
Leon kembali Kerumahnya setelah bertemu dengan Tuan Muda dari kerajaan Hayden, Dia merebahkan tubuhnya disofa ruang Keluarga.
Frista yang melihat anaknya seakan banyak Masalah , duduk disampingnya dan Bertanya " Kamu Kenapa Nak ?"
Leon menoleh kearah Ibunya " Leon tidak apa - apa Bu, Hanya sedikit Lelah "
Frista Tersenyum , dia menaruh Kaki Leon di pangkuannya dan Memijitnya " Jika Ada Masalah Cerita sama ibu, Jangan dipendam Sendiri, Kamu ingat waktu kamu Duduk di SMA ?, kamu selalu Menceritakan semuanya pada Ibu, Ibu Tahu jika Kamu sekarang Sudah Sukses, tapi tidak salahkan untuk berbagi dengan Ibu, walau mungkin ibu tidak bisa menyelesaikan Masalah kamu tapi setidaknya ibu Bisa sedikit memberi kamu Nasehat "
Leon menatap Ibunya dengan penuh kasih sayang " Terimakasih Bu, tapi Leon Benneran hanya Lelah , Jika Leon punya masalah pasti Leon bakal Cerita sama ibu "
Leon menurunkan Kakinya dari pangkuan Ibunya.
" ya sudah .., bagaimana hubungan Kamu dengan Karina ?, Sementara Kamu sekarang dekat dengan Angel ?" Tanya Frista menyelidik.
Bagaimanapun Frista sudah tahu Karina dari dulu, pasalnya mereka satu Sekolah Saat SMA , Leon juga sering menveritakan Karina pada ibunya, walau dia belum pernah mengajak Karina Kerumahnya.
Leon Baru teringat dengan Karina, karena dari Kemarin dia disibukan dengan Banyak Acara, dia juga harus mengurus Bili Hayden.
Leon tersenyum kecut " Entahlah Bu, Leon bingung "
Frista mengerutkan Keningnya " Apa kamu lebih memilih Angel ?" tanya Frista menyelidik.
Leon diam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan ibunya , Karena Sekarang Angel dan Karina ada di hati Leon.
Kenapa Leon Lebih Memprioritaskan Angel , Karena dia sudah memakannya , Sementara Kenapa dia tidak segera memberi penjelasan Pada Karina, Karena dia tidak ingin menyakiti Karena , dia juga Sadar jika Nantinya dia harus memilih salah satu diantara mereka , Makanya dia ingin Sedikit menjauhi Karina.
Tapi kenyataannya Hati Leon ragu , saat dia ingin melepas Karina, dia seakan tidak rela , perasaannya semakin Bimbang saat Teringat dengan Karina.
Frista Menghela napas " Nak.., pilihlah yang terbaik jika menurutmu Baik, Jangan sampai nantinya kamu menyesal "
" Benar kata ibu, Cowok kok tidak punya pendirian " Laura yang Baru datang tiba - tiba ikut Menyambar obrolan Mereka.
Leon mengerutkan keningnya " Tahu apa kamu Bocah, ikut campur aja urusan orang dewasa !" Tegur Leon pada Laura.
" Yeh.. emang itu faktanya kan?, Kakak itu orang yang plin - plan, terlalu banyak berpikir , Tapi ujung - ujungnya jika masalah Wanita pasti sakit Hati !" sindir Laura pada Leon.
" Kamu ini ya ..."
" Sudah - sudah, Kalian Ini Selalu saja berantem jika dirumah bareng terus ! " Frista melerai kedua anaknya.
" Leon , bagaimana dengan Sekolah adik kamu ?, apa kamu sudah mencarikannya sekolah Baru ?" Frista mengalihkan pembivaraan agar keduanya akur kembali.
Leon menepuk Jidatnya " Astaga.. aku lupa Bu , Nanti aku Suruh Arin Untuk mengurusnya "
" Masih muda sudah pikun, Hadeh... " Laura Menyindir kakaknya Lagi.
Frista menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya, dia kemudian menyarankan Leon agar Mencari Universitas yang tidak jauh dari Vilanya.
Leon mengangguk Mengerti , sementara Laura tidak mempermasalahkan dia akan masuk Universitas manapun, Karena Bagi dia yang penting bisa melanjutkan Studinya.
Leon Kemudian Menemui Jin diMarkas geng Kong, untuk membahas Masalah Kelompok Demon Lord, dia Berencana untuk menyuruh anak Buah Jin untuk mencari informasi disana.
Karena Leon tidak mau Ceroboh, saat berhadapan dangan Orang yang kuat, Walaupun dia yakin jika dia mampu mengalahkan Mereka dengan Kekuatannya yang sekarang , Tapi dia tidak ingin kejadian Jutaan Tahun yang Lalu terjadi lagi, saat Orang - orang terdekatnya dihabisi semua oleh Musuhnya.
Jin ,Brandi ,Luminas, Edgar ,Baro dan Andreas sudah ada di Ruang Yang biasa digunakan untuk pertemuan petinggi.
Leon Langsung menjelaskan maksudnya, Jin dan yang Lainnya terkejut saat mendengar Penjelasan dari Leon.
" Bagaimana Mungkin Mereka bisa tahu tentang Kita ?" Tanya Brandi Heran.
Jin buka Suara " di antara Kita Ada penghianat, bukankah begitu Maksud anda Tuan Leon ?"
" Penghianat ?, Siapa yang berani menghianati Tuan Leon !!" Ucap Brandi geram.
Brandi kemudian melihat ke empat anak buahnya " apa kalian !!!"
" Braakk !!!" Brandi menggebrak Meja dengan Keras.
Edgar dan temannya menggeleng bersamaan, mereka ketakutan , Luminas kemudian buka suara " Tuan Leon saya berani bersumpah , saya tidak pernah menghianati anda !" Ucap Luminas sambil menundukan kepalanya.
Yang Lain juga mengikuti Tindakan Luminas, pasalnya mereka juga tidak pernah berniat sedikitpun untuk berhianat.
Saat Brandi akan bertindak Lagi , Leon Mengeluarkan Auranya " Diamlah Brandi !" Leon berkata dengan dingin.
' glek ' Brandi menelan Ludahnya, Suasana diruangan tersebut berubah menjadi mencekam, Brandi Langsung duduk ditempatnya, sementara Luminas dan yang Lain merasa berada di ujung tanduk.
Jin menghela napas " Tuan Leon , jangan menakuti Mereka seperti ini "
Leon Kemudian menarik Auranya dan Tertawa " Hahahaha... Brandi , Brandi , Kamu ini tidak pernah Berubah , Kalian Berempat jangan khawatir ,aku percaya dengan Kalian "
Leon diam sebentar kemudian melanjutkan " Jin .. kamu pasti tahu apa yang harus kamu Lakukan pada penghianat inikan ?"
Jin mengangguk " Saya tahu Tuan Leon !"
" Pergilah , Bawa dia kehadapanku !" Ucap leon tegas.
Jin Mengangguk dan Langsung menghilang dari tempat tersebut, sementara yang Lain masih duduk dengan patuh, menunggu perintah dari Leon.
" Edgar , Baro , Andreas dan kamu Luminas , Kalian tingkatkan porsi latihan Kalian, Minta Zasu untuk melatih kalian secara pribadi !"
Leon beralih Menatap Brandi " dan Kamu Brandi , Belajarlah mengontrol emosi kamu untuk meningkatkan kekuatan jiwa kamu, Aku tidak ingin mati Konyol gara - gara tempramen Kamu , Ingat kata - kataku Baik - Baik dan jangan kecewakan aku !"
" Baik Tuan !!" Mereka Berlima serentak menjawab dengan Tegas.
Leon kemudian menyuruh Mereka untuk Bubar, Karena dia juga sudah tidak ada urusan Lagi dimarkas geng Kong, dia juga meninggalkan tempat tersebut.