
Tentu saja keributan yang di buat Angel dan Karina mengakibatkan semua penghuni rumah berkumpul karena penasaran ingin tahu apa yang terjadi.
Para pelayan melihat Majikannya yang sedang ribut dari kejauhan , mereka tidak berani mendekat lagi karena takut di marahi.
Sementara Jin, Brandi dan Wesley langsung masuk kedalam rumah karena takut ada apa - apa dengan keluarga Leon.
Mereka terkejut saat melihat Angel dan Karina yang sedang bersimpuh di lantai sambil terisak.
Brandi maju dan bertanya " Apa yang sebenarnya terjadi Tuan dan Nyonya ?" tanya Brandi pada Orang Tua Leon.
Marvin menggeleng " Entahlah.. mereka berdua tiba - tiba histeris memanggil - manggil nama Leon " Marvin berkata dengan prihatin.
Brandi menatap Jin dan Wesley , mereka berdua kemudian mengangguk , menyuruh Brandi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Leon.
" Tuan dan Nyonya , sebenarnya Tuan Leon semalam pergi dengan Eros dan Selene " Ucap Brandi menjelaskan.
Marvin , Frista dan Laura terkejut , pasalnya mereka sudah menebak jika Leon pergi ke kayangan bersama anak - anaknya.
Dari atas terlihat seorang pelayan yang bertugas membersihkan kamar Leon tergesa - gesa membawa kertas di tangannya.
" Tuan , Nyonya saya menemukan ini " Pelayan menyerahkan surat tersebut pada Frista.
Angel dan Karina yang tadi keluar dengan tergesa - gesa tentu saja tidak melihat surat yang tergeletak di meja.
Mereka berdua terlalu kalut karena kepergian Leon , jadi mereka tidak menyadari jika Leon meninggalkan sebuah pesan.
Frista membuka surat tersebut.
( Ayah , Ibu , Laura , Angel dan Karina , jika kalian membaca surat ini berarti aku sudah berangkat ke kayangan.
Awalnya aku ingin berpamitan dengan kalian baik - baik , tapi saat aku berpamitan dengan Angel dan Karina mereka tidak bisa mengerti dengan kondisiku , jadi aku terpaksa membuat tidur mereka.
Melihat respon Angel dan Karina , Kalian juga mungkin akan melakukan hal yang sama jika aku akan pergi ke kayangan untuk menyelesaikan masalahku.
Maaf... hanya itu yang bisa aku katakan di tulisan ini , Karena mungkin peluangku kembali ke Bumi sangatlah rendah .
Ayah , Ibu , jaga diri kalian baik - baik , bimbing juga Angel dan Karina seperti kalian membimbing aku dan Laura.
Aku ingin kalian hidup bahagia meskipun tanpaku , Aku juga sudah menyuruh Jin , Brandi dan Wesley untuk terus menjaga kalian semua.
Aku harap Ayah dan Ibu mengerti , Aku tahu mungkin ini berat , tapi setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan.
Aku juga sudah meninggalkan kartu Bank di laci , pakailah uang tersebut agar kalian tidak menjalani kehidupan seperti dulu.
Terimakasih Ayah ,Ibu telah merawatku dari dulu , Terimakasih karena berkat bimbingan kalian aku bisa menjadi manusia seutuhnya.
Dan terimakasih Karena kalian aku bisa bertahan sampai sekarang walau dalam menjalani paitnya kehidupan.
Tetaplah tersenyum , Aku yakin hari Esok akan lebih baik lagi walau tanpa aku.
Tertanda.
Seketika tangis Frista Pecah " Leon !!, hiks ..hiks.." Frista juga ikut ambruk di lantai menangis bersama Angel dan Karina.
Marvin langsung mengambil surat tersebut yang isinya perpisahan , walaupun dia tidak Menangis kencang ,tapi tubuhnya goyah , dia memegangi surat itu dan terduduk di tangga.
Jin , Brandi dan Wesley yang melihat itu sontak saja mereka panik, pasalnya keluarga Leon semuanya seperti menangisi Leon yang telah tiada.
Laura yang awalnya tegar saat Melihat orang tuanya seperti itu, dia juga mulai menitihkan air matanya, mungkin dia terlihat sangat jahil dengan Leon, tapi itu sebenarnya adalah ungkapan kasih sayang pada kakaknya agar dia selalu mendapat perhatian dari kakaknya.
Brandi berteriak " Kenapa kalian diam semuanya !?, cepat bantu Nyonya berdiri !!" Ucap Brandi pada pelayan yang hanya melongo menonton drama tangisan satu keluarga tersebut.
Setelah Brandi berbicara seperti itu, Mereka langsung bergegas menghampiri tuannya , Mereka membujuk, menghibur dan menenangkan majikannya.
Jin Mengambil surat yang jatuh dari tangan Marvin, saat dia membacanya Jin juga ikut terkejut , pasalnya surat tersebut benar - benar seperti surat perpisahan terakhir.
" apa aku akan kehilangan Tuan Lagi " Batin Jin sambil tangannnya gemetaran.
Brandi bingung ingin melakukan apa , Karena dia belum pernah melihat kejadian satu keluarga menangis bersama seperti itu.
Tapi dia teringat dengan kematian keluarganya beberapa tahun yang lalu , Brandi kemudian Buka suara " Tuan ,Nyonya , Tuan Leon bukanlah orang yang lemah , aku yakin dia akan kembali dengan selamat , Bukankah harusnya kalian lebih percaya padi dia, daripada kalian menangisi Tuan Leon yang belum tentu Pergi , akan lebih Elok jika berdoa untuk keselamatannya " ucap Brandi Yakin.
Keluarga Leon menatap Brandi , Marvin menghapus air matanya " Kamu benar , Leon pasti kembali , kita seharusnya percaya dengan Leon , Terimakasih Brandi sudah mengingatkanku !" Karena Marvin seorang pria jadi dia bisa lebih optimis.
Tapi berbeda dengan Frista, Angel, Karina dan Laura , walaupun ucapan Brandi ada benarnya tapi mereka belum bisa menerima kenyataan jika Leon telah meninggalkan mereka untuk saat ini.
***
Di kayangan..
Pertarungan Antara Kratos dengan Dewa Hujan dan Dewa perang hampir di menangkan Kratos, pasalnya Kedua Dewa tersebut sudah banyak menggunakan kekuatannya tàpi Kratos masih bisa menghindari serangan mereka dengan mudah.
Saat Dewa hujan sudah kelelahan , Kratos langsung menerjang ,dia berhasil menebas tangan Dewa hujan.
" Arghhhhh !!" Dewa hujan meraung kesakitan.
Dewa perang yang melihat itu langsung menyerang Kratos , tapi sayangnya Kratos bertindak lebih Cepat darinya.
Pedang Kratos menembus perut Dewa perang , Dewa perang langsung menyemburkan seteguk darah .
Kratos tanpa basa - basi langsung menebas leher Dewa perang dengan pedang yang satunya lagi.
" Wuzzz !
" Sraaakkk !
" Praaatt !! " Darah segar menyembur keluar saat kepala Dewa perang menggelinding di tanah , Kratos mencabut pedangnya dan Dewa perangpun tumbang .
.
.