Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
Binatang Kayangan Bermunculan


Leon mencoba berlari dengan menghampiri Liya , tapi sayangnya saat panah tersebut di luncurkan , Leon dan Liya tidak bisa bergerak akibat tekanan Aura yang begitu besar.


" Li..ya.." Leon mencoba meraih tangan Liya.


" Le..on.." Liya juga melakukan Hal yang sama.


Karena keduanya bukan Dewa tulen , mereka berdua sangat tertekan dengan Aura yang begitu besar tersebut.


" Wuuuzzzzzzz !!!"


Panah tersebut mengarah ke arah Leon dan Liya dengan sangat Cepat .


Liya dan Leon hanya mampu berpegangan tangan ,sambil berusaha membuat sebuah perisai didepan mereka untuk menghalangi panah tersebut.


" Wuuuzzzzzz !"


" Duaaaarrrrrrrrrrrrrr !!!!!!" Ledakan yang di buat panah Aura tersebut sangat Besar ,hingga daerah yang berada disekitarnya luluh Lantak membentuk Kawah yang sangat besar , Vila Sarah juga ikut lenyap.


Sementara itu di seluruh Provinsi Brenton ,semuanya meresaka getaran yang terjadi akibat ledakan tersebut.


Di pengungsian ,semua orang merasakan gempa Bumi yang sangat hebat.


" Apa yang sebanrnya terjadi !"


" Ya ampun.. apakah monster - monster itu masih menyerang ?"


" Ibu ..aku takut !"


" Tuhan .. tolong lindungi kami !"


Semua orang panik, karena mereka sadar jika keadaan di luar sangat menakutkan .


Sementara itu di Vila Leon , Angel dan Karina sangat khawatir , mereka berdua takut jika Leon kenapa - napa.


" Selene , apakah Ayahmu baik - baik saja ?" tanya Karina cemas.


Angel menimpali " Selene ,kamu bantu Ayahmu , tinggalkan kami disini " Angel berlinang Air mata.


Walaupun mereka tidak bisa merasakan Aura , tapi jalinan perasaan mereka sangat kuat , hingga mereka berdua merasakan bahaya yang sedang menimpa Leon.


" Ibu tenang saja , Ayah bukan orang yang Lemah " Jawab Selene mencoba untuk menenangkan mereka berdua , Walaupun dia juga sebenarnya khawatir.


Brandi yang sedang naik Naga bersama Bela ,dia juga merasakan kekhawatiran yang sama pada Leon , pasalnya Leon sekarang selalu melawan musuh - musuh yang kuat.


" Bela apa yang terjadi di depan sana ?" tanya Brandi dengan nada Cemas.


" Entahlah kakak , Aku merasakan Aura yang sangat kuat didepan sana !" jawab Bela jujur.


" Nona Bela , didepan ada manusia yang auranya mirip dengan Nona " Ucap Darksi tiba - tiba.


Bela tersenyum " Ayo percepat Darksi !!"


" Baik Nona !" Darksi langsung menambah kecepatan.


Bela yang sudah di beritahu Darksi ,jika kekuatannya merupakan kekuatan yang diberi oleh seseorang , dia sangat senang saat mendengar jika ada manusia yang kemuatannya sama dengannya.


****


Di tempat Leon ,Asap yang di akibatkan oleh ledakan tersebut perlahan menghilang.


Terlihat sosok Kura - kura Raksasa yang menangkis serangan panah Sarah dengan tempurungnya.


" Apa anda baik - baik saja Tuan ?" tanya seorang pria sepuh yang memapah Leon untuk berdiri.


Leon mengangguk , dia memperhatikan pria tersebut dengan seksama " Kamu....?"


Pria tersebut tersenyum " anda lupa dengan bawahan setiamu ini ?" ucap pria tersebut.


Leon menatap lekat wajah pria sepuh tersebut , pasalnya dia tidak mengenali wajahnya sama sekali , tapi setelah dia melihat kura - kura raksasa , Leon teringat sesuatu " Asphidechelone !!, Kamu ...?"


Leon terkejut ,pasalnya Niks sekarang manusia biasa , padahal dia dulu seorang Dewa yang bertugas menjaga binatang - binatang kayangan milik Leon.


" Kamu jadi manusia ?" ucap Leon terkejut.


Niks mengangguk sambil tersenyum " Waktu saya dengar jika Tuan akan bereinkarnasi kedua kalinya , saya bergegas ke Bumi mencari tubuh manusia untuk menyegel jiwa saya dalam tubuhnya , karena itulah saya berada di tubuh ini !"


" Kenapa kamu lakukan hal itu bodoh !, dengan jadi Manusia kamu akan mati dengan cepat !" Ucap Leon menyalahkan anak buah paling setianya tersebut.


Niks menggeleng " asalkan saya bisa melayani Tuan , matipun saya akan senang " uvap Niks penuh keyakinan.


Leon menghela napas , pasalnya Niks memang sangat setia padanya , ucapan Niks bukan cuma bualan belaka.


Leon mengerutkan keningnya saat mendeteksi jika Aura Niks sangat tipis " Apa yang terjadi dengan Auramu ?"


Niks tersenyum kecut " Saya takut jika akan Mati sebelum menemui anda , jadi saya menyegel kemuatan saya pada seorang anak kecil ,berharap dia akan mewarisi kekuatan Saya untuk melindungi anda saat saya Mati nanti , tapi sekarang saya malah bertemu anda disini !" ucap Niks sambil tersenyum getir.


Leon benar - benar tidak tahu harus tertawa atau menangis, Niks memang bawahan yang paling loyal , karena dua merupakan bawahan pertama Leon waktu masih menjadi Dewa.


Setelah Asap menghilang sepenuhnya , Lucifer terkejut " Binatang Kayangan !!!?"


" Sial !!, Sarah cepat hancurkan kura - kura itu !!" Teriak Lucifer pada Sarah.


Sarah mengangguk , dia sekarang membuat ratusan Anak panah dengan Aura , tentu saja anak panah tersebut dengan ukuran yang besar , walaupun tidak sebesar tadi.


" Wuzzzz


" Wuzzzz


" Wuzzzz


" Duar !


" Duar !


" Duar !


Ratusan anak panah tersebut menghujani tempurung kura - kura tersebut. Hingga mulai retak , Kura - kura meraung kesakitan " Groooaaaarrrr !!"


Niks juga menyemburkan seteguk darah " Hoeekkk !"


" Niks !!, cepat lepaskan segel pemanggilannya !!" ucap Leon khawatir.


Niks tersenyum " Saya tidak apa - apa Tuan "


Niks maju kedepan ,dia menggunakan segel pemanggilan lagi " Keluarlah Phoenix !!"


Dsri segel pemanggilan keluar Phoenix raksasa dengan bulu - bulu Api " Kiaaaaaakkkkkkk !!" Phoenix tersebut berteriak.


" Hoeekkkk !!!" Niks menyemburkan seteguk darah lagi , pasalnya Aura dia sudah sangat tipis.


Niks ambruk dengan satu kaki berlutut di tanah " Lindungi Tuan !!" Ucap Niks.


" Groaaarrrr !!!"


" Kiaaakkkkk !!"


Kura - kura Raksasa dengan Phoenix seakan mengerti ,jika mereka harus melindungi Tuannya .


.


.


.


.


.