
Ke esokan Harinya , Leon Terbangun dari tidurnya, dia yang biasanya hanya tidur sendiri sekarang ada orang di sampingnya Leon sedikit terkejut.
Tapi setelah itu dia teringat dengan kejadian semalam, Bagaimana Dia dan Angel me madu kasih " Sial !!, Kenapa aku melakukan ini, Bagaiman nanti aku menjelaskan pada Angel jika aku tidak memiliki perasaan dengannya " gumam Leon dalam Hati.
Leon menatap Wajah Angel yang masih terlelap , Angel Meeringkuk di dada Leon ,dengan wajah yang sangat bahagia.
Leon merasa bersalah karena telah mengambil Mahkota Angel, Apa lagi dia menyaksikan sendiri jika Angel benar - benar masih tersegel.
Leon mengusap puncak kepala Angel, dia tidak berani bergerak karena takut mengganggu tidur Angel.
Mendapat Uasapan Dari Leon, Angel mengerjapkan Matanya , dia Terbangun , Angel tersenyum ke arah Leon " Morning Beb " Ucap Angel Mesra.
Leon tersenyum Kecut " pagi Juga " Leon bingung untuk memanggil nama Angel.
" Kamu tidak mau bangun Angel ?" Tanya Leon pada Angel.
Bukannya menjawab , Angel malah memeluk Leon, Gunung kembar Mini Angel yang tidak di tutupi sehelai benangpun menempel pada tubuh Leon.
Leon seperti tersengat Listrik, dia teringat saat semalam begitu Keras mempermainkan Gunung kembar Angel.
pusaka Leon kembali berdiri, Angel yang tidak sengaja menyentuh pusaka Leon dengan Pahanya kaget " Beb.. Masih sakit .." Ucap angel manja, sambil Menengadah ke arah Leon.
Leon menghela Napas " Maaf , Habisnya kamu terlalu menggoda sih " Leon berkata jujur.
Bagaimana Angel tidak menggoda, Body Seperti gitar spanyol, Kulit putih Mulus, Gunung Kembar Mini tapi Masih kencang, tentu saja Leon akan selalu mengingat itu di benaknya.
walaupun dia tidak memiliki perasaan dengan Angel, tapi Buaya mana sih yang jika di suguhi barang bagus tidak akan menerkamnya.
Angel tersipu Malu , Tapi dia masih berani menggoda Leon " Aku sekarang milikmu Beb, terserah kamu ingin melakukan apapun Padaku " Ucap Angel sambil memainkan Jarinya di dada Leon.
Leon mengangkat kepalanya dan mencium kepala Angel " Terima kasih Angel "
Sementara itu di kediaman keluarga Kiehl..
Karina terbangun. dia melihat ibunya yang tidur di sampingnya , Karina masih merasakan Pusing akibat semalam banyak mengeluarkan darah.
Maria juga terbangun tidak lama setelah Karina bangun " Sayang kamu sudah bangun " Maria duduk dan mencium kening Karina.
Karina menatap ibunya " Leon mana Bu ?" Tanya Karina dengan suara Paraunya.
" Ah.. Leon tadi malam pulang dulu, dia tidak enak katanya menginap di rumah seorang Wanita " Maria membohongi Karina agar dia tidak bertindak seperti semalam.
" Bu .. Aku ingin bicara dengan Leon " Karina berkata dengan Sendu.
Maria berkaca - kaca melihat anaknya yang terbaring Lemah, tapi Maria tidak bisa melakukan apapun, pasalnya semalam Leon terlihat sangat Marah dengan suaminya .
" Leon pasti akan kesini lagi , Kamu sabar yah sayang , dia kan punya pekerjaan jadi mungkin dia sedang sibuk sekarang " ucap Maria menghibur Anaknya.
Karina mengangguk, jika Maria tahu kalau Leon sedang bermesraan Dengan Angel di kamarnya , mungkin dia akan langsung terkena serangan jantung.
Natanil yang sengaja tidak berangkat ke kantor untuk menjaga anaknya, Dia masuk kamar saat mendengar kalau Karina sudah bangun.
" eh anak Ayah sudah Bangun " Natanil Duduk di samping Kiri Karina.
Tapi Karina langsung membuang mukanya, dia seakan enggan menatap wajah Ayahnya.
Hati Natanil terasa sakit saat Karina memperlakukannya seperti itu, Orang yang dia besarkan penuh kasih sayang dari kecil, sekarang malah membencinya.
Karina menoleh ke arah Natanil " Apa ayah tidak membohongi Aku ?"
Natanil Langsung mengangguk " Tentu saja sayang, Ayah setuju jika kamu ingin bersama Leon " Natanil sedikit tersenyum.
" Ayah , bisakah telepon Leon untuk ke sini ?" ucap Karina Datar.
Natanil bingung harus menjawab apa, dia tidak punya nomornya, walaupun dia punya juga, Natanil takut menghubungi Leon ,Karena dia pikir jika Leon masih marah padanya.
" Ayah tidak punya nomor Leon Sayang " Natanil mencoba mengelak.
" pakai ponselku " Karina mencari - cari ponselnya dengan matanya, karena tangannya semalam berdarah ,jadi dia merasa ngilu saat menggerkan tangannya.
Maria memberikan ponsel Karina ke arah Natani sambil memelototinya " Ini cepat !" ucap Maria ketus.
Natanil hanya bisa pasrah, dia menelpon Leon dengan ponsel Karina , Karena Natanil tidak mau anaknya sedih lagi, jadi lebih baik dia menurut.
di kamar Leon, ponsel Leon berdering , Leon yang baru selesai Mandi mengerutkan keningnya saat melihat nama Karina pada layar ponselnya.
Angel yang sedang duduk merias diri bertanya, Karena Leon tidak mengangkat panggilan tersebut " Siapa Beb ?"
Leon menghela napas , dia memperlihatkan ponselnya pada Angel.
Leon melakukan itu karena ingin menjaga perasaan Angel , walau dia belum mempunyai perasaan dengannya ,tapi setidaknya dia harus menghargai Wanita yang rela memberikan ke sucian pertamanya.
Angel menghentikan Aktivitasnya, dia menatap Leon sambil tersenyum " Angkat Saja , siapa tahu Penting "
Angel bukanlah tipe Wanita yang mengekang prianya, Walaupun dia sudah berhubungan dengan Leon, dia tidak pernah ingin membatasi pertemanan Leon.
Walaupun Ego seorang Wanita yang ingin selalu di nomor satu kan ada , tapi dia juga harus sedikit menjaga sikapnya agar Leon tidak ilfil padanya.
Karena menurut Buku yang dia baca, semakin pria di kekang semakin besar juga presentase mereka untuk berselingkuh.
Leon mengangguk , dia mengangkat panggilan Karina " Halo Leon , apa kamu bisa ke rumah sekarang ?"
Leon mengerutkan keningnya, dia menatap Layar ponselnya, dia bertanya - tanya kenapa Yang berbicara Pria ,sementara nomornya benar milik Karina.
" Siapa ini !" ucap Leon datar .
" Ayah berikan padaku " Leon mendengar Suara samar seorang wanita di seberang telepon.
Benar saja saat Leon masih menunggu orang di seberang telepon menjawab , Karina yang berbicara " Leon datang ke rumahku yah please " ucap Karina memohon.
Lagi - lagi Leon menatap Angel ,untuk meminta persetujuan , Angel tersenyum, dia memeluk Leon dari belakang sambil membisukan sesuatu " Lakukan apa yang ingin kamu lakukan Beb, Aku tidak akan menghalangimu "
Leon menghela napas " Baiklah aku akan datang ke rumahmu sebentar lagi !" Leon langsung menutup telepon Karina.
Leon melepaskan pelukan Angel, dia memegang kedua bahunya dan menatap Lekat - Lekat wajah Angel dan bertanya " Apa kamu tidak takut aku akan meninggalkanmu ?"
...----------------...
Alhamdulilah hari ini bisa up 4 bab.
bela - belain begadang demi kalian Readersku😅😅
sesuai janji yah kalau malam minggu aku crazy up sudah aku lakukan.