Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
Adrax Capital


Leon mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk rencana penyergapan dikerajaan Hayden, dia berdiskusi dengan Jin dan Brandi untuk memberikan beberapa masukan.


Karena mereka berdualah yang merupakan Bawahan kepercayaan Leon, jadi dia tidak segan untuk meminta Bantuan Mereka.


" Bagaimana menurut kalian, jika kita datang kesana hanya dengan orang - orang pilihan saja, agar tidak banyak korban yang berjatuhan " Ucap Leon santai.


Jin mengangguk " dari pada kita melakukan serangan Frontal ,Lebih baik memang seperti itu, tapi apakah mereka yang dipilih akan mau menerima ajakan Kita Tuan Leon ?"


Brandi menimpali " Master Jin benar Tuan Leon, Kalau saya pribadi tidak masalah untuk mengikuti Tuan walau harus mempertaruhkan nyawa, tapi apa Mereka nantinya Mau ?"


" Sebenarnya aku juga memiliki pemikiran yang sama dengan Kalian, Tapi mau bagaimana Lagi , mungkin Kita bisa memanfaatkan Teknik Cuci Otak adik Saya !" Ucap Leon Serius.


Jin dan Brandi Manggut - manggut seolah mengerti apa yang direncakan Leon, Walaupun terkesan pemaksaan tapi mereka memang Butuh beberapa orang yang kuat.


" Baiklah ,kurasa cukup sampai disini dulu pembicaraan ini , kita bahas lagi nanti "


" Baik Tuan Leon !" Jin dan Brandi langsung meninggalkan Leon.


Leon yang sendirian diruangan tersebut menghela napas, walaupun dia sudah membuka Aura tahap akhir, tapi dia merasa jika kekuatannya belum bisa mengalahkan kelompok Demon Lord.


Semakin Memikirkannya Kepala Leon semakin pusing dibuatnya.Leon akhirnya memutuskan untuk pulang dan beristirahat dulu dirumah.


***


keesokan harinya, Leon terbang ke ke provinsi Marhaz dengan Helikopternya untuk melihat sendiri perkembangan Adrax Capital.


Sebenarnya tujuan Leon bukan Cuma itu, dia datang keprovinsi Marhaz berharap menemukan seseorang yang kuat.


Leon sengaja tidak membawa Jin ataupun Brandi ,dia melakukan Hal tersebut agar tidak terlihat mencolok.


Helikopter Leon Mendarat digedung Adrax Capital, semua petinggi Adrax Capital bersama Rosalin menyambut Leon dilandasan Helikopter.


Para Karyawan juga sangat penasaran dengan kedatangan Leon, pasalnya ini kunjungan Pertama Bos besar mereka.


" Mudah - Mudahan Tuan Leon tidak bukan orang yang tempramental !"


" kamu benar, jika beliau memiliki tempramen yang buruk bisa gawat nasib kita, karena kita pernah mengikuti Tuan Aliser !"


" Omong kosong apa yang kalian ucapkan, Tuan Leon bukan orang yang seperti itu, Kata Temanku yang berada diprovinsi Haringtown, dan Bekerja di Hart Corporation, Tuan Leon adalah pemuda yang baik, apa lagi dia sangat tampan !" Ucap Seorang Wanita menegur teman - temannya.


" Pemuda ?, Maksud kamu Tuan Leon masih muda ?"


" Ya Benar ,Tuan Leon Masih lebih muda dari kita , umurnya baru 20 an !!" jawab Wanita tersebut.


Semua orang yang membicarakan Leon terkejut, mereka tidak percaya jika Bos besarnya masih berumur 20 an.


Imajinasi Mereka pada Leon sekarang berubah, mereka yang awalnya memiliki Ketakutan, sekarang berganti menjadi kekaguman, pasalnya pemuda yang mampu memimpin perusahaan besar seperti Adrax Capital, pastilah seorang jenius ,apa lagi setelah Adrax Capital dibawah Komando Leon sekarang perusahaan tersebut semakin berkembang.


