Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
Bawahan Leon Kalah


Di tempat Lain ,Markus dan Zendrick Kewalahan Melawan Greil yang seorang Diri, pasalnya Zendrick dan Markus Memiliki Aura tahap 8 sementara Greil memiliki Aura tahap 9.


" Hoss..Hosss... " Zendrick dan Markus terengah - engah karena kelelahan, Aura Mereka juga Menipis akibat pertarungan tersebut.


" Hoi..hoi... apa cuma segini kemampuan Kalian ?! " Cibir Greil dengan sombongnya.


Zendrick dan Markus saling Menatap, Mereka sepakat untuk Mundur , seperti Rencana Awal yang diperintahkan oleh Leon.


Mereka berdua Langsung Melesat Mundur dengan kecepatan penuh.


" Cih ..!, apa kalian Pikir bisa kabur dariku !!" Greil Membentuk Segel darah ,dia langsung Melesat Mengejar mereka Berdua setelah mendapatkan Aura Darah.


dengan Sekajap Mata Greil Sudah di dekat Zendrick dan Markus, Mereka berdua terkejut dengan kehadiran greil yang tiba - tiba.


Greil Langsung Memegang Kedua kepala Mereka dan Menghantamkannya ke tanah.


" Blaaaaarrrrr !!!" Tanah Tersebut Langsung Membentuk Kawah degan kedalaman 2 meter.


Zendrick dan Markus Langsung Pingsan ditempat karena benturan yang sangat keras tersebut , Walaupun mereka sudah menyelimuti tubuhnya dengan Aura Mereka Tapi Benturan tersebut mengenai saraf mereka ,hingga Mereka langsung tidak bergerak.


" Manusia Rendahan !!" Greil Melompat dari Kawah tersebut, dia kemudian menggunakan Auranya ,dia Mengangkat Tanah Bermaksud untuk mengubur hidup - hidup Zendrick dan Markus.


Saat dia sudah menggerakan Tanah Tersebut, Seseorang datang dengan sigap Mengeluarkan Zendrick dan Markus dengan Kecepatan Cahaya.


" Blaaaaarrrr !!" Tanah yang di angkat Greil menutup Kawah tersebut.


Greil yang merasa jika dia sudah membunuh keduanya Menyeringai " sampah tetaplah Sampah !!"


Lilit Meletakan keduanya bersandar dibawah pohon , dia kemudian Langsung melesat menerjang ke arah Greil.


Greil Yang menyadari Jika ada Aura yang Mendekat , dia langsung Waspada .


Tapi Gerakan Lilit sangat Cepat , pasalnya dari semua bawahan Dewi Cahaya ,hanya Lilit Yang Memiliki Kecepatan Cahaya


" Wuuzzzzz !!"


" Banggg !!" pukulan Lilit mengenai Wajah Greil, Hingga dia terhempas Puluhan Meter.


" Bllaaaaaarrr !!" Pohon - pohon yang terkena tabrakan tubuh Greil bertumbangan.


Greil Bangun dengan terhuyung - huyung sambil Menyeka darah dari sudut Bibirnya " Cih..., "


Greil Mengumpulkan Semua Auranya, dia kemudian Membuat Badai pasir Hingga Menutupi jarak Pandang di area tersebut.


Greil Mengira jika Lilit akan Terkena efek dari Badai Pasir tersebut , Greil Mendeteksi keberadaan Lilit dengan Auranya.


Tapi Greil Langsung Terlonjak Kaget saat Aura Lilit yang bergerak Cepat kearahnya.


Greil tidak sempat menghindar hingga pedang Lilit Berhasik menembus jantungnya.


Greil Menyemburkan seteguk darah, dia menatap Lilit dengan tidak percaya " Si..sia..pa ka..mu se..benar..nya.." ucap greil Di sela kematiannya.


Badai pasir berangsur - angsur menghilang , Lilit membuka Suara " Beruntunglah kalian yang Mati ditangan kami ,Para bawahan Dewi Cahaya "


Greil Membelalakan mata dan dia Mati dengan Mata Melotot seperti mau keluar dari tempatnya.


