
Ke esokan Harinya ...
Jin dan yang Lainnya terbangun di kamar Kastil kerajaan Hayden.
" Ini.. Tuan Leon !!" Jin yang teringat dengan Leon ,Langsung Bangkit dan Mencari Leon.
Zendrick ,Markus dan Zasu juga melakukan Hal Yang sama dengan Jin.
Mereka sampai di Aula Kastil berbarengan , Mereka Terkejut saat Melihat Selene yang duduk di samping Leon.
Adras Dan Loyd yang tidak melihat Para Dewa mereka sudah Bangun Terlebih dahulu , Karena mereka tidak Mendapat penghapusan ingatan.
Luka Mereka juga sudah di sembuhkan oleh Selene , mereka terlihat sedang Mengobrol dengan Leon.
Jin dan Yang Lainnya menghampiri Leon " Tuan Leon !!" Ucap Mereka berempat serempak.
" duduklah " Ucap Leon Santai.
Mereka Berempat mengangguk dan Duduk di kursi yang sudah di sediakan, Leon tidak duduk di singgahsana Raja, dia lebih Memilih duduk di Kursi Petinggi kerajaan Hayden.
Leon kemudian buka suara saat semuanya sudah duduk di kursi kerajaan " Zendrick kamu kumpulkan semua orang yang masih setia dengan Kerajaan dan panggil Bili kemari , Kamu dan Bili Bangun kembali pondasi kerajaan Hayden , Markus , Loyd ,Kalian membantu Zendrick di sini , Sementara aku dan yang lainnya akan pulang ke Aldasia !"
Zendrick berdiri " Tapi Tuan Leon , Saya ingin anda yang memimpin kerajaan ini, Tuan Muda belum siap memikul beban yang berat sekarang " ucap Zendrick Tegas.
Leon tersenyum " Zendrick ,Kamu sepertinya salah paham dengan satu hal , Aku tidak pernah menginginkan Tahta Kerajaan , Aku kesini untuk membantu Kalian, Untuk Bili , percayalah dia akan membuat kerajaan ini lebih baik , Aku juga akan terus memantau Kalian dari Aldasia ,aku harap Kita bisa bekerja sama suatu Hari nanti "
Zendrick mengangguk mengerti, orang seperti Leon tidak mungkin menginginkan sebuah Tahta, Karena Zendrick Tahu jika Leon sudah memiliki segalanya.
Leon juga sudah memikirkan hal tersebut matang - matang, dia berencana untuk mengembangkan bisnisnya ,agar Perusahaannya menjadi Nomor satu di Aldasia.
untuk mencapai hal tersebut ,tentu saja Leon tidak mau di repotkan dengan Tahta Kerajaan, dia ingin fokus menyejahterakan Rakyat di Aldasia terlebih Dahulu ,Hingga tidak Ada kesenjangan yang Timpang terlalu jauh di Masyarakat Aldasia.
Leon ingin membangun Negara dimana semua orang Bekerja sama tanpa memandang status, walaupun dia tidak bisa mengubah sifat orang dengan Cepat tapi setidaknya dia ingin secara perlahan merubah pola pikir orang yang haus akan Tahta dengan Cara yang sehat ,agar tidak terjadi pertikaian saat mereka merebutkan Tahta.
" Jin , Zasu dan Adras kita pulang ke Aldasia Nanti Sore " Ucap Leon Santai.
" Baik Tuan !" Jawab Jin tegas.
Mereka semua kemudian menatap Selene dengan rasa penasaran yang sangat tinggi , Selene yang sudah terbiasa dengan tatapan Para Dewa Cabul yang ingin memilikinya, dia tidak menghiraukan Mereka.
Selene hanya diam tidak berkata apapun, Leon yang melihat Anak buahnya menatap Selene dengan penuh pertanyaan hanya tersenyum Kecut, pasalnya dia tidak tahu harus menjelaskan dari mana , Jika dia bilang kalau Selene Anaknya ,mana mungkin mereka akan percaya , jadi Leon hanya diam tidak memberi penjelasan Pada Mereka.
Setelah pertemuan Tersebut , Zendrick langsung menghubungi Bili untuk segera terbang Ke Rasdale.
Leon sengaja melakukan Hal tersebut, Karena dia ingin Bili Mengatur sendiri Kerajaannya tanpa di bantu olehnya.
Tujuan Leon sangat sederhana , Leon ingin Bili Mengerti bagaimana Cara menata Kerajaan dari Nol , agar dia nanti bisa menjadi Raja yang Bijak.
di pesawat Selene yang terus menempel pada Leon, membuat Bawahannya terus bertanya - tanya ,dari Mana Leon mendapatkan Wanita secantik Itu, pasalnya dari Semalam Mereka bertempur , kemarin - kemarin juga Leon tidak terlihat menemui seorang Wanita, Paling dia hanya menemui Zelea.
Tapi Mereka tidak berani menanyakan siapa Selene, dan darimana Leon menemukannya Karena mereka Tahu jika mereka tidak berhak mengetahui privasi Tuannya, jadi mereka hanya menyimpan rasa penasaran mereka jauh di pikiran mereka.
***
Mereka sampai di Aldasia saat sudah dinihari, Brandi dan Anak Buahnya sudah menyambut kedatangan Leon.
" Selamat datang Kembali Tuan Leon !" Brandi dan anak buahnya memberikan Salam.
Leon hanya mengangguk, Pasalnya dia tidak ingin berlama - lama di tempat tersebut.
Leon dan Selene ikut Mobil Yang di kendarai Brandi, sementara Jin dan Yang Lainnya ikut dengan Anak buah Brandi.
Iring - iringan Mobil Mewah Menyusuri Kota Btan dari Bandara Btan International, saat di tengah Jalan Brandi yang sudah penasaran dengan Selene, dia langsung bertanya " Tuan Leon , Baru lagi yah ?" Brandi yang sudah terbiasa bercanda dengan Leon dia tidak ragu - ragu untuk bertanya.
Leon mengerutkan keningnya " Maksud kamu ?" Tanya Leon Menyelidik.
" Itu .." Brandi terlihat mengangkat Alisnya di spion dalam Mobil.
Leon yang mengerti maksud Brandi , Menghela napas " dia Selene Anakku !" Karena Leon sudah percaya sepenuhnya dengan Brandi ,jadi dia tidak bermaksud untuk menutup - nutupinya.
Brandi tertawa " Hahahaha... Tuan Leon Kalau bercanda Bisa saja "
pada dasarnya, mana ada orang yang percaya jika Selene adalah Anak Leon , Perawakan mereka saja sama , Umur mereka juga terlihat sama seperti Angel dan Karina Juga.
Tapi Sebenarnya umur Selene Sudah Ribuan Tahun , di kalangan Para Dewa memang umur segitu masih Remaja , Karena Theia Ibu Selene juga sudah hidup Jutaan Tahun Lamanya.
Tiba - tiba selene Buka Suara " Ayahanda tidak berbohong, Aku memang anak Ayahanda " Ucap Selene Dengan Nada yang sangat Lembut, selembut Sutra.
Brandi yang mendengar hal itu masih tidak percaya , dia tertawa lagi " Hahahaha.. Nona dan Tuan Memang Pandai Bercanda "
Sementara Leon menatap Selene dengan tidak percaya , pasalnya dari Rasdale selene tidak berbicara sama sekali, tapi saat sama Brandi dia mau Berbicara.
....