Rosalin terkejut, setelah beberapa bulan tidak bertemu dengan Leon , Leon berubah menjadi pria yang berkarismatik, tatapannya juga tajam ,tidak seperti dulu yang terlihat seperti pria yang kurang pengalaman.


Para petinggi Adrax Capital tentunya lebih terkejut, Bayangan mereka tentang bos besarnya adalah seorang pria paruh Baya dengan segudang pengalaman, siapa yang mengira jika yang turun dari Helikopter adalah Pemuda yang masih berusia 20 an.


Rosalin membungkuk Hormat pada Leon, saat Leon sudah ada didepannya " Selamat datang Tuan Leon !" Ucap Rosalin tegas.


Para petinggi Adrax Capital pun bergegas mengikuti tindakan Rosalin " Selamat datang Tuan Leon !" uvap Mereka serempak.


Leon menganggukan kepalanya, Rosalin berdiri tegap dan menunjukan jalan pada Leon " Silahkan Tuan Leon !" Rosalin mempersilahkan Leon untuk menaiki Lift terlebih dahulu.


Setelah Leon Masuk , Rosalin dan Walker mengikutinya, sementara yang Lain menunggu Lift berikutnya.


Lift Terbuka dilantai Ruangan CEO, Rosalin membawa Leon keruangan tersebut Bersama Walker.


Saat Leon dipersilahkan duduk diKursi CEO dia mengerutkan keningnya " Kenapa kamu membawa aku kesini ?" Tanya Leon sinis.


Rosalin Menatap Leon tidak berdaya, pasalnya dia memang benar - benar tidak tahu cara berpikir Atasannya tersebut " Tuan Leon, bukankah anda ingin mengecek perusahaan terlebih dahulu ?" Jawab Rosalin sopan.


Leon menghela napas " untuk apa ?, kalau saya mengecek perusahaan Sendiri Apa gunanya kalian ?, atau kalian telah berbuat curang diperusahaan ?"


Kata - kata Leon menusuk Hati Rosalin, dia tidak menyangka jika Leon akan mengeluarkan kalimat tersebut " Tuan Leon apa maksud anda , aku tidak pernah berbuat curang diperusahaan, aku melakukan pekerjaanku sesuai intruksi anda " Jawab Rosalin tegas.


" Terus kenapa aku dibawa kesini ?, aku lelah ingin istirahat bukan ingin bekerja !" Leon mendesah Kesal.


Rosalin menghela Napas " Tuan Leon , anda bisa beristirahat di Ruangan Pribadi CEO " Rosalin menunjukan sebuah pintu pada Leon.


Leon Langsung menghampiri Pintu tersebut dan membukanya, betapa terkejutnya Leon saat melihat Ruangan Yang memiliki Bar kecil, disana juga tersedia sebuah ranjang dan Sebuah Sofa santai yang menghadap langsung kearah luar gedung.


Saat Leon duduk disofa tersebut dia sangat kagum melihat pemandangan Kota Growhil tempat berdirinya Adrax Capital.


Leon tersenyum ,dia menatap Rosalin " kenapa kamu tidak bilang daritadi ,jika ada tempat seperti ini ?"


Rosalin tersenyum kecut , dia tidak menjawab pertanyaan Leon karena takut salah bicara lagi.


Sementara walker tidak berani bicara sepatah katapun, dia hanya menyimak pembicaraan Leon dan Rosalin.


Leon kemudian menegur Walker " Kamu Keluarlah !"


Walker tercengang, belum sempat dia memperkenalkan diri tapi dia sudah diusir, Walker hanya bisa menghela napas dan meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah kepergian Walker Rosalin sangat Canggung karena dia hanya berdua dengan Leon, Rosalin kemudian buka Suara " Tuan Leon, saya permisi dulu, kalau anda butuh sesuatu tinggal hubungi saya "


Leon menyeringai , dia berdiri menghampiri Rosalin dan menggodanya " hei.. apa kamu tidak ingin menemaniku setelah perjalanan Jauh Rosalin ?" Ucap Leon sambil Menciumi Rambut Rosalin.