
setelah semua orang Pulang , Leon mengajak Kedua Orang Tuanya ke ruang Keluarga.
" Ayah , Ibu , Maafkan Leon , Karena Leon belum sempat menghubungi kalian !" Leon bersimpuh di depan Kedua orang Tuanya yang sedang duduk di sofa.
Marvin menepuk Bahu Anaknya " jangan di pikirkan Nak, Lagi pula kamu melakukan itu semua juga untuk kebaikanmu "
Frista Menimpali " Iya Nak, Ayah ibu sudah di beritahu teman - teman kamu , jika kamu sedang sibuk mengurus bisnis Kamu, Makanya kamu tidak menghubungi Kami, Ayah dan Ibu bangga Karena kamu sudah memiliki bisnis sendiri " Ucap Frista sambil mengelus puncak kepala Leon.
Hati Leon terasa hangat , sudah Lama dia tidak bertemu dengan orang tuanya, dia sangat merindukan Momen seperti itu.
Karena semenjak dia pergi ke Universitas, Leon tidak pernah lagi Merasakan kasih sayang orang Tuanya , Walupun sebelum ke Universitas kehidupannya tidak seperti sekarang, tapi dia cukup Bahagia karena kedua orang tuanya begitu menyayanginya.
" Ayah , Ibu, Kalian tinggal di sini yah, tidak usah pulang ke kampung " Ucap Leon Tulus.
Frista Menggeleng " Bagaimana dengan Adikmu , dia Masih sekolah di sana ,jika Ayah dan ibu tinggal di sini ?"
Leon tersenyum " Suruh dia pindah ke sini, aku juga akan mendaftarkan dia ke sekolah terbaik di sini "
Marvin Menghela napas " Nak, kamu juga harus menabung untuk masa depan kamu, kamu jangan terlalu menghamburkan uangmu !" Ucap Marvin tegas.
Leon memegang kedua tangan Orang tuanya " Ayah , ibu , Percaya sama Leon, Aku sekarang sudah tidak kekurangan uang, aku bisa menghidupi kalian di sini , Lihatlah Vila ini juga milik Leon " Leon mencoba meyakinkan Orang tuanya.
Marvin terkejut " Vila ini Milik Kamu ?!" Marvin menatap istrinya.
Leon mengangguk " Jadi Ayah dan Ibu mau kan tinggal di sini ?" Leon Memperlihatkan wajah memelasnya.
Marvin dