Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
36.Luminas Terpojok


kejadian sebelum Luminas masuk ke dalam Kafe.


Leon sedang Negosiasi dengan pemilik Bar, Tapi pemilik Bar hanya diam, yang bernegosiasi dengannya Anak buah Tiger dan Petinggi Geng Eagle.


" Jadi anda akan menjual Bar tersebut Berapa ?" Tanya Leon sopan.


" 30 juta dolar , Apakah kamu punya uang bocah ?!" Jawab Anak Buah Tiger menghina.


Leon mencibir " kamu kira aku Bodoh ?, Bar kecil Seperti itu mana ada harganya 30 juta dolar, 15 juta Dolar aku bayar sekarang !"


sebenarnya jika Leon memiliki uang 30 juta dolar ,dia tidak akan Menawarnya, karena lebih cepat dia menghabiskan uang lebih baik, tapi apa Daya uang Leon hanya 17 juta dolar, jadi dia harus menawar sesuai harga pasaran.


" Hei Bocah !!, apa kamu pikir kamu sedang bernegosiasi dengan siapa ?, apa kamu tahu wilayah siapa ini ?!" ucap Anak Buah Tiger dengan Arogan.


Leon masih berbicara dengan Santai " Apa hubungannya wilayah dengan Harga Pasaran, lagi pula aku menawar sesuai harga "


Anak Buah Tiger menatap petinggi Eagle, dia tahu jika Petinggi Eagle tersebut tempramental , jadi dia ingin menyerahkan urusan tersebut padanya.


Petinggi Eagle buka Suara " Bocah tengik ,jika kamu tidak punya uang jangan buang - buang waktu kami !"


Leon langsung berdiri " Ya sudah..., aku juga tidak terlalu tertarik dengan Bar kecil seperti itu "


Anak Buah Tiger dan petinggi Eagle saling menatap , pasalnya jika Leon mampu membayar 15 juta Dolar ,bukankah dia memiliki uang banyak. jadi mereka berencana merampok Leon , Karena Leon juga tidak membawa orang Lain untuk mengawalnya.


Saat Leon akan melangkah pergi , Petinggi Eagle berdiri " apa kamu pikir , bisa pergi dari tempat ini begitu saja ?!" Ucap dia Sedikit keras.


Leon berhenti melangkah dan membalikan Badan " Kalian pikir ini tempat mbah mu !" Bentak Leon.


Petinggi Eagle langsung mencengkram kerah Baju Leon " Berani sekali kamu bicara seperti itu Bocah tengik !, apa kamu tahu kalau ini wilayah geng Eagle !"


Leon sebenarnya gemetar ketakutan , tapi karena dia ingat jika Luminas bersamanya ,dia mencoba untuk tetap santai, Pasalnya Leon percaya jika Brandi tidak akan mengirimkan sembarang orang untuk mengawalnya.


Leon menyeringai " Terus apa masalahnya Buat ku, Mau kelompok Eagle kek apa kek, itu bukan urusanku , Aku di sini hanya ingin membeli Sebuah Bar ,bukan untuk berurusan dengan kalian !"


Leon sengaja banyak bicara untuk menunggu Luminas datang , Karena survei membuktikan jika di keramaian , mau orang itu sebodoh apa pun mereka akan berpikir dua kali untuk memukul orang yang sedang berbicara, kecuali Orang tersebut tempramennya terganggu.


Tapi dari sudut pandang Leon , Orang yang mencengkramnya sedikit berpengetahuan , walau tempramennya tidak baik.


jadi Leon berusaha mengulur waktu.


Benar saja ,saat Leon berhenti bicara dan pria itu akan memukulnya Luminas Berteriak " Berhenti !!"


Saat mendengar suara tersebut Leon menghela napas , orang yang mencengkramnya juga menghentikan pukulannya dan menengok ke arah Suara .


" Lepaskan dia Bruce !!" Luminas Meninggikan suaranya.


Pelanggan Kafe yang melihat akan ada perkelahian mereka berhamburan Keluar.


