
" Ehem !!" Suara Leon menyadarkan Angel dan Karina yang tadi tertegun melihat Theia.
Angel dan Karina Menatap Leon bersamaan, mereka kemudian bertanya kompak " Siapa dia ?"
" Ibu mereka berdua " jawab Leon santai.
' deg ' Jantung Angel dan Karina tersentak karena mendapat kejutan yang luar biasa, pasalnya mereka tidak menyangka jika orang yang dicintai Leon dulu begitu cantik.
Mereka kembali menatap Theia, semakin mereka menatap mereka semakin merasa berubah menjadi buruk rupa.
Jika di bandingkan dengan Theia tentu saja mereka berdua tidak ada apa - apanya, Angel dan Karina bertanya - tanya dalam Hati apakah Leon benar - benar ingin melepas wanita cantik di depannya hanya untuk memilih mereka berdua.
Perasaan Angel dan Karina Campur aduk , Angel membatin " Pantas saja Selene waktu itu bilang jika kami hanya selir untuk Leon " Wajah Angel terlihat Sendu.
Begitu juga Karina , dia juga kurang lebih merasakan hala yang sama dengan Angel , Karena kebanyakan Pria di Bumi cenderung memilih Wanita yang lebih Cantik jika Mereka bisa mendapatkannya.
" Kalian jangan terlalu banyak berpikir , aku dan Theia tidak mungkin untuk bersama kembali , Kedudukan kami sudah berbeda " Ucap Leon yang tahu jika Angel dan Karina sedang meratapi Kecantikan Theia.
Frista yang dari tadi diam , dia kemudian buka suara untuk mencairkan suasana " sudah , sudah, kita semua adalah keluarga , Lebih baik kita menata kembali keluarga kita " Ucap Frista Lembut.
Theia tersenyum, di ikuti Angel dan Karina , Drama keluarga yang lama terpisah membuat Marvin dan Frista hanya bisa menatap Leon dengan penuh kekhawatiran. Mereka hanya bisa berharap agar Leon tidak mendapatkan Masalah yang berat.
***
Leon mengantar Theia keluar Vila sendirian " jaga diri baik - baik " Ucap Leon lembut.
Theia menatap Leon dengan Sendu " padahal aku ingin hidup bersama kamu lagi , Tapi sepertinya kita di takdirkan untuk bersama " Mata Theia terlihat berkaca - kaca.
Leon memegang pipi Theia " setidaknya kita masih bisa bertemu kembali , walau kita berbeda dunia , berkunjunglah kemari jika rindu anak - anak "
Theia menggengam tangan Leon yang dipipinya sambil memejamkan Mata " Terimakasih Tartarus , Berkat pengorbanan kamu dulu , Kami masih bisa bertahan sampai sekarang "
Leon memeluk Theia , Baru saja dia memeluk langit langsung berubah menjadi gelap seakan petaka akan datang.
Leon bergegas melepaskan Theia, dia tersenyum kecut " Sepertinya memangkita tidak mungkin untuk bersama lagi " Leon menghela napas Kasar.
Langit kembali cerah setelah Leon melepaskan Theia , pasalnya hubungan Dewa dan Manusia sangat terlarang .
Kenapa saat Leon memeluk Theia langit menjadi gelap, karena dalam lubuk hati Leon yang terdalam Theia adalah Wanita yang takkan pernah tergantikan, Walaupun sudah ada Angel dan Karina , sebenarnya Leon masih ingin bersama Theia.
Leon memeluk Theia , untuk memberitahu oadanya jika dia juga masih berharap hidup dengannya , dengan Theia melihat Kejadian barusan, otomatis Theia langsung mengerti Maksud Leon.
Theia Menatap Leon dengan Air Mata Mengalir membasahi pipinya " Tartarus , Tidak , maksudku Leon , Maaf aku sempat meragukan persaanmu " Ucap Theia Sendu.
Leon menggeleng , dia menghapus Air mata Theia dan berkat " ini semua bukan salahmu , Takdir yang membuat kita seperti ini, jangan Menangis lagi , Air matamu hanya akan membuatku merasa bersalah Theia " Leon berkata dengan penuh kasih.
Leon tersenyum " sampai ketemu lagi " dia melambaikan tangannya.
Theia perlahan - lahan menghilang dari pandangan Leon , Leon menitihkan air matanya , tapi dia dengan Cepat menghapusnya , saat Melihat adiknya pulang dari Universitas.
" astaga.. Kamu bisa menangis kak ?" Laura memegang Kening Leon dengan punggung tangannya.
" tidak panas kok, Aku tadi tidak salah lihat kan ?" Laura bertanya pada dirinya sendiri.
Leon menghempaskan tangan Laura " dasar bocah !" Leon bergegas memasuki Vila.
Laura melakukan Hal tersebut karena waktu Leon tinggal bersama keluarganya dulu, Leon tidak pernah meneteskan Air mata di depan keluarganya, jadi Laura mengira jika Leon sedang Stres.
" Kak Tunggu !!" Teriak Laura mengejar Leon.
***
Di kayangan kediaman Hades...
" Tuan , Yang mulia Theia sudah kembali , apa kita akan memulai rencanya sekarang ? " Ucap Hers bawahan setia Hades.
Hades menyeringai " Biarkan Theia beristirahat dulu sebelum dia menemani setiap malamku "
" Baik Tuan , Kami akan menyiapkan semuanya terlebih dahulu !" Hers dan tiga anak buahnya meninggalkan kediaman Hades.
" Theia , Theia , Kali ini tidak akan ada yang bisa menghentikanku mendapatkanmu setelah aku mendapatkan Kepingan segel Jiwa Zeuz ,yang akan membuatku Bertambah Kuat , Hahahaha.... !" Hades Tertawa sendiri.
Dari dulu kenapa Hades tidak pernah merebut Theia dengan paksa karena masih Banyak Dewa yang lebih kuat darinya.
Hades selalu mencari cara untuk memperkuat dirinya dengan cara apapun, hingga akhirnya dia menemukan sebuah ide untuk mencuri Kepingan Jiwa Zeus yang di segel terpisah - pisah di seluruh Penjuru kayangan.
Karena Zeuz du adalah Dewa terkuat ,jadi hanya dengan menyerap Kepingan Jiwanya otomatis Jiwa Zeuz akan bersatu dengan Hades.
dengan dibukanya segel maka kekuatan Zeuz juga akan ikut terbuka , seperti saat segel Lord iblis darah dan Tartarus yang terbuka.
Hades benar - benar sudah lupa jika dia seorang Dewa , pikirannya sudah di butakan oleh Cinta yang bertepuk sebelah tangan.
dia mengabaikan kewajibannya demi mendapatkan sebuah ambisi yang belum tentu akan dia dapatkan nantinya .
Sementara Theia tidak tahu jika Hades sedang mengincar dirinya , karena dari dulu Theia tidak pernah mencurigai Hades.
Theia menganggap Hades sudah seperti kakaknya, karena selama ini Hades juga yang membantu Theia membesarkan Eros dan Selene.
...