
Angel dan Liya yang melihat keduanya tersenyum , mereka juga ikut senang ,karena bagi mereka kebahagian Leon sangat berarti buat mereka.
Setelah menebus Resep , Leon dan ketiga Wanitanya keluar dari Rumah sakit , Leon terlihat sangat perhatian dengan Karina , dia memapah Karina dengan hati - hati.
Melihat Majikannya keluar dari rumah sakit ,Brandi dan Wesley langsung berdiri untuk menyambut mereka semua.
" Angel ,Liya , kalian tidak keberatankan jika Karina satu Mobil denganku ?" tanya Leon lembut.
Angel mengangguk " Tentu saja kami tidak keberatan , lagi pula cuma naik mobil " .
Liya menimpali " Sudah cepat masuk mobil , Kasihan Karina dia harus istrihat "
Leon tersenyum , dia membawa Karina masuk kedalam mobilnya , di dalam mobil Karina buka suara dengan lemah " Terimakasih sayang ,sudah mau menjemputku "
Leon menggeleng " Jangan bicara seperti itu , sudah kewajibanku untuk mengurus istriku " ucap Leon lembut.
" Oh..ya sayang, sebelum pulang kamu mau makan apa ?, biar aku beliin " ucap Leon bersemangat.
Tapi Karina menggelengkan kepalanya , dia sekarang hanya ingin pulang dan beristirahat , karena tubuhnya sangat lemas.
Leon menuruti kemauan Karina , padahal dia berharap jika Karina akan meminta sesuatu seperti orang nyidam.
Mobil Mereka semua sampai di Vila , Leon langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Karina , Karena tidak tega membiarkan Karina berjalan , Leon mengangkat Karina memasuki Vila.
" Sayang apa yang kamu lakukan ?" tanya Karina Malu.
" Biar kamu tidak cape " Ucap Leon sambil membawa Karina masuk.
Angel dan Liya hanya menghela napas , menurut mereka Leon terlalu berlebihan , seharusnya dia sedikit mengerti perasaan mereka , tapi Angel dan Liya mencoba untuk mengerti ,pasalnya ini pertama kalinya mengurus istrinya yang hamil.
Adapun Eros dan Selene , Dewa tidak terlahir seperti Manusia , Asalkan mereka berhubungan badan , dan keduanya mengkehendaki anaknya terlahir , begitu saja sudah bisa menjadi anak, tanpa harus mengandung terlebih dahulu.
Leon membaringkan Karina di ranjang " Kamu yakin tidak mau apa - apa ?" ucap Leon lembut ,sambil menyibak rambut Karina yang menutupi wajahnya.
Karina mengangguk pelan " Aku hanya ingin istirahat dulu sayang "
" Ya sudah , kalau mau sesuatu panggil aku oke " Ucap Leon sumringah.
Karina tersenyum dan mengangguk lagi , Leon mnyelimuti Karina sebelum meninggalkannya , dia juga tidak lupa menyuruh seorang pelayan agar Stand By di kamar Karina , agar jika Karina perlu sesuatu ada yang mengurusnya cepat.
Leon menghampiri Angel dan Liya yang sedang duduk diruang keluarga, Wajah Leon terlihat berseri - seri.
Leon duduk di tengah - tengah kedua istrinya , dia melirik kedua istrinya " Berikutnya kalian juga harus cepat menyusul " Ucap Leon dengan tatapan Mesum.
Liya mengerutkan keningnya " Aku sudah punya Eros dan Selene , buat apa aku punya anak banyak - banyak ?" ucap Liya santai.
Leon mendengus " Memangnya kamu mengandung mereka ?, nggak kan ?" tanya Leon langsung.
Angel terkejut mendengar ucapan Leon , Karena dia tidak tahu apa maksudnya " tunggu dulu , kamu tidak mengandung Eros dan Selene Liya , Jadi mereka ..? Tanya Angel penasaran.
Liya menghela napas " Walaupun aku tidak mengandung mereka tapi mereka tetap anakku dan kamu apa salahnya tentang itu ?, lagi pula para Dewa memang seperti itukan dari dulu , jika kamu tidak mengkehendaki mereka terlahir , mereka juga tidak akan terlahir !" ucap Liya sedikit kesal.
Leon tersenyum , dia memeluk keduanya " maka dsri itu aku ingin istri - istriku merasakan hal yang sama , saling berbagi sakit yang sama dan tentunya kebahagian yang sama "
" Terserah kamu sajalah , Toh aku juga sudah jadi manusia , cepat atau lambat aku juga pasti akan hamil " Ucap Liya santai.
Angel tersenyum kecut , pasalnya hanya dia yang masih ngeri jika teringat ibunya meninggal gara - gara melahirkannya , malahan Angel sudah berencana jika hamil akan melahirkan denga Operasi Cesar.
Sementara Liya terlihat tenang , dia tidak peduli jika harus hamil atau melahirkan , yang dia pikirkan sekarang hanya ingin bahagia bersama Leon dan kedua anaknya.
Tak berselang lama , Eros ,Selene dan Laura pulang , Mereka bertiga habis pergi bersama untuk jalan - jalan.
Selene menghampiri Ayah dan ibunya ,dia duduk diseberang mereka dengan wajah cemberut.
Leon mengerutkan keningnya " Kamu kenapa ?, habis jalan - jalan kok Murung ?" tanya Leon penasaran.
" Kakak Ayah !!, dia membuat keributan di tempat Wisata yang kami datangi !" Ucap Selene Sinis menatap Eros.
Eros menundukan kepalanya tidak berani menatap Leon , Leon menghela napas ,pasalnya Eros jika keluar rumah pasti akan dapat masalah.
Laura tertawa " hihihi... kakak , Eros lucu , masa petugas Tiket dia hajar gara - gara meminta bayaran tiket , untung saja ada paman Jin ,kalau tidak tahu entah bagaimana nasib petugas tiket tersebut " ucap Laura sambil cekikikan.
Leon mengerutkan keningnya , dia menatap Eros dengan tajam yang sedang menundukan keplanya , padahal Leon tadi berniat untuk memaafkan Eros , tapi setelah mendengar Eros memghajar seseorang amarahnya memuncak.
Saat Leon akan marah , Liya mencubitnya " Sudahlah ,dia hanya anak - anak "
Leon menghela napas " kamu selalu saja memanjakannya , terserah kamu sajalah !"
Leon beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan mereka, pasalnya jika terus ditempat tersebut ,dia tidak bisa mengontrol Emosinya.
Liya menasehati Eros agar dia lebih bisa menahan diri lagi , karena kekuatannya bukan untuk dipamerkan .
Sementara itu sebuah Mobil Roll's Royce Phantom terlihat berhenti di dekat Vila Leon.
Pemilik mobil membuka jendela kaca Mobil, Terlihat seorang Wanita mengenakan kacamata hitam menatap Vila Leon.
" Jadi ini Rumah kamu Leon ?, cepat atau lambat aku akan membuatmu tunduk padaku !" ucap Wanita tersebut dengan Arogan.
" Greda !, kita pulang !" Setelah Wanita tersebut memberikan perintah , Mobil langsung berjalan meninggalkan Vila tersebut.
.
.
.
.
.