Manajer dan pelayan Kafe hanya bisa menonton, pasalnya mereka tahu siapa Bruce Walker.


" Aku bilang lepaskan Dia Bruce !!! " Suara Luminas menggelegar di dalam Kafe.


Bruce melepaskan cengkraman Leon, Karena dia telah di beri tahu oleh Tuannya jangan berurusan dengan geng Kong, kalau tidak mau menerima akibatnya.


Leon membenarkah kerahnya yang sedikit Lusuh karena cengkraman Bruce " Anda Tidak apa - apa Tuan Leon ?, maaf atas kelalaian saya " Ucap Luminas menyesal.


" Sudahlah .. hanya masalah kecil " Leon pura - pura santai.


Luminas sangat Kagum dengan Wibawa Leon ,dia bergumam dalam hati " pantas saja Tuan Kong Menghormatinya, orang ini benar - benar tidak takut apapun "


" Beraninya kamu menyentuh Tuan Leon Bruce !, kamu akan tahu akibatnya !" Suara Luminas begitu tegas.


Bruce mendicih " Cih... apa kamu tidak ingat ini wilayah siapa ?"


Luminas juga tahu jika dia sedang berada di sarang Harimau, dia tidak ingin bertindak gegabah.


Tapi Luminas terkejut saat Leon membalas ucapan Bruce " Ayolah.. apa kamu cuma bisa mengandalkan wilayah kekuasaan, aku ke sini hanya ingin berbisnis !" Leon memasang wajah Kesal.


Bruce sudah tidak bisa menahan emosinya lagi " Tutup Mulutmu Bocah !" Bruce Menerjang ke arah Leon.


Leon panik saat melihat Bruce akan memukulnya, Luminas telat bereaksi " Tuan Leon Awas !"


Leon Mengangkat Kursi Kafe yang terbuat dari besi " Tranggg!!" Pukulan Bruce mengenai Kursi tersebut.


Tapi tetap Saja Leon terdorong mundur beberapa Langkah " astaga.. itu benar - benar bahaya !" Leon mengintip dari balik Kursi.


" Sialan !!!" Bruce memegang tangannya Karena memukul Kursi tersebut.


Luminas menghela napas, dia menatap Bruce denga marah " aku sudah memperingatkanmu Bruce !" Luminas langsung menerjang Bruce.


Bruce yang tangan kanannya masih kesakitan, Cuma bisa menahan serangan Luminas.


Tapi sekuat apapun Bertahan Luminas Berhasil menendang perut Bruce " Bug !"


" Braak !!" Suara Bruce jatuh menimpa Kursi.


Bruce menatap anak Buah Tiger " apa yang kalian lakukan Bodoh !, bantu aku !"


Anak Buah Tiger menggertakan giginya dan menyerang Luminas bersamaan.


" Bak


" Buk


" Bak


" Buk


Suara pukulan yang saling bertabrakan seperti Melodi yang menggema di kafe tersebut.


Walaupun Luminas masih bisa mengimbangi mereka berdua , tapi Bruce tiba - tiba Menendang Luminas dari belakang.


Luminas Terlempar , Pelipisnya membentur Kursi , Hingga darah mengalir deras di area tersebut.


Leon Sangat panik ,wajah santainya sekarang sudah berubah jadi tegang, dia bingung harus melakukan apa.


Luminas bangun Dari Tempaynya, dia menyeka darah yang mengalir ke matanya.


Jika dia harus Melawan Bruce seorang diri mungkin dia akan mengimbanginya, Karena baginya anak buah tiger hanyalah keroco.


Tapi ke adaan membuat dia terpojok, apa lagi sekarang dia tidak bisa membuka mata kirinya karena darah di pelipisnya terus mengalir.


Luminas di hajar habis - habisan oleh ketiga orang tersebut.


Bruce Menyeringai melihat Luminas yang sudah berlumuran Darah akibat benturan - benturan pada Meja dan Kursi Besi yang ada di kafe tersebut " hahahaha... Sayang sekali Luminas , Kamu akan berakhir di sini !"