
Anak Buah Jin menemukan Brandi dan Cen Long yang terkapar di Pinggiran kampung halaman Leon, pasalnya saat Mereka Menjemput Laura Baik - Baik saja Baru setelah mereka sampai di perbatadan Kampung mereka di hadang 2 Pria bertudung.
Cen Long yang Waktu di temukan masih sadar, dia memberitahu semua pesan yang di katakan oleh pria Bertudung agar di sampaikan Ke Leon dan Jin.
saat Pesan Itu sampai , Leon langsung Bergegas Ke tempat tersebut dengan Jin.
di dalam Mobil Leon menggerutu " Sial !!!, Kenapa aku tidak cepat membeli Helikopter !, Kalau begini Mobil ini serasa lambat Banget !"
" Arghhh !!!" Leon berteriak - teriak tidak jelas, Membuat Wesley yang jadi sopirnya menghela napas.
Jin mencoba menenangkan Leon " Tuan Leon , tenanglah , kita pasti akan menyelamatkan Nona Laura !"
Leon Mengepalkan tangannya " Aku pasti akan membunuh Orang itu !" Lagi - Lagi tatapan Leon berubah.
Beberapa Jam Kemudian Mereka sampai di Kota Welington pada jam 10 pagi, Leon dan Yang Lain tidak tidur , Karena mereka fokus agar cepat sampai di sana.
saat Mereka sampai di Gunung Hiro, Leon ,Jin dan Wesley mereka turun dari Mobil dan memanjat Gunung.
Karena dengan Tahapan Aura Mereka , Mereka langsung sampai di puncak dengan sekejap mata.
Leon dan yang Lain Melihat 2 orang pria bertudung .
" Ah... akhirnya kalian datang Juga " Ucap salah satu Pria bertudung.
Leon meraung " dimana Adikku !!?"
" Hoi , Hoi, Hoi .., Tenang saja dia masih Hidup , Sebelum kamu Mati !" ucap Pria bertudung Sinis.
" Cepat selesaikan , jangan Buat Tuan Menunggu !" Ucap Pria bertudung satunya.
Leon mengedarkan pandangannya , dia Melihat Laura yang terikat di pohon tepi Gunung, dekat dengan Pria bertudung yang tadi bicara.
Amarah Leon Membludak saat Melihat Adiknya terikat tak berdaya.
Leon Langsung Melepaskan Auranya ke Tahap 7, Dua Sabit Besar muncul di atas Leon.
Pria bertudung Kaget , Mereka tidak menyangka Jika orang yang mereka incar bisa mengeluarkan Aura.
Pria bertudung yang menjaga Laura Bergumam saat Melihat Aura Leon " Kenapa informasinya salah , Bukankah kata Tuan dia hanya manusua Biasa !" Dia memandangi Leon dengan seksama.
" Jin , Wesley , Kalian Fokus selamatkan Laura , Biar aku yang menangani bajingan Ini !" Leon berkata dengan tegas.
Jin dan Wesley Mengangguk Mengerti , Mereka fokus menyelamatkan Laura, tapi anehnya saat Mereka menyelamatkan Laura.
Pria bertudung yang menjaganya tidak menghiraukan Mereka , Pria tersebut fokus memandangi Leon.
Jin Langsung Melepaskan Laura dan Memberikannya pada Wesley " Brown bawa pergi Nona Laura sejauh Mungkin , Aku akan membantu Tuan Leon !"
Wesley Langsung Menghilang dari tempat tersebut , dia membawa Laura bersamanya.
Leon Memulai serangannya , dia mengayunkan Ke dua sabitnya.
" Wuuszzzz
" Wuuszzzz
Pria yang di hadapan Leon Bisa menghindari sabetan Sabit Leon, Tapi Pepohonan yang ada di sekitar Mereka terpotong dan Roboh.
" Hahaha... Menarik , Ini akan Jadi pertarungan Yang Menarik !" Ucap pria bertudung Senang.
Pria Bertudung langsung Melepas Auranya, seketia Siluet Jin Ifrit langsung Keluar di atasnya.
Mereka berdua saling Serang , Tapi Karena Leon Pemula dan Baru membuka Aura Tahap 7.
" Tuan Leon !!!" Jin Bersiap untuk Menerjang Pria yang Menyerang Leon, Tapi orang yang ada di dekatnya Menendang Jin hingga terhempas.
gerakannya terlalu cepat , Hingga Jin tidak Bisa melihatnya, Jin terhempas puluhan Meter.
Jin masih berdiri Kokoh, tapi dia jadi lebih waspada , Jin tidak bisa asal bergerak, pasalnya Jin tahu jika Lawannya Lebih tangguh darinya.
" Jangan Main - main Lagi Ares, Cepat habisi dia !" perintah Orang yang menendang Jin.
" Cih, Berisik amat !" Ares Mengumpulkan Aura Apinya hingga sebesar Bukit , pohon - pohon yang Merasakan panasnya api tersebut Langsung Layu, bahkan Jin yang jauh darinya juga ikut merasakan Panas tersebut.
" Matilah kau Bocah tengik !!" Ares melemparkan Bola api tersebut ke arah Leon.
Ares pikir dia sudah Menang , tapi dia Terkejut saat Bola api Auranya tiba - tiba Berhenti.
perlahan - Lahan Bola api Tersebut di selimuti Aura Hitam pekat Leon, Hingga Bola api tersebut Hilang tanpa meninggalkan Jejak.
Ares terkejut , Karena dia tidak menyangka jika Aura Tahap 7 , bisa melawan Auranya yang Tahap 8.
Aura Leon masih meluap - Luap , hingga terbentuklah Siluet Tengkorak bertudung hitam yang memegang Dua sabit di tangannya.
Ares tidak Percaya saat Melihat itu , Pria yang di hadapan Jin juga tercengang " Aura Dewa Kematian !" Gumam Pria tersebut.
Leon berdiri tegak dan Menatap Ares dengan Seringai di wajahnya.
" glek " Ares menelan Ludah, entah Kenapa dia merasakan bahaya yang teramat Mendekatinya.
Benar saja , Ares belum Bergerak , Leon sudah ada di depannya .
Leon Menjambak Rambut Ares , dia menebas Aura Ares dan Melahapnya.
Ares Panik saat Auranya terus tersedot Masuk dalam Aura Leon , Dia menciba Melepaskan diri tapi tidak Bisa.
" Kamu pikir Sampah sepertimu bisa mengalahkanku !" Leon menatap Ares Tajam.
Ares semakin Panik , dia berteriak " Weis Tolong Aku !!!"
Leon sudah Muak dengan Ares , dia Melubangi dada Ares dengan Tangannya " Arrrghhhh !" Teriakan Terkahir Ares saat Jantungnya di hancurkan Leon.
Weis yang melihat kejadian itu terkesiap, dia langsung mencoba melarikan diri, Tapi Leon tidak membiarkannya begitu saja.
Leon melancarkan Beberapa Tebasan , Hingga dia mengenai salah satu Lengan Weis.
Tapi sayangnya Weis berhasil meloloskan diri, Leon kemudian Menoleh ke arah Jin.
Jin Memasang Kuda - Kuda , dia tahu jika Leon lepas kendali dia dalam Bahaya.
tapi dugaannya Salah . Tiba - tiba Aura Leon Masuk ke dalam Tubuhnya " Ayo kita pulang Jin !" Ucap Leon Tegas.
Jin terkejut , dia tidak menyangka jika Leon sudah bisa mengendalikan Auranya.
Tapi Jin Melihat perbedaan dalam Nada Bivara Leon , dia terlihat begitu dingin tidak seperti biasanya.
Jin Mengangguk , dia mengikuti Leon di belakangnnya.
Laura terbangun Di bahu Leon " Kakak !" Laura langsung memeluk Leon.
Laura menagis " Hiks..Hiks.. Kakak, aku takut "
Leon mengelus puncak Kepala Laura " Sudah tidak apa - apa , Kamu sekarang sudah Aman !" Ucap Leon Lembut.
Leon Membatin " di kehidupanku yang sekarang , aku tidak akan membiarkan siapapun Menyentuh keluargaku !" Tatapan Leon berubah menjadi dingin.