
Setelah perang tersebut selesai dengan ribuan Dewa bawah sebagai korbannya , Helios bertanya pada semua Dewa ,jika ada yang menentangnya lagi maka dia akan langsung di eksekusi.
Para Dewa yang menentang Helios berlutut , mereka menyatakan sumpah setia pada Helios .
Helios kemudian menyuruh mereka membersihkan setiap kekacauan yang telah mereka lakukan di kayangan.
Setelah membuat pengaturan untuk para Dewa ,Helios menuju kediaman Theia , untuk melihat Leon , Eros dan Selene.
Saat Helios sampai di halaman istana Theia , terlihat Leon sedang menatap patung Theia dengan penuh kasih.
Helios melangkah menghampiri Leon " Apa rencanamu selanjutnya ? , apa kamu akan tinggal di sini ?" tanya Helios lembut.
" Aku akan kembali ke Bumi bersama anak - anak " ucap Leon datar.
" Bagaimana dengan istana ini ?, jika kalian tidak di sini siapa yang akan merawatnya ?" Helios seakan tidak setuju dengan rencana Leon.
Leon menghela napas " Awalnya aku ingin Selene tinggal di sini bersama Eros , tapi mereka tidak mau , mereka ingin ikut aku ke Bumi , jadi aku menyerahkan istana ini pada Lilit agar menjaganya dengan baik "
" Kalau itu yang kamu pikirkan aku tidak bisa menahan kamu , jadi kamu akan ke Bumi ?" tanya Helios lagi.
" lebih cepat lebih baik , Aku tidak ingin berada di tempat ini terus " jawab Leon sendu.
Helios menganggukan kepalanya , dia tahu jika Leon terus berada di istana Theia , kemungkinan Leon akan terus teringat dengannya , jadi memang lebih baik menghindari kenangan masa lalu dan membuat lembaran baru.
Eros dan Selene keluar dari istana di ikuti para bawahan ibunya , mereka berdua terlihat bersedih setelah kehilangan ibunya.
Helios langsung memeluk keduanya saat mereka berdua sampai di depannya " Kalau kalian rindu dengan tempat ini pulanglah , Kayangan selalu membuka pintu untuk kalian " Helios melepaskan pelukannya.
" Terimakasih paman " ucap Eros dan Selene.
Leon membuka celah dimensi untuk kembali ke Bumi , Berkat Erobos yang merasuki tubuhnya , Leon sekarang bisa mengendalikan dimensi.
" Jaga diri kalian baik - baik !" Ucap Helios sebelum mereka menghilang masuk dalam celah dimensi.
Di bumi...
Jin ,Brandi dan Wesley sedang duduk di teras Vila sambil mengobrol.
Tiba - tiba mereka di kejutkan sebuah portal yang membuka di depan Vila , Mereka bertiga langsung berdiri,pasalnya mereka sudah melihat portal tersebut saat Leon pergi ke kayangan , jadi mereka yakin jika portal tersebut juga milik Leon.
Benar saja , Leon, Eros dan Selene keluar dari portal , Jin ,Brandi dan Wesley langsung membungkuk hormat " Selamat datang Tuan !" ucap Mereka bertiga serempak.
Leon mengibaskan tangannya untuk menutup portal , dia menatap ketiga bawahannya " Bagaimana keadaan kalian ?"
" Kami baik - baik saja Tuan , tapi..." Jin terlihat ragu - ragu.
Leon mengerutkan keningnya " Tapi ...?"
Brandi memberanikan diri untuk bicara " Nyonya Frista jatuh sakit setelah Tuan pergi "
Leon kemudian melangkah masuk kedalam Vila bersama Eros dan Selene , mereka langsung ke kamar Frista.
Karena Angel dan Karina juga ada di kamar Frista untuk merawatnya kata Brandi.
Leon membuka pintu kamar Frista , Karina yang pertama menoleh langsung terkejut " Le..Leon !!" Karina yang sedang duduk di sofa langsung berdiri dan memeluk Leon dengan Erat.
Angel dan Frista langsung menoleh , Angel juga lansung menghambur ke arah Leon , keduanya menangis tersedu - sedu di pelukan Leon, mereka lupa jika calon mertuanya juga sangat merindukan anaknya.
" Hei.. apa kalian akan membunuhku " Ucap Leon lembut.
Mereka berdua sontak saja langsung melepaskan pelukan Leon , mereka menghapus air matanya , kemudian menatap Eros dan Selene yang terlihat murung.
Mereka berpikir jika Selene dan Eros juga menginginkan pelukan , jadi mereka memeluk selene dan Eros.
" Selamat datang kembali anak - anak Ibu " Karina berkata dengan bahagia.
Angel menimpali " Ayu masuk dulu , Nenek sedang sakit "
Eros dan Selene mengangguk , mereka semua memasuki kamar Frista , Leon menghampiri ibunya dan duduk di sebelah Frista.
" Maafkan Leon bu " Leon menggenggam tangan Frista.
Frista menggelengkan kepalanya " Ibu bersukur kamu baik - baik saja , jadi ini bukan salahmu "
Tiba - tiba Laura muncul " Kakak !!" Laura berteriak dan langsung berlari memeluk Leon.
Leon tersenyum kecut " Kamu bisa menangis juga ?" Leon menggoda Laura , pasalnya Laura memang menangis di pelukannya.
Laura melepaskan pelukannya , dia menghapus air matanya '" Siapa yang menangis ?, aku cuma kelilipan tadi saat mau masuk kesini " Bantah Laura.
Marvin yang tadi ada di belakang Laura juga menghampiri Leon , dia menghela napas " Lain kali kalau mau pergi mbok jangan nulis kata - kata perpisahan yang membuat kami khawatir Leon !"
" Maaf Ayah , Leon salah " Leon menundukan kepalanya.
Marvin menepuk kedua bahu Leon " Sudah , sudah , yang penting kamu tidak apa - apa ?"
Leon mengangguk mengerti , walaupun hatinya sedang hancur sekarang , tapi setidaknya dia melakukan hal yang tepat untuk kembali ke Bumi.
Karena dengan kembali Ke Bumi , dia bisa sedikit melupakan kejadian yang menimpa Theia.
Leon menatap Eros dan Selene yang terlihat masih sedih karena kepergian ibunya, dia kemudian duduk di tengah - tengah Eros dan Selene.
" Aku tahu kalian masih sedih dengan kepergian ibu kalian , tapi ibu kalian juga akan sedih jika melihat kalian seperti ini , Kita mulai hidup baru di sini bersama keluarga baru kalian " Leon merangkul keduanya.
Angel ,Karina dan keluarga Leon terkejut saat mendengar jika Ibu Eros dan Selene telah pergi , mereka betanya - tanya apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi Angel dan Karina langsung mengerti tujuan Leon mengatakan hal tersebut , tujuan Leon ingin agar mereka menyayangi Eros dan Selene seperti menyayangi anak sendiri.