Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
73. Aura Tahap 7


Ke esokan Harinya..


Leon sedang bermeditasi untuk membuka Aura Tahap 4 .


Jin mengawasi Leon agar tidak terjadi Kesalahan saat Leon membuka Tahap ke 4, pasalnya Walaupun Leon seorang pemula tapi Aura Leon tidak bisa di tebak.


Jin juga menyuruh Anak Buahnya Yang memiliki Aura Pengendali darah , seperti Milik Treyas bawahan Drake , untuk Menyegel darah Leon jika tiba - tiba Auranya meledak keluar lagi.


Bawahan Jin yang memiliki kemampuan Kusus rata - rata sudah Membuka Tahap 4 , maka dari itu Mereka sudah bisa mengendalikan Segel darah pada orang Lain.


itu juga harus di lakukan minimal 4 orang, Karena kemampuan Segel darah termasuk kemampuan terlarang, Jin tidak mengajari kemampuan tersebut ke sembarang orang.


Sementara Brandi dan beberapa Asasin Bawahan jin menjaga di luar , Karena Jin tidak Mau Leon terganggu dalam Meditasinya.


di alam Bawah sadar Leon..


" Keluarlah !, bukankah Kamu ingin memberikan aku kekuatan !" Leon yang sudah membulatkan tekadnya untuk menjadi kuat, dia tidak takut lagi dengan Auranya sendiri.


" Hahaha... akhirnya anda datang Lagi " Aura yang awalnya terlihat hanya gumpalan hitam, Sekarang terlihat seperti siluet sebuah Raksasa sebuah Tengkorak Berkerudung Membawa Sabit.


" glek " Leon menelan ludah , dia tidak menyangka jika bentuk Auranya seperti itu.


Leon menggertakan giginya agar dia tidak takut Lagi " Berikan kekuatan Untukku !" Leon berkata dengan tegas.


" dengan senang Hati Tuan " Aura Leon menyeringai. Tubuhnya perlahan Masuk dalam tubuh Leon.


Di dunia nyata..


Tiba - Tiba Tubuh Leon Di selimuti Aura hitam pekatnya.


Jin terlonjak Kaget " Kalian semua bersiap - siaplah !"


Langit yang tadinya cerah di sekitar tempat Meditasi Leon ,Berubah menjadi gelap ,Terdengar dentuman tertahan di tubuh Leon , Menandakan jika dia sudah membuka Tahap 4.


" aktifkan Segel sekarang " Jin berteriak pada Bawahannya, dia juga Fokus Melindungi Anak buahnya dengan Sebuah Harta ilahi pertahanan, agar Aura anak Buahnya tidak di lahap Aura Leon. pasalnya jika dia melindunginya dengan Aura itu sama saja bohong.


Tapi Aura Leon seolah tidak ingin Kalah dari Segel darah bawahan Jin .


Leon Malah membuka Aura Tahap 5, 6 , dan 7 , Leon berteriak saat Tubuhnya Mulai hilang kendali.


Jin Terkejut , Anak Buahnya yang akan menyegel terhempas ke berbagai Arah menabrak Tembok , Mereka Menyemburkan Seteguk darah dan Pingsan.


Semua Orang yang ada di luar juga ikut panik, Karena mereka sudah dengar tentang Aura Leon yang dapat melahap Aura Lainnya.


Tapi Brandi malah bergegas masuk ke dalam, Brandi terkejut saat melihat Leon yang sedang berusaha menahan Auranya " Tuan jin ..!"


Jin mengangguk " Tuan Leon sedang mencoba Melawan Auranya sendiri "


" Arggghhhhhh !!!" Leon Meraung ,menengadah ke langit.


potongan ingatan masa lalunya mulai muncul.


Dia melihat dirinya sendiri duduk Santai di gunungan Mayat dengan Aura Tengkorak yang ada di atasnya.


di depannya dia melihat Ratusan Orang yang sedang berusaha melawannya. dengan berbagai Aura yang mereka keluarkan.


tapi dia terlihat sedang menyeringai ke arah mereka seolah menikmati pertempuran tersebut.


rumah yang tadinya Rapi sudah Hancur akibat sosok Aura Leon.


Leon berteriak " Kembalilah Bodoh !!! "


Sosok tersebut menyeringai ,kemudian masuk kembali ke Tubuh Leon .


" Hoss..Hoss..Hoss .." Leon ter engah - engah Karena Menahan Auranya.


Brandi langsung menghampiri Leon dan memapahnya " Anda tidak apa - apa Tuan Leon !"


Leon mengangkat tangannya, menandakan jika dia tidak apa - apa.


Jin langsung menangkupkan Tinju " Selamat Tuan Leon, Anda Sekarang sudah membuka Tahap 7 "


Brandi terlonjak Kaget " Tahap 7 ?, bukankah harusnya Tahap 4 ?, bagaimana mungkin ?" Brandi menggeleng tidak percaya.


Leon Menghela napas , dia tidak menyangka jika dirinya akan Selevel dengan Jin.


Leon Awalnya ingin memberitahu Jin tentang potongan Ingatan yang tadi dia Lihat, Tapi setelah mempertimbangkannya dia , Lebih baik mencari kebenarannya terlebih dahulu.


Empat Orang yang tadi akan menyegel Leon, Mereka sudah di bawa pergi untuk di berikan pertolongan.agar tidak membahayakan nyawa mereka.


Leon menatap Rumah yang atapnya Hancur akibat kemunculan Sosok Auranya.


" Siapkan Mobil, Kita pulang sekarang " Ucap Leon tegas.


Brandi langsung bergegas menyiapkan Mobil, sementara Jin menemani Leon yang Tertegun penasaran dengan potongan ingatan yang dia lihat.


Jin yang melihat Leon seperti sedang memikirkan sesuatu ,Bertanya " Tuan Leon , Apa ada masalah ?"


Leon tersadar " eh..tidak kok, aku hanya kaget saja bisa cepat Memiliki kekuatan tahap 7 " Ucap Leon tersenyum tipis.


" Tuan Leon Coba keluarkan sedikit Aura anda " Ucap Jin penasaran, apakah Leon sudah bisa mengendalikan auranya atau belum, pasalnya jika seseorang sudah mencapai Tahap 7 , orang tersebut bisa membentuk Aura.


Leon mengangguk , dia mengeluarkan Auranya, tiba - Tiba Aura tersebut berubah menjadi sabit Dewa kematian.


" Ternyata memang benar , Tuan Leon Reinkarnasinya !" Ucap Jin dalam Hati.


Leon bertanya pada Jin saat Auranya sudah terbentuk " apa seperti ini Jin ?"


Jin mengangguk " Coba Anda Ayunkan .." Jin Belum selesai Bicara, Leon sudah mengayunkan Aura sabitnya.


" Wuuuuussss !!"


" Bruaaakkkkk " tebasan Sabit tersebut menyayat apapun yang ada di depannya.


Untung saja semua anak Buah Jin memiliki Insting yang Bagus, hingga dapat menghindar.


Sementara Brandi yang Baru Masuk , dia Diam di tempat karena tebasan Tersebut Pasa di atas kepalanya .


Tubuh Brandi gemetaran, dia merasakan jika Dewa kematian hampir menghampirinya , Brandi pun jatuh terduduk dengan detak jantung yang begitu cepat.


Sementara Leon langsung menghilangkan Sabit tersebut, dia juga kaget karena efek tebasannya akan seperti itu.


Jin Menghela napas " Benar - Benar Monster !" Jin membatin.sambil Menatap Leon dengan tidak percaya.