
Maria sangat Syok, Dia membentak suaminya " Natanil apa kamu Rela kehilangan Anakmu demi sebuah Bisnis !!" Maria sudah tidak memanggil Suaminya dengan panggilan Sayang Lagi.
Para pelayan yang melihat itu juga tidak bisa berbuat apa - apa, pasalnya itu Masalah perasaan, Mereka hanya bisa menunggu dengan panik.
Sementara Natanil Berkeringat dingin, dia tidak menyangka anak yang dia besarka penuh kasih sayang akan seberani itu.
" Oke, oke, Ayah Akan membatalkan bisnis dengan keluarga Paul, kamu lepaskan Kaca itu dulu ,kita bicara baik - baik " Natanil mencoba merayu Karina.
" Tidak Mau !!, Kalau Leon tidak mau memaafkan Aku ,Aku lebih Baik Mati Ayah , Hiks , Hiks .." Suara Karina mulai Parau.
Natanil mengepalkan Tangannya " Teo !!, Siapkan Mobil !!"
" Kamu tunggu sebentar, ayah akan membawa Leon Ke sini , oke sayang " Natanil berkata dengan Lembut.
Natanil kemudian Meninggalkan Istri dan anaknya , dia langsung menuju Rumah Leon di Komplek Asgrad.
Di kamar Karina, Maria terus membujuk anaknya untuk melepaskan pecahan kaca yang dia genggam, Tetapi Karina masih Kekeh dengan pendiriannya.
Maria ikut berlinang Air mata, dia Sangat menyayangi Karina, jika anak semata Wayangnya Mati, mungkin dia juga tidak bisa hidup dengan Tenang.
Sementara itu Leon sedang menikmati teh hangat Buatan Angel, Dia juga masih memegangi pipinya yang masih terasa panas akibat tamparan Angel.
Di Gerbang Komplek Asgrad , Security sedang menghalangi Natanil untuk Masuk, Karena Security belum Pernah Melihat Natanil Sebelumnya.
Tapi Teo Pengawal Pribadi yang di bawa Natanil ,langsung Keluar dan memukul tengkuk security hingga pingsan.
Teo membuka Gerbang dan langsung melajukan mobil Tuannya.
Beberapa saat Kemudian Mereka sampai di depan Rumah Leon , Natanil Berteriak " Leon !!, Keluar !!"
Brandi yang sedang menikmati Kopi di teras dengan Wesley mengerutkan keningnya.
Natanil Berjalan memasuki Halaman Rumah Leon dengan Teo yang mengikutinya dari belakang.
saat Sampai di depan pintu ,Natanil berteriak Lagi, Karena kepanikannya, dia sudah melupakan statusnya sebagai orang yang berpendidikan " Leon Keluar !!"
Brandi Dan Wesley Menghadang Mereka , Teo Yang Melihat Wesley Berkeringat dingin , dia membisikan sesuatu Pada Natanil " Tuan Natanil, Lebih baik kita bicara baik - baik "
Teo Melirik ke arah Wesley dengan senyum Masam, Teo yang merupakan salah satu Petinggi Dragon tentu saja mengenal Wesley yang merupakan Pengawal Pribadi Angel.
Awalnya Teo pikir jika orang yang bernama Leon ,hanya pria kaya biasa, makanya dia tadi langsung menghajar Security di depan.
Tapi saat dia melihat Wesley , jantungnya seolah berhenti berdetak, Bagaimana dia bisa tenang jika yang di hadapannya adalah orang kepercayaan Tuannya.
Wesley juga sudah bekerja untuk Dragon semenjak dia muda , walaupun usianya sekarang sudah tidak muda lagi, tapi untuk menghilangkan Teo itu hal yang mudah baginya.
" Kamu tidak usah ikut campur !, Biar aku yang bicara dengan Leon !!" Natanil berkata dengan Arogan.
Brandi mengerutkan keningnya " Ada Urusan apa kamu mencari Tuan Leon ?" tanya Brandi Santai.
" Cepat panggil Leon !!, aku tidak punya urusan dengan cecunguk seperti Kalian !!" Natanil meraung.
Teo semakin gelisah, jika dia tidak sedang melakukan tugas, mungkin lebih baik dia pergi meninggalkan Natanil , Teo kemudian membisikan sesuatu Pada Natanil " Tuan Natanil, Di depan Anda Tuan Wesley Brown Orang yang menjaga Anak Tuan Drake "
" Apa pedu..., apa , tadi kamu bilang Teo ?" Natanil menatap Teo memastikan.
Teo tersenyum kecut dan mengangguk " benar Tuan Natanil "
Natanil menelan Ludahnya, pasalnya dia bisa di jaga oleh Teo juga Karena konstribusinya yang bisa mengembangkan Perusahaan Drake.
Untuk itulah Drake memberikan Natanil Jaminan Keselamatan untuk Natanil, Karena Drake bukanlah orang yang tudak tahu akan balas Budi.
Natanil Menengok kedepan, dia kemudian Tersenyum " Tuan - Tuan , apakah Leon ada di dalam ?, aku sangat membutuhkan bantuannya "
Ucapan Natanil berubah 90 Drajat. dia yang awalnya Arogan, Nyalinya sekarang menjadi menciut saat mendengar penjelasan dari Teo.
Teo juga tidak berani bicara sepatah Katapun , dia hanya diam di belakang Natanil dengan kepala tertunduk.
mungkin jika yang dia temui bukan Wesley akan beda ceritanya, Dia tidak ragu untuk Menyingkirkan orang - orang yang mempersulit Natanil.
Wesley menghela napas " Brandi Bawa dia masuk saja, Mungkin dia ada Urusan pentingg dengan Tuan Leon "
Brandi menatap Wesley lekat - lekat, kecurigaannya semakin besar, pasalnya Natanil sangat menghormati Wesley.
Tetapi dia tidak memusingkan hal itu, yang dia pikirkan ,asalkan Leon baik - baik saja , dia tidak akan mempermasalahkan siapa mereka sebenarnya.
" Ada apa ini , Berteriak - Teriak seperti di hutan Saja " Leon menegur saat Baru Keluar dari Rumah.
" Tuan Leon " Brandi dan Wesley membungkuk Hormat.
Natanil dan Teo Terlonjak Kaget saat Melihat Wesley membungkuk Hormat pada Leon, Natanil yang tadinya ingin memarahi Leon ,membuang jauh - jauh pikiran tersebut.
Karena Natanil tahu jika dia berani memarahi apa lagi menyentuh Leon, bukankah Nasibnya akan Tamat karena ada wesley di sampingnya.
Memikirkan itu saja Natanil sudah menelan Ludah berkali - kali , Apa lagi Teo yang tubuhnya Bergetar hebat setelah melihat kejadian tersebut.
Natanil Bergegas bicara " Leon ,tolong ikut Aku , selamatkan Karina " Ucap Natanil Sendu.
Leon menatap wajah Natanil, dia mengerutkan keningnya " Menyelamatkan Karina ?, Kenapa harus Aku ?" Ucap Leon Acuh