
Setelah Leon menyelesaikan pidatonya ,dia kemudian membubarkan karyawannya untuk bekerja kembali.
Rosalin Menatap Leon dengan tajam, dia bertanya - tanya ,sejak kapan Leon Begitu Karismatik, pasalnya waktu awal dia bertemu dengannya, Leon masih seperti pria kaya yang lugu.
Rosalin kemudian Bertanya " Tuan Leon , apa yang sebenarnya terjadi ?"
Leon menghela napas " tga orang yang aku ikat barusan telah melecehkan Arisa, aku ingin Arisa kamu jaga baik - baik dengan menjadi asistenmu "
Bukan tanpa alasan Leon melakukan hal tersebut , Karena menurut Leon Arisa Orang yang begitu menghargai pekerjaannya, sampai - sampai dia rela digengbeng demi Tidak keluar dari perusahaan, alasannya cukup masuk akal, karena dia dari kalangan bawah ,sangat sulit mencari pekerjaan dijaman sekarang.
Apa lagi Arisa merupakan tulang punggung keluarganya, Walaupun dia cuma lulusan SMA ,Tapi Leon yakin Arisa akan menjadi asisten yang baik buat Rosalin.
" di..di lecehkan ?" Ucap Rosalin kaget sambil memandang Arisa yang Ada dibelakangnya.
Rosalin menatap Arisa dengan sendu, dia menghampirinya dan memeluk Arisa " Maaf, aku selama ini tidak mengecek kondisi Karyawan "
Arisa Tersenyum pahit " Nona Risalin tidak perlu merasa bersalah , Beginilah nasib kami dari kalangan Bawah , yang hanya bisa pasrah mendapat perlakuan dari para atasan "
Ucapan Arisa memang benar, orang yang punya segalanya akan cenderung mendapatkan segala sesuatu dengan cara apapun.
Jika Arisa menolak keinginan Mereka , Mereka pasti akan mengincar keluarganya , jadi mau tidak Mau ,suka tidak suka Arisa memenuhi permintaan mereka, Hanya itu yang bisa Arisa lakukan.
Mungkin sebagian orang akan bilang ,kenapa tidak lapor polisi saja ?, jangankan polisi yang ada dibawah naungan Hukum, orang yang punya segalanya mampu membeli Hukum itu sekalipun !"
Rosalin meneteskan Air matanya, dia mengusap puncak kepala Arisa " Kita sekarang adalah partner, jangan sungkan untuk memberitahu masalahmu, walau seberat apapun kamu harus memberitahu aku, karena kita dibawah perintah yang sama !"
Arisa menganggukan kepalanya dalam pelukan Rosalin dengan air mata berlinangan, Arisa sangat senang ,karena akhirnya dia bisa mendapatkan keadilan.
" Baiklah , aku rasa drama sedihnya kita akhiri cukup sampai disini , Kembalilah Bekerja !" Ucap Leon tegas.
Rosalin melepaskan pelukannya pada Arisa dan mengangguk , mereka berdua menghapus air matanya dan memasuki kantor bersama.
Setelah kepergian mereka berdua , Leon kemudian Berjalan meninggalkan perusahaan, dia sengaja jalan kaki agar bisa melihat sekeliling dengan seksama.
Leon yang berjalan tanpa arah ,dia tiba disebuah gedung yang tingginya separuh dari gedung Adrax Capital.
Di Depan Gedung terlihat sebuah Nama perusahaan Aliser Grup .
Leon menyeringai saat Merasakan adanya Aura kuat yang melewatinya , Leon menatap Mobil yang memasuki Aliser grup, dia melihat seorang paruh baya yang memiliki Aura Tahap 8.
" Ah.. aku tidak sia - sia datang kesini ternyata " Gumam Leon Lirih.
***
Pria paruh baya yang dilihat Leon adalah penjaga Frey Aliser , dia layaknya Jin pada Klan Azure, walaupun Kuat tapi dia sangat Setia terhadap Tuannya.
