
Leon tertegun Beberapa saat Di depan , Dia menatap Wajah Luna yang Begitu Anggun.
Leon tersadar saat Luna Menegurnya " Apa Kamu Tuan PoorMan ?" Tanya Luna dengan penasaran.
" Emm.. i..iYa itu Aku " Ucap Leon tergagap.
Leon Menghampiri Luna, Dia Duduk mengulurkan tangannya " Saya Leon Hart Atau PoorMan " Ucap Leon mencoba setenang mungkin.
" Luna Shayne, Terima kasih Tuan Leon , Karena sudah mau Memenuhi ajakanku " Luna menyibakan Rambutnya di sela Telinga.
Leon menelan Ludah saat Melihat halusnya Leher Luna, pikiran kotornya merangsek masuk dalam kepalanya.
Leon menatap Luna Seperti baru pertama kali melihat Wanita.
Luna yang di tatap Leon seperti itu ,tersipu malu, wajahnya merah Merona .
Awalnya Luna pikir jika Leon pria Tua Kaya , Karena di kota Harbes ,semua pengusaha yang sukses ,kebanyakan sudag paruh Baya.
Luna juga berpikir makan malam tersebut ,hanya untuk ucapan terima kasih karena telah memberinya banyak hadiah di live Streaming.
Tapi kenyataannya yang muncul Pria Muda yang Maskulin dan Tampan, perasaan Wanita mana yang tidak bergetar jika melihatnya, Apa lagi Leon sudah memberikan Hadiah Jutaan dolar, Bukankah itu semua tipe Wanita saat ini ?.
Dari awal pandang saja Luna sudah menyimpulkan, jika Leon layak untuk berada di sisinya.
" Kamu Cantik sekali Luna " Ucap Leon Spontan.
Luna makin tersipu , dia menundukan kepalanya dan menjawab " Tuan Leon bisa saja " Luna tersenyum - senyum sendiri.
" Serius !" Leon Membentuk Jarinya seperti Huruf V.
" Sudah ih..,ayo kita makan " Ucap Luna malu - malu.
Mereka Berdua menikmati makanan, Karena Leon tidak melihat ada anggur di meja, dia memanggil Pelayan dan Meminta lafite 1982.
Leon juga menyuruh pelayan Untuk mengeluarkan semua makanan terbaik mereka.
Sementara di Luar Ruangan , dua pengawal Luna yang merupakan Bodyguard bayaran Dari perusahaan Dragon ,Merasa canggung saat menjaga Ruangan tersebut bersama Brandi.
Karena pangkat mereka dengan Brandi beda Jauh, Mereka hanyalah Bawahan Hardi yang merupakan tangan kanan Eagle.
Dua pengawal Tersebut tidak berani berdiri di samping Brandi, Mereka lebih memilih berdiri di depan Brandi dan menundukan kepalanya.
" Kalian kenapa ?" Tanya Brandi heran.
Salah satu pengawal menjawab dengan tergagap " Ti..Tidak apa - apa Tuan Kong "
Brandi menghela napas " kalian tenang saja, status kita saat ini sama ,hanya pengawal untuk Tuan kita, Jadi tidak usah berpikir terlalu banyak "
Dua pengawal tersebut saling menatap, mereka hanya bisa tersenyum kecut , walaupun Brandi bilang seperti itu, tapi kenyataannya tidak semudah yang Brandi Bilang.
apalagi saat Pemimpin Geng Dragon mengumumkan jika mereka tidak boleh menyinggung geng Kong, para bawahan Dragon dan Eagle tidak berani bertindak sembarangan.
Mereka mulai saling bercerita tentang kehidupan mereka sambil sesekali Tertawa.
Luna kemudian Bertanya " Apa kamu sudah memiliki pacar Leon ?"
Leon tertegun sejenak, dia yang tadinya akan menenggak Lafite yang baru di tuangkan dari botol baru berhenti.
Leon yang tadinya sudah Lupa dengan pemandangan di bawah saat dia melihat Karina bersama pria Lain, Tiba - tiba teringat kembali, Leon mengepalkan Tangannya pada gelas yang dia genggam.
