
Leon mencoba berlari dengan menghampiri Liya , tapi sayangnya saat panah tersebut di luncurkan , Leon dan Liya tidak bisa bergerak akibat tekanan Aura yang begitu besar.
" Li..ya.." Leon mencoba meraih tangan Liya.
" Le..on.." Liya juga melakukan Hal yang sama.
Karena keduanya bukan Dewa tulen , mereka berdua sangat tertekan dengan Aura yang begitu besar tersebut.
" Wuuuzzzzzzz !!!"
Panah tersebut mengarah ke arah Leon dan Liya dengan sangat Cepat .
Liya dan Leon hanya mampu berpegangan tangan ,sambil berusaha membuat sebuah perisai didepan mereka untuk menghalangi panah tersebut.
" Wuuuzzzzzz !"
" Duaaaarrrrrrrrrrrrrr !!!!!!" Ledakan yang di buat panah Aura tersebut sangat Besar ,hingga daerah yang berada disekitarnya luluh Lantak membentuk Kawah yang sangat besar , Vila Sarah juga ikut lenyap.
Sementara itu di seluruh Provinsi Brenton ,semuanya meresaka getaran yang terjadi akibat ledakan tersebut.
Di pengungsian ,semua orang merasakan gempa Bumi yang sangat hebat.
" Apa yang sebanrnya terjadi !"
" Ya ampun.. apakah monster - monster itu masih menyerang ?"
" Ibu ..aku takut !"
" Tuhan .. tolong lindungi kami !"
Semua orang panik, karena mereka sadar jika keadaan di luar sangat menakutkan .
Sementara itu di Vila Leon , Angel dan Karina sangat khawatir , mereka berdua takut jika Leon kenapa - napa.
" Selene , apakah Ayahmu baik - baik saja ?" tanya Karina cemas.
Angel menimpali " Selene ,kamu bantu Ayahmu , tinggalkan kami disini " Angel berlinang Air mata.
Walaupun mereka tidak bisa merasakan Aura , tapi jalinan perasaan mereka sangat kuat , hingga mereka berdua merasakan bahaya yang sedang menimpa Leon.
" Ibu tenang saja , Ayah bukan orang yang Lemah " Jawab Selene mencoba untuk menenangkan mereka berdua , Walaupun dia juga sebenarnya khawatir.
Brandi yang sedang naik Naga bersama Bela ,dia juga merasakan kekhawatiran yang sama pada Leon , pasalnya Leon sekarang selalu melawan musuh - musuh yang kuat.
" Bela apa yang terjadi di depan sana ?" tanya Brandi dengan nada Cemas.
" Entahlah kakak , Aku merasakan Aura yang sangat kuat didepan sana !" jawab Bela jujur.
" Nona Bela , didepan ada manusia yang auranya mirip dengan Nona " Ucap Darksi tiba - tiba.
Bela tersenyum " Ayo percepat Darksi !!"
" Baik Nona !" Darksi langsung menambah kecepatan.
Bela yang sudah di beritahu Darksi ,jika kekuatannya merupakan kekuatan yang diberi oleh seseorang , dia sangat senang saat mendengar jika ada manusia yang kemuatannya sama dengannya.
****
Di tempat Leon ,Asap yang di akibatkan oleh ledakan tersebut perlahan menghilang.
Terlihat sosok Kura - kura Raksasa yang menangkis serangan panah Sarah dengan tempurungnya.
" Apa anda baik - baik saja Tuan ?" tanya seorang pria sepuh yang memapah Leon untuk berdiri.
Leon mengangguk , dia memperhatikan pria tersebut dengan seksama " Kamu....?"
Pria tersebut tersenyum " anda lupa dengan bawahan setiamu ini ?" ucap pria tersebut.
Leon menatap lekat wajah pria sepuh tersebut , pasalnya dia tidak mengenali wajahnya sama sekali , tapi setelah dia melihat kura - kura raksasa , Leon teringat sesuatu " Asphidechelone !!, Kamu ...?"
Leon terkejut ,pasalnya Niks sekarang manusia biasa , padahal dia dulu seorang Dewa yang bertugas menjaga binatang - binatang kayangan milik Leon.
" Kamu jadi manusia ?" ucap Leon terkejut.
Niks mengangguk sambil tersenyum " Waktu saya dengar jika Tuan akan bereinkarnasi kedua kalinya , saya bergegas ke Bumi mencari tubuh manusia untuk menyegel jiwa saya dalam tubuhnya , karena itulah saya berada di tubuh ini !"
" Kenapa kamu lakukan hal itu bodoh !, dengan jadi Manusia kamu akan mati dengan cepat !" Ucap Leon menyalahkan anak buah paling setianya tersebut.
Niks menggeleng " asalkan saya bisa melayani Tuan , matipun saya akan senang " uvap Niks penuh keyakinan.
Leon menghela napas , pasalnya Niks memang sangat setia padanya , ucapan Niks bukan cuma bualan belaka.
Leon mengerutkan keningnya saat mendeteksi jika Aura Niks sangat tipis " Apa yang terjadi dengan Auramu ?"
Niks tersenyum kecut " Saya takut jika akan Mati sebelum menemui anda , jadi saya menyegel kemuatan saya pada seorang anak kecil ,berharap dia akan mewarisi kekuatan Saya untuk melindungi anda saat saya Mati nanti , tapi sekarang saya malah bertemu anda disini !" ucap Niks sambil tersenyum getir.
Leon benar - benar tidak tahu harus tertawa atau menangis, Niks memang bawahan yang paling loyal , karena dua merupakan bawahan pertama Leon waktu masih menjadi Dewa.
Setelah Asap menghilang sepenuhnya , Lucifer terkejut " Binatang Kayangan !!!?"
" Sial !!, Sarah cepat hancurkan kura - kura itu !!" Teriak Lucifer pada Sarah.
Sarah mengangguk , dia sekarang membuat ratusan Anak panah dengan Aura , tentu saja anak panah tersebut dengan ukuran yang besar , walaupun tidak sebesar tadi.
" Wuzzzz
" Wuzzzz
" Wuzzzz
" Duar !
" Duar !
" Duar !
Ratusan anak panah tersebut menghujani tempurung kura - kura tersebut. Hingga mulai retak , Kura - kura meraung kesakitan " Groooaaaarrrr !!"
Niks juga menyemburkan seteguk darah " Hoeekkk !"
" Niks !!, cepat lepaskan segel pemanggilannya !!" ucap Leon khawatir.
Niks tersenyum " Saya tidak apa - apa Tuan "
Niks maju kedepan ,dia menggunakan segel pemanggilan lagi " Keluarlah Phoenix !!"
Dsri segel pemanggilan keluar Phoenix raksasa dengan bulu - bulu Api " Kiaaaaaakkkkkkk !!" Phoenix tersebut berteriak.
" Hoeekkkk !!!" Niks menyemburkan seteguk darah lagi , pasalnya Aura dia sudah sangat tipis.
Niks ambruk dengan satu kaki berlutut di tanah " Lindungi Tuan !!" Ucap Niks.
" Groaaarrrr !!!"
" Kiaaakkkkk !!"
Kura - kura Raksasa dengan Phoenix seakan mengerti ,jika mereka harus melindungi Tuannya .
.
.
.
.
.