Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
Welcome Liya !


Keharmonisan mereka harus tertunda saat pintu ruangan tersebut terbuka.


Angel dan Karina bergegas masuk , mereka yang di hubungi Wesley jika Leon dan anak - anaknya menemui seseorang di Rumah sakit , mereka berdua tanpa pikir panjang langsung menuju Rumah sakit tersebut.


" Leon !, siapa yang sakit ?" Tanya Angel saat baru masuk.


Karina menimpali " Kamu tidak apa - apakan ?"


Tapi mereka berdua terkejut saat Leon dan Liya tidak menggubris mereka , Leon dan Liya terlihat sedang bercanda tanpa menghiraukan yang mereka.


Angel dan Karina Cemberut , Mereka berdua menghampiri Leon , Mereka dikejutkan dengan wajah Familiar orang yang sedang berbaring diranjang.


" ka..kamu ?" Angel dan Karina terbata saat melihat Liya yang sangat mirip dengan Theia.


Liya tersenyum " Kenapa kalian kaget ?, apa kalian takut aku akan memiliki Leon seutuhnya ?" Ucap Theia dengan Arogan.


Leon menggelengkan kepalanya , Walaupun sudah jadi manusia ternyata sifat mendominasi Theia tidak berubah.


Angel mendengus " buat apa kami khawatir , orang kami sudah menjadi istri sah Leon " ucap Angel tidak mau kalah.


Leon menghela napas " Sudah, sudah , kita akan hidup bersama, jadi lebih baik mulai sekarang kalian mengakrabkan diri oke !" ucap Leon tegas.


Angel dan Karina mengangguk , sementara Liya hanya tersenyum mendengar ucapan Leon , pasalnya dia juga tahu jika Leon mencintai Angel dan Karina setelah dia menjadi manusia.


Selene dan Eros menghampiri Ibunya, mereka berdua langsung memeluk ibunya " Selamat datang kembali Ibunda " ucap keduanya.


Luna yang menyaksikan hal tersebut merasa dunianya runtuh , Walaupun dia wanita Cantik , tapi ketiga Wanita Leon juga cantik , apalagi Liya yang kecantikannya bagai Dewi.


Luna hanya bisa menghela napas , dia berpikir jika tidak akan bisa masuk dalam kehidupan Leon ,karena Leon telah memiliki tiga bidadari disisinya.


***


Sementara itu Sarah dibawa kesuatu tempat oleh ,Lucifer ,Sariel dan Greda.


Sarah yang masih memiliki kesadarannya sendiri bertanya " Siapa sebenarnya kalian ?" tanya Sarah penasaran.


Ketiganya tiba - tiba berlutut " Nona kami adalah pelayan anda yang akan membantu mewujudkan semua mimpi anda !" Ucap Lucifer tegas.


" Mewujudkan semua mimpiku ?, apa kalian bercanda ?" Sarah tidak percaya, karena menurutnya mereka hanya mengucapkan omong kosong belaka.


Lucifer tersenyum " Saya tahu anda akan meragukan kami , jika anda tidak percaya silahkan anda meminta sesuatu pada kami "


" Baiklah , aku meminta uang yang banyak kalau begitu !" Ucap sarah ketus.


Sariel merobek ruang , dia mengeluarkan sebuah tas besar , dia kemudian menghampiri sarah dan membuka tas tersebut dihadapan Sarah.


Sarah terkejut saat melihat isinya ,terlihat begitu banyak uang didalam tas tersebut, dia menatap ketiga malaikat jatuh yang berada dihadapannya.


Pada dasarnya Lucifer tahu jika manusia pasti akan serakah akan harta , dia sudah menyiapkan segala keperluan Sarah dari awal.


Lucifer tersenyum kembali " Apa lagi yang Nona Mau ,kami akan mewujudkannya "


Sarah mulai sedikit percaya dengan ucapan Lucifer " Baiklah .. Aku ingin orang - orang yang menghinaku tunduk padaku !"


Sarah bertekad dalam hati, dia ingin menjadi Wanita yang tidak mudah ditindas , jika benar ketiga orang yang mengaku akan melayaninya bisa mewujudkan semua mimpinya ,Sarah ingin memanfaatkan hal tersebut.


Sarah tidak tahu jika mereka yang ada didepannya ,adalah orang yang memanfaatkannya , bukan dia yang memanfaatkan mereka.


Sarah tersenyum , dia mulai meminta segala sesuatu yang diperlukannya , Lucifer dan yang lain menuruti perintah Sarah dengan patuh.


***


Ke esokan harinya , Leon meminta dokter untuk mengijinkan Liya pulang.


Dokter memeriksa Liya terlebih dahalu, Dokter terkejut saat memeriksa Liya , dia sudah pulih seutuhnya. Padahal tiga bulan dia koma ,tapi hanya dua hari langsung pulih , hal tersebut membuat para Dokter tidak bisa berkata - kata , Selain Mukjizat yang diberikan tuhan pada Liya.


Setelah selesai mengurus - urus berkas rumah sakit Liya selesai , Leon membawa Liya pulang ke Vilanya .


Liya disambut hangat oleh kedua orang Tua Leon , karena mereka sudah mendengar kabar tersebut dari Angel dan Karina yang pulang terlebih dahulu.


Leon membawa Liya kekamarnya , dia terkejut saat melihat Ranjangnya sudah berjejer dua Ranjang menjadi satu .


Leon menatap Angel dan Karina , pasalnya hanya mereka berdua yang bisa menjelaskan hal tersebut.


Angel tersnyum saat melihat tatapan Suaminya " Tidak usah heran begitu sayang , lagi pula kita sekarang berempat jika satu ranjang akan sesak , jadi kami membuat pengaturan seperti ini "


Karina menimpali " Saudari Angel benar , Karena Saudari Liya tidak mungkinkan dipisah dikamar lain , yang ada nanti kamu malah akan bersamanya terus " ucap Karina Sendu.


Leon tidak tahu harus senang atau sedih , ketiga wanitanya seperti terobsesi dengannya, mereka seolah tidak mau lepas darinya.


Leon menghela napas " terserah kalian sajalah , yang penting aku tidak mau melihat perselisihan diantara kalian !"


" Cup


" Cup


Angel dan Karina mengecup pipi Leon dari kanan dan Kiri " Tentu saja sayang " Ucap Keduanya manja.


Angel dan Karina membawa Liya masuk , mereka berdua ingin mengakrabkan diri dengan Liya secepatnya.


Karena waktu Theia masih menjadi Dewa , mereka berdua tidak berani mendekati Theia , apalagi mengobrol dengannya.


Leon tersenyum , setidaknya dia tidak melihat ketiganya saling memusuhi , itu sudah cukup membuatnya senang.


Leon duduk disofa dia tidak ingin mengganggu Ketiga Wanitanya .Tiba - tiba sistem berbunyi di benaknya.


[ Selamat anda telah membelanjakan 200 juta dolar ,anda akan mendapatkan Cashback 200% sebesar 400 juta dolar, uang telah dikreditkan ke akun Bank anda .]


" Apakah Arin sudah membeli lahannya ?" Gumam Leon lirih.


Benar saja Ponsel Leon langsung berdering , Arin memberitahunya jika lahan sudah dibeli , dia meminta Leon untuk menentukan kapan Proyeknya akan dimulai, Leon pun menyuruh Arin agar secepatnya membangum proyek tersebut, karena Leon tidak mau berlama - lama menunda proyek Di Rasdale.


.


.


.


.


.


.