Lilit mencabut pedangnya , dia mengayunkan pedang tersebut untuk membersihkan dari sisa darah milik Greil.


Zasu dan Ardas yang menghadapi Loris , kondisi mereka memprihatinkan.


tebasan Aura Angin milik Loris membuat Mereka terluka parah , Bahkan Adras sudah kehilangan satu tangannya.


Mereka berdua sedang terpojok bersembunyi dibawah pohon Besar untuk membalut luka Tangan Adras yang terpotong.


" Saudaraku, kamu pergilah, aku akan menahan dia untukmu " Ucap Adras sambil menahan Rasa sakit ditangannya.


Zasu menggelengkan kepalanya " Aku Bukan pengecut , kita akan menghadapi dia bersama sampai titik darah penghabisan !" jawab Zasu dengan tegas.


" Saudaraku , Kita bukan lawannya , Mereka jauh lebih kuat daripada kita , kamu harus memberitahu Tuan Leon , Percayalah padaku !" Adras menepuk bahu Zasu sambil memaksakan sebuah senyum.


Zasu tahu jika Adras pura - pura tersenyum untuknya , Zasu menitihkan Air Mata " Pengorbanmu Pasti tidak akan Sia - Sia , Aku janji akan membalaskan Dendam untukmu "


Adras Mengangguk " Pergilah !"


Zasu kemudian meninggalkan Adras seorang Diri, Loris yang melihat zasu berlari meninggalkan tempat pertempuran , dia menyeringai " Mau Lari Kemana pecundang !!"


Loris Menembakan Aura Angin dengan Berbentuk Ratusan Pedang kearah Zasu.


Adras langsung keluar dari persembunyiannya, dia meluapkan seluruh Auranya dan Membuat sebuah segel pemanggilan " Larilah secepat mungkin Saudaraku "


Adras Menggertakan Giginya, pasalnya Teknik pemanggilan mengorbankan Jiwa, jika yang dipanggil Lebih kuat dari yang memanggil.


Adras Tahu jika hidupnya akan berakhir setelah melakukan teknik tersebut.


Siluet Kesatria Cahaya muncul dan langsung Menghentikan Serangan Loris.


Adras Menyemburkan Seteguk darah dan langsung ambruk ketanah setelah Pemanggilannya berhasil.


Seseorang yang mengawasi Adras dari Atas Pohon tersenyum " Hooh.. Lumayan juga manusia sepertinya bisa memanggil prajurit cahaya "


" Kakak , Bukankah kita harus menolong Mereka ?" Ucap adik Wanita tersebut.


" Hahaha... Kamu tenang saja Lis, dia tidak akan mati , dia hanya kehabisan banyak Aura " Jawab Wanita tersebut dengan bangga.


" Jadi Kita tidak usah membantunya Kak Flis ?" Ucap Glis Polos.


Flis mengusap puncak kepala adiknya " Ksatria Cahaya sudah cukup untuk mengala..."


" Duaaaarrrr !!!" Kesatria cahaya Langsung Menghilang setelah Mendapatkan Serangan Loris yang sudah Menggunakan Segel Aura Darah.


" Kakak dia menghilang , Kata kakak dia bisa mengalahkannya ?" Gleis Menunjuk tempat Hilangnya kesatria Cahaya.


Flis tersenyum Kecut kearah Adikny, dia menghela napas " Kamu tunggu disini Biar kakak yang menghadapinya !"


Glis Mengangguk , dia duduk diranting Pohon, mengayunkan kedua kakinya dengan santai seperti tidak mengkhawtirkan apapun.


" Slaaap !!" Flis muncul didepan Loris.


Flis mengerutkan keningnya " Bau menjijikan Ini ..., hoohh.. pantas saja Yang Mulia Turun Tangan , Ternyata mereka bersekongkol dengan iblis darah !" Gumam Flis dalam Hati, sambil memandang Jijik Loris.


.