
Setelah kematian Hades , Erobos menatap semua dewa yang sedang berperang , dia meluapkan Aura kegelapannya.
Para Dewa yang sedang berperang sontak saja langsung merasa tertekan , pasalnya Aura Erobos lebih kuat dari mereka semua .
Para Dewa yang terbang berjatuhan ke tanah karena tekanan kuat yang di berikan Aura Erobos , Mereka di paksa berlutut seolah - olah menyembah pada Erobos.
" Hahahaha... anak - anakku , akulah Erobos penguasa alam semesta ini !" Suara Erobos begitu menggelegar.
Para Dewa sontak saja terkejut ,Karena mereka tidak menyangka jika akan ada Leluhur Dewa yang bangkit seutuhnya.
Theia yang melihat tubuh Leon sudah di kuasai penuh oleh Erobos , dia tidak rela.
Theia meluapkan semua Aura cahayanya untuk melenyapkan tekanan Aura kegelapan.
Stelah Theia berdiri ,dia membentuk segel terlarang turun temurun dari leluhur Dewa cahaya.
Selene dan Eros yang melihat itu berteriak " Bunda apa yang kamu lakukan !" Eros meraung tidak berdaya karena tekanan aura kegelapan milik Erobos.
Selene menangis " Bunda jangan ,lakukan itu , hiks..hiks..."
Eros dan Selene yang merupakan anak Theia tentu saja segel terlarang milik keluarganya, karena setiap keturunan dari Dewa Cahaya akan mewarisi segel tersebut.
Walaupun segel tersebut hanya bisa di gunakan satu kali , tapi segel tersebut untuk menguatkan kekuatan cahaya milik penggunanya ,menjadi setara dengan leluhur Dewa cahaya dengan cara mengorbankan nyawanya.
Jadi semua yang menggunakan segel tersebut otomatis akan Mati setelah meluapkan Aura terakhirnya.
Theia tersenyum ke arah kedua anaknya " Eros ,Selene jadilah Dewa yang bijak agar bisa menyetabilkan Alam semesta ini , jangan kecewakan ibunda "
Setelah mengatakan itu , Segel yang di buat Theia bersinar terang , Aura cahaya keluar dari segel tersebut dengan bentuk Siluet Dewa Aether .
Erobos yang merasakan kekuatan Theia meningkat , dia tidak tinggal diam .
Erobos membentuk Ribuan Tombak kegelapan , dia menyerang Theia dengan tombak tersebut.
" Wuuzzzzzz !
" Wuuzzzzz !
" Wuuzzzzzz !
Ganesha yang awalnya menebak jika Leon adalah Ànum rum àlà ,dia merasa tertekan karena ternyata dugaannya salah , ternyata dia menyembah Dewa yang salah, karena menurut Ganesha Walaupun Ànum rum àlà iblis , dia bukanlah iblis yang serakah , di bandingkan Erobos Ànum rum àlà jauh lebih baik dari Erobos.
" Semuanya bantu Nona Theia ,dengan kemuatan terakhir kalian !!!" Ganesha berteriak di bawah tekanan Aura kegelapan.
Semua Dewa yang menyadari jika Erobos sangat berbahaya , mereka yang tadinya saling berperang ,sekarang mereka bekerja sama.
Di bawah tekanan Aura Erobos , para Dewa meluncurkan serangan untuk memblokir ribuan Tombak kegelapan yang akan menghujani Theia.
Theia amsih bertranformasi menerima kekuatan Cahaya yang masuk dalam tubuhnya.
" Duar !
" Duar !
" Duar !
Tabrakan ribuan tombak Erobos bertabrakan dengan teknik semua Dewa yang meluncurkan serangan.
Di alam bawah sadar Leon , jiwanya terlihat terikat oleh aura kegelapan " Ah... ternyata hanya sampai di sini perjuanganku " Ucap Leon lemah yang tergantung di aura kegelapan milik Erobos yang mengikatnya.
Leon sudah tidak punya kemauan untuk bangkit lagi , dia sudah pasrah jika jiwanya akan seperti itu selamanya menjadi inti kehidupan dari Erobos.
Leon mendongak " Theia ?" ucap Leon lirih
Saat Leon memanggil nama Theia , suara panggilan Theia makin terdengar " Leon !!"
Leon teringat denfan Theia , kemudian dia juga mengingat Angel ,Karina , Orang tuanya , Eros , selene dan Semua orang yang dia kenal.
Bayangan mereka semua memasuki alam bawah sadar Leon , membuat Leon menitihkan air matanya " Theia ..."
Di kenyataan Theia yang sudah sepenuhnya bertranformasi , dia mengahampiri Erobos dan Memeluknya , dan Mengurung Erobos dengan Aura cahayanya.
Erobos meraung " Apa yang kamu lakukan , Aether beraninya kau ....." Erobos belum selesai bicara kesadarannya mulai bertukar - tukar denfan kesadaran Leon.
" Argggghhhhh !!" Erobos meraung.
Theia memeluk tubuh Leon semakin Erat " Leon .. kembalilah .."
Di alam bawah sadar Leon, dia mendengar suara Theia semakin dekat " Theia , Theia , Theia.... Selamatkan aku !!!!"
Di kenyataan , Aura kegelapan Erobos mulai melemah karena tekanan Aura cahaya milik Theia .
Erobos memegangi kepalanya " Tidak, Tidak , Tidak mungkin ..... "
" Wuuuuzzzzzzz !
" Slaaapp !" Aura Erobos hilang sepenuhnya .
Theia juga mengalami hal yang sama dengan Erobos , Auranya menghilang , Pelukan Theia melemah , hingga akhirnya terlepas.
Theia pun langsung jatuh , tapi saat dia akan menyentuh tanah Leon langsung memeluknya " Theia !" Leon bersimpuh di tanah dengan memangku Theia.
Theia tersenyum " Sukurlah kamu selamat Leon " Ucap Theia lemah sambil memegang pipi Leon.
Leon menitihkan air matanya melihat Theia yang begitu lemah " Jangan tinggalkan aku Theia "
Theia menghapus air mata Leon " Sepertinya Takdir memang tidak bisa menyatukan kita , jaga anak - anak baik - ba...ik " Tangan Theia melemas dan jatuh kesamping tubuhnya, Mata Theia menutup.
" Theiaaaaaa...!!" Leon berteriak histeris.
Eros dan Selene yang baru sampai langsung menangis , Mereka berdua ambruk di samping Theia dengan air mata yang bercucuran.
Semua dewa yang melihat kejadian itu merasa bersalah , pasalnya mereka tidak memikirkan akibatnya saat mereka sedang berperang.
Helios menghampiri mereka dengan di papah oleh Ganesha , kesedihan yang menimpa Theia tidak pernah habisnya.
Dulu Tartarus yang mengorbankan nyawanya , sekarang giliran Theia , Helios merasa sang pencipta tidak merestui keduanya untuk menjadi pasangan Dewa karena kekuatan mereka yang bertentangan.
Tubuh Theia lama - kelamaan menjadi transparan , hingga sebelum akhirnya menghilang menjadi cahaya - cahaya kecil yang terbang ke langit.
Leon ,Eros dan Selene hanya bisa menangisi kepergian Theia tanpa bisa melakukan apapun.
.
.
.
.
.