Luna yang melihat perubahan Ekspresi wajah Leon Berubah, Buru - buru minta maaf " Maaf Leon, aku tidak bermaksud Bertanya seperti itu "
Leon menghela napas , dia memaksakan senyumnya " Ah.. tidak apa - apa ,aku belum memiliki pacar , Memang kenapa ?, apa kau mau menjadi pacarku ?" Leon menggoda Luna.
" Buat apa aku memikirkan orang yang sedang senang - senang dengan pria lain, sadarlah Leon sekarang kamu bukan Leon yang dulu, lihat di depanmu ada bidadari yang bisa kamu dapatkan !" gumam Leon dalam Hati.
Luna yang mendengar pertanyaan Leon, dia tanggapi dengan Serius, Luna memainkan jarinya di mulut Gelas dan menjawab " aku mau kok menjadi pacar kamu Leon, lagi pula aku juga sedang tidak punya hubungan dengan siapapun "
Leon menyemburkan Lafite yang sedang dia minum , Luna terlihat khawatir dengan Leon, dia mengeluarkan sapu tangannya ,menghampiri Leon " Kamu tidak apa - apa Leon ?" tanya Luna sambil mengelap Mulut Leon dengan sapu tangannya.
Leon tertegun, dia menatap wajah Luna lekat - lekat ,Kemudian memegang tangannya yang sedang membersihkan dirinya " Apa kamu serius Luna ?"
Luna balik memandang Leon dan mengangguk.
Leon memegang Dagu Luna, Luna memejamkan Matanya " Luna , Kamu begitu cantik, Jangan menilai Pria hanya dari luarnya saja, walaupun aku mengatakan jika aku suka padamu, tapi kamu tidak boleh menerima itu begitu saja oke !"
Luna membuka matanya, dia terkejut saat Leon mengatakan Hal tersebut, dia mengira jika Leon akan menciumnya.
tapi kenyataannya dia malah menasehatinya, Luna Malu sekaligus Kagum, dia belum pernah melihat pria yang di suguhi daging tapi tidak mau memakannya.
dari situlah perasaan Luna pada Leon benar - benar tumbuh, mungkin Itu Memalukan , tapi hal tersebut juga menunjukan jika Leon bukan pria kaya yang Brengsek.
Mungkin bagi kebanyakan orang Leon akan di bilang naif ,karena telah menyia - nyiakan wanita secantik Luna.
tapi kenyataannya itu akan menjadi sebuah Tembakan yang besar di hati wanita, semakin Leon Memperlakukan Wanita dengan Hati - hati, Maka Wanita juga secara perlahan akan mendekat.
Itu adalah siklus alami dalam menjalankan sebuah perasaan, tapi jika Wanita yang kamu perlakukan seperti itu malah tidak menerimanya, percayalah dia sudah berpengalaman dengan pria lain. apalagi jika baru pertama bertemu seperti Leon dan Luna.
Luna kembali ke tempat duduknya dengan sedikit canggung, Tapi Leon segera menuangkan Lafite untuknya " Ayo bersulang untuk Awal hubungan kita "
" Apakah Leon ingin memulainya dari Awal ?, Ya ampun Leon , aku sangat bersukur bisa Bertemu Prua sepertimu !" ucap Luna dalam hati.
Luna tersenyum dan mengangkat gelasnya " Untuk awal hubungan Kita "
Mereka kembali seperti biasa saat sudah menenggak beberapa Gelas Lafite Lagi, hingga akhirnya Luna Mabuk dan tersungkur di meja.
Sementara Leon masih sedikit terjaga, Leon menyuruh Brandi masuk untuk memapah Mereka , pengawal Luna sedikit khawatir.
Tapi Leon menyuruh mereka agar tidak panik, dan menyerahkan Luna padanya, awalnya pengawal Luna tidak Mau, tapi Karena Brandi turun tangan , mereka hanya bisa pasrah.
Karena Leon Lupa menanyakan alamat Rumah Luna ,dia memesan sebuah Hotel Bintang Lima dan bermalam di sana Bersama Luna.