Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
97. Jalan - Jalan


Setelah membersihkan diri, Karina turun kebawah, Karina Malu - Malu saat Melihat Keluarga Leon yang sedang berkumpul diruang keluarga.


Karina memberikan salam pada keluarga Leon " Pagi..om ,Tante , Laura .." Sapa Karina Sopan.


Frista berdiri,dia menghampiri Karina dan Tersenyum " Pagi Juga sayang , Ayo duduk dulu " Frista memapah Karina untuk duduk bersama mereka.


Karina Masih merasa canggung, pasalnya ini pertama Kali dia menginap dirumah seorang pria. apa lagi ada Keluarganya yang sedang berkumpul.


Marvin bertanya pada saat Karina sudah duduk " Tolong maafkan Leon yah Karina, dia masih sering plin plan jika mengambil keputusan , Aku harap kamu mengerti itu " Ucap Marvin Lembut.


Laura menimpali " Benar kak Karina, Kak Leon otaknya sering konslet ,jadi tolong maklumi yah " Cibir Laura Pada kakaknya.


Leon yang kebetulan baru turun dan mendengar cibiran Laura Berkata dengan Sinis " Bocah !!, apa mulutmu tidak bisa mengeluarkan kata - kata baik tentang kakakmu ini !!"


Laura menjulurkan Lidahnya " Emang kenyataannya seperti itu , iya kan, Kak Karina ?" Laura menoleh kearah Karina.


Karina tersenyum kecut, entah Kenapa dia merasa nyaman saat mendengar obrolan keluarga itu, walau Leon dan Laura saling mengejek satu sama lain.


Tapi menurut Karina itu hal yang wajar Buat adik kakak seperti Leon dan Laura, karena Ejekan Mereka menandakan jika mereka peduli satu sama Lain.


" Sudah, sudah, Kalian mau kemana Leon, sudah rapi begini ?" Tanya Frista pada Leon.


" Jalan Bu, sekalian Mengantar Karina pulang Nanti " Jawab Leon Singkat.


Frista dan Marvin mengangguk mengerti, Karina yang menyangka jika Leon hanya akan Mengantarnya pulang terkejut saat mendengar Leon akan mengajaknya Jalan.


Karina sangat Senang Karena setelah sekian Lama akhirnya Leon mau mengajakanya jalan Lagi.


" Yok Berangkat !" Ajak Leon pada Karina dengan Lembut.


Karina tersenyum , dia menoleh ke arah Marvin dan Frista kemudian berpamitan " Om ,Tante kami pergi dulu " Angel Berdiri dan mengikuti Leon disampingnya.


Laura berteriak saat mereka berdua sudah sedikit Jauh " Kak Karina , Awas mata Kak Leon seraing jelalatan , kalau kepergok Colok saja matanya !!"


Leon Mengernyitkan dahi dan mengepalkan Tangannya " Brisik Bocah Tengik !!!" Teriak Leon pada Laura.


Karina terkikik geli melihat tingkah Laku Kakak adik tersebut, dia merasa jika Leon sangat berbeda saat bersama adiknya.


Leon tidak menunjukan dominasinya sama sekali ,berbeda saat dia Bersama para anak buahnya, dia malah terkesan Lebih Menunjukan Sifat abusrdnya yang belum pernah Karina Lihat.


walaupun Leon marah pada Laura ,tapi Menurut Karina Kemarahan diwajah Leon menunjukan Kasih sayang pada adiknya, dia tidak melihat jika Leon benar - benar marah pada Laura.


Leon Membawa Lamborghini Vanenonya yang sudah lama tidak dia bawa, Karena dia akan pergi dengan Karina jadi dia lebih baik membawa Lamborghini Vanenonya agar Lebih Romantis dan elegan.


☆☆☆


Karina dan Leon Sampai disebuah pusat perbelanjaan Kota siegel.


Mereka Berdua Memasuki Pusat permainan, Leon dan Karina bermain bersama layaknya pasangan yang sedang dimabuk Cinta.


Banyak orang yang melihat mereka berdua iri , Pasalnya kecantikan Karina begitu menonjol dibandingkan dengan Wanita Lainnya.


" ada ya.. pasangan yang sempurna seperti itu "


" Tampan dan Cantik, sungguh pasangan yang serasi !"


" Benar - Benar pasangan yang sungguh perfeck !"


Semua orang membicarakan Leon dan Karina , tapi mereka tidak menghiraukannya, Mereka fokus dengan Apa yang sedang mereka jalani sekarang.


Setelah Lelah Bermain, Leon mengajak Karina beristirahat, dan menikmati sebuah Minuman untuk menghilangkan dahaga Mereka.


" Apa kamu senang hari ini ?" Tanya Leon sambil menatap Karina.


Karina mengangguk dan Tersenyum " Aku sangat senang, Leon aku ingin srperti ini Terus " Wajah Karina tiba - tiba jadi Cemas.


Leon mengulurkan Tangannya, dia menyibak Rambut Karina keatas telinganya " Kita pasti akan seperti ini terus , Maaf Karena kemarin aku egois " Uvap Leon sambil tersenyum.


Karina menggeleng " Kamu tidak salah Leon "


Leon menggenggam tangan Karina " Lebih baik kita buka lembaran baru oke !" Ucap Leon sambil tersenyum.


Karina tersenyum , dia sangat senang karena diperlakukan begitu Lembut oleh Leon, Apa lagi sekarang dia bisa bermesraan dengan Leon.


perasaan Karina sungguh sangat bahagia, Hari dimana dia bisa berjalan berdua dengan Leon merupakah Hari - hari terindah menurutnya.


Leon kemudian mengajak Karina berjalan Lagi, mereka berdua bergandengan Tangan tanpa peduli dengan orang - orang sekitarnya yang melihat mereka dengan tatapan Iri.


Saat Sampai disebuah Toko perhiasan, Leon berhenti dan mengajak Karina ketempat tersebut.


" Leon kamu mau ngapain ?" Tanya Karina yang ditarik Leon Ketoko tersebut.


Leon tidak menjawab, dia menarik Karina tanpa meminta persetujuan Karina.


saat didepan Toko , Leon langsung bertanya pada pelayan Toko Perhiasan " Mba apa ada perhiasan yang bagus, jangan permasalahkan soal harga !" Tanya Leon tegas.


Karina terkejut " Leon, tidak usah , ini saja sudah cukup bagiku !" Karina menunjukan Kalung Rose Diaomond yang diberikan Leon.


Leon tersenyum " itu kan hanya tanda permintaan maafku , Kali ini hadiah kusus buat kamu " Ucap Leon sambil menyibak Rambut Karina Keatas telingamya.


Wajah karina merona ,Dia sangat senang sekaligus Malu , pasalnya Leon mengatakan jika dia akan membelikan perhiasan kusus untuknya.


Bukankah dengan begitu dia akan melamarnya, semakin memikirnya Karina Semakin tersipu, jantungnya berdetak dengan kencang.


Perasaanya campur aduk , antara senang , Malu dan khawatir jika Leon akan mengulangi hal yang sama seperti tempo Hari.


Karina menatap Leon lekat - lekat, tapi dia tidak sedikitpun keraguan dimata Leon.


Saat Karina akan berbicara, terdengar suara Wanita menegur Mereka " Leon !!!!"