Frey Aliser dan pria paruh Baya memasuki Ruangan, Pria paruh Baya langsung berdiri didepan Frey saat Melihat seseorang sudah ada duduk dikursi Tuannya.
" Tuan Frey ,Mundurlah !, Siapa kamu ?!" Ucap pria paruh Baya Tegas.
Frey Buka Suara " Berani sekali kamu duduk di tem..."
Belum Selesai Frey Bicara Leon sudah ada disamping Frey dan pria paruh baya.
Pria paruh baya tidak berani bergerak, dia berkeringat dingin , pasalnya dia tidak melihat pergerakan Leon sama sekali " Apa dia bukan Manusia, bagaimana Mungkin aku tidak melihatnya bergerak " Batin pria paruh baya.
' glek ' Frey menelan ludah , dia sudah tahu jika orang disampingnya bukan orang sembarangan, jadi dia hanya bisa diam terpaku didepan pintu.
" Ah... aku kesini hanya untuk menawarkan kerja sama, kalian tidak perlu tegang seperti itu " dengan sekejap Mata Leon sudah kembali duduk ditempat Frey.
Pria paruh Baya yang menyaksikan hal tersebut semakin yakin, jika pemuda yang ada didepannya bukanlah lawannya.
" Kalau boleh tahu, apa maksud kerja sama anda ?" Ucap Pria paruh baya dengan Sopan.
Frey menghela napas , Orang terhebatnya saja bersikap sopan pada pemuda tersebut , berarti dia bukan orang sembarangan.
" Duduklah !" Ucap Leon menujuk kursi dihadapannya.
Seharusnya frey yang mengatakan hal tersebut, malah Leon yang mempersilahkan mereka duduk, Frey tersenyum pahit, tapi mereka berdua tetap menuruti permintaan Leon.
" Jadi .. kerja sama apa yang anda Tawarkan Tuan..."
Tanya Markus Sopan.
Leon tersenyum , dia menatap Markus dengan tajam " Kamu jadi anak buahku dan Selesai " jawab Leon singkat.
Markus dan Frey saling menatap , Markus kemudian kembali menatap Leon " Maaf Tua saya ti..."
Aura gelap meluap dari tubuh Leon, Membuat Markus dan Frey Ketakutan " Apa aku tadi mendengar penolakanmu ?" Ucap Leon dengan Wjah gelapnya.
" Tu..Tu..An kita bisa bicarakan ini baik - baik , saya tidak bermaksud menolak anda ,tapi saya sudah terikat dengan keluarga Aliser , Sebagai seorang petarung Kami tidak boleh memutus keyakinan kami begitu saja , Kecuali Orang yang kami jaga melepaskan kami !" Markus bergegas menjelaskan pada Leon.
Tatapan Leon mengalih pada Frey, Karena Frey hanya memiliki Aura tahap 5 ,dia sangat tertekan " A..aku Siap melepaskan Markus Tuan.., Tolong ampuni nyawaku !"
Aura Leon langsung Masuk kembali ketubuhnya , dia kemudian tersenyum " Ah... baguslah , Kamu dengar sendiri Markus , Kamu sekarang akan ikut aku !" Ucap Leon tegas.
Markus hanya bisa Pasrah , Begitu juga Frey ,penjaga terkuatnya akan menjadi milik orang lain , dia takut jika geng Lain mendengarnya malah akan menjadi tekanan buat mereka.
Tapi Leon tentu saja tidak akan menekan Frey dengan cuma - Cuma, dia kemudian Menawarkannya untuk bekerja sama dengan Adrax Capital, agar hubungan mereka terjalin.
Frey tercengang, dia tidak menyangka jika pemuda dihadapannya adalah pemilik Adrax Capital, Dunia Frey serasa dijungkir balikan.
" Pantas Saja Adrax Capital begitu kuat , ternyata ada monster yang melindungi mereka " Frey bergumam dalam hati.
Markus juga memiliki pemikiran yang sama dengan Frey , pasalnya selama ini mereka hanya tahu jika Adrax Capital di lindungi oleh Klan Azure, siapa yang menyangka jika pemiliknya seorang Monster.