Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
Kehancuran Bumi ?


Leon menatap para Dewa yang jumlahnya puluhan dengan tidak berdaya , pasalnya dia mengurusi Eros saja sudah susahnya minta ampun.


Leon khawatir jika mereka akan bertindak sesuka hati mereka , pasalnya mereka sudah terbiasa tidak ditentang.


Note : Para Dewa tubuhnya memang ada yang seperti Raksasa ,tapi karena mereka turun ke Bumi ,mereka menyesuaikan bentuk tubuh mereka masing - masing ,agar terlihat seperti manusia biasa .


" jadi bagaimana situasinya Tartarus ?" tanya Helios membuka pembicaraan setelah duduk di sofa ruang tamu.


" Kami sudah menemukan Cara untuk menyegel kekuatan tersebut , tapi ada satu hal yang tidak bisa kita lakukan " Ucap Leon Sendu.


" Maksudnya ?" tanya Helios lagi.


Leon kemudian menjelaskan tentang segel Mutlak yang di berikan Gabriel , dia juga menjelaskan tentang bagaimana cara menggunakannya.


Helios dan yang Lain mengangguk mengerti , Helios tersenyum kearah Theia " Bukankah kamu punya Artefak yang bisa menyimpan Aura kamu Theia ?"


Leon menatap Theia dengan penuh tanda tanya , Theia tersenyum kecut ,pasalnya dia melupakan hal tersebut " Maaf aku lupa , mungkin karena Artefak tersebut sudah aku kasih pada Selene , jadi aku melupakannya "


Leon menghela napas " Kamu ini , Eros panggil Selene kemari !"


" Baik Ayah !" Ucap Eros tegas.


Leon dan Para Dewa kembali membahas rencana yang akan mereka lakukan untuk menyegel kekuatan yang belum diketahui tersebut.


***


Sementara itu ditempat Sarah ,Lucifer dan yang lainnya sedang membahas fenomena alam yang terjadi barusan.


" Lucifer apakah tadi itu..." Tanya Sariel penasaran.


Lucifer mengangguk " Ya.. para Dewa turun dari kayangan !"


" Tapi bagaimana mungkin mereka tahu rencana kita ?" tanya Greda kesal.


" Entahlah... Yang pasti kita harus bertindak terlebih dahulu !, Kita buka gerbang Neraka sekarang !" Ucap Lucifer sambil berdiri.


Sariel dan Greda mengangguk , Mereka bertiga keluar ke halaman belakang Vila Sarah .


Lucifer mengeluarkan Sesuatu dari sakunya , dia meneteskan darahnya dan membentuk Segel.


Benda yang dikeluarka Lucifer perlahan membesar hingga membentuk sebuah gerbang dengan Bentuk kepala Tengkorak.


" Penghuni Neraka , Keluarlah !!!" Ucap Lucifer mulai membuka gerbang tersebut.


" Krieeetttttt !" gerbang tersebut perlahan - lahan terbuka.


Saat gerbang tersebut terbuka , segerombolan skeleton bermunculan dari gerbang tersebut , mereka langsung berhamburan kesegala arah.


Kelelawar Neraka juag bermunculan dan pergi kesegala arah.


Berbagai penghuni Neraka bermunculan ke Bumi , mereka Seolah mau menginvasi Bumi.


Lucifer tertawa " Hahahaha... kalian semua keluarlah , bikin para Dewa sibuk !"


Jumlah mereka sangat banyak , penjaga Neraka sudah di segel oleh Sariel dan Greda saat gerbang neraka terbuka.


***


Skeleton mulai Sampai di pusat kota , mereka menghancurkan apapun yang mereka lihat , Manusia - manusia juga tidak luput dari kebrutalan mereka.


" Ahhhhh !"


" Toloooongggg !"


" Apa yang sebenarnya terjadi ?!"


" Ibu... hiks ..hikss.."


Kerusakan kota tidak bisa di hindari Skeloton dan lara penghuni Neraka semua merajalela di Kota Siegel.


Sekolah Bela diri milik Leon yang pertama kali mendengar kejadian tersebut , mereka langsung bergegas ke kota , pasalnya mereka memiliki kemuatan yang cukup untuk melawan para skeleton.


Andreas yang melihat ribuan Skeleton dan kelelawar Neraka , dia berkeringat dingin " apa yang sebenarnya terjadi !?"


Luminas menegur Andreas ,sambil melawan para skeleton " Cepat hubungi Tuan Leon !"


" Groaaaarrrrr !!!"


Raksasa setinggi 20 Meter dengan tubuh merah darah mengaum keras .


Luminas terkejut " Sial !!, mereka muncul dari mana ?!"


Di Vila Leon , Leon yang sedang mengobrol dengan pra dewa , tiba - tiba ponselnya berdering , dia langsun memngangkatnya " Ada apa Andreas ?"


" Argggghh !!"


" Groaaarrrr !!"


Leon yang mendengar jeritan - jeritan orang - orang langsung berdiri .


" Ada apa Tartarus !? " Tanya Helios penasaran.


" Energi ini... Helios kita harus ke pusat kota sekarang !!!" Ucap Leon sambil mematikan ponselnya.


Para Dewa langsung merasakan Energi Negatif yang sangat pekat di kota Siegel.


Mereka semua salaing menatap dan bergegas mengejar Leon yang sudah berlari terlebih dahulu.


Sementara itu di pusat kota Siegel, Bawahan Leon dan Murid sekolah beladiri sudah banyak yang tumbang.


Karena kebanyakan dari mereka baru mencapai Aura tahap empat jadi mereka masih belum kuat melawan ribuan musauh sekaligus.


" Sraaaattt !!"


" Arggghhhh !"


" Luminas !, Duakkkk !" Andreas menendang Skeleton yang berhasil melukai Luminas.


Sekelempok Skeleton mengahmpiri mereka berdua " Sial !, apa kita akan mati disini !?"


" Aku tidak mau Mati disini !!, Hiaaahhhhh !!!" Andreas menerjang ke arah Ratusan Skeleton yang menegeruminya dan Luminas.


Andreas melakukan serangan Brutal , dia mencoba melindungi Luminas yang sudah terluka parah .


" Duar !


" Duar !


" Duar !


Hujan Api menghujani sekelompok Skeleton yang mengerumuni Andreas dan Luminas.


Andreas menatap kebelakang " Tuan Jin !, Hoss..Hoss....!"


Bantuan demi bantuan bermunculan , tapi tetap saja mereka kewalahan ,karena jumlah Skeleton yang seakan tidak ada habisnya.


Di tambah ada sepuluh Raksasa yang mulai mengamuk di kota tersebut.


Leon menggertakan giginya " utamakan keselamatan warga !!"


Leon menghampiri Raksasa , dia mengikat Raksasa tersebut dengan Teknik Kegelapannya , Helios langsung menghancurkan kepala Raksasa tersebut hingga Tumbang.


Para Dewa sudah menyebar ke berbagai Arah , untuk meminimalisir kematuan para Warga.


" Bruaaaaaaarrrrrr !!!" Seekora Naga Tengkorak menyemburkan Api kesegala Arah.


" Argghhhh !!"


" Argghbbh !!"


" Argggghhh !"


Manudia yang terkena semburan api Naga tersebut langsung menjadi Abu ,karena hangus terbakar.


Kejadia tersebut membuat kota Siegel Luluh lantak , tangisan Jeritan kematian semua terdengar bagai musik Horor yang sedang di putar.


Tidak sampai di situ saja , Karena gerbang Neraka terbuka terus , para penghuni Neraka juga mulai sampai di kota - Kota sekitar .


Kejadian tersebut lebih menakutkan daripada sebuah oerang dengan senjata, banyaknya Monster yang menyerang Bumi membuat Leon dan Para Dewa kewalahan.


Leon menatap Kota yang tadinya damai ,hanya beberapa jam Saja kota tersebut sudah berubah seperti neraka , Mayat yang bergelimpangan ,bangunan yang hancur berserakan dan Api yang berkobar di segala penjuru , Membuat Leon tertegun....


.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tartarus gak lulus review , katanya suruh buat karakter sendiri jangan meniru.


Jadi terpaksa nanti Otor rubah deh 😥😥😏😏