku tampan, jika kamu menatapku lebih dari tiga menit aku bisa pastikan kamu akan jatuh cinta.”


“Narsis sekali kamu, kamu pikir kamu paling tampan di dunia ini?” Xena memalingkan muka setelah menyimpan ponselnya ke dalam tas. Demi apa pun, dia akui Evan memang tampan dan pada awalnya Xena menyukai pria itu juga karena ketampanannya, tapi karena tingkahnya yang berani berselingkuh jelas tidak bisa dia maafkan.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah, Xena yang berharap bisa kembali beristirahat dibuat terkejut dengan keberadaan sang mertua di sana. Dimitri dengan santainya melambaikan tangan, berpikir bahwa sang anak dan menantu baru saja menghabiskan waktu berdua.


“Kenapa Papa datang ke rumah tanpa memberi kabar?” tanya Evan yang juga tidak tahu bahwa sang Papa akan ke sana.


“Sejak kapan harus meminta izin untuk datang ke rumah anak sendiri, iya ‘kan Xen?” tanya Dimitri ke sang menantu. Melihat wajah Xena sedikit pucat, pria itu berpikiran yang macam-macam.


“Mungkinkah kamu sedang-“ Dimitri menjeda kalimat, tangannya membentuk setengah lingkaran di depan perutnya yang sama sekali tidak seksi.


“Apa Pa? busung lapar?”


_


_


_


_


Geng apa kalian masih di sini? aku kembali, maaf kemarin aku butuh waktu menerima kenyataan dibikin patah hati cinta pertamaku insialnya NT wkwkkwkwk


Terima kasih masih mau baca, akan aku up rutin ya Bismillah


Jangan lupa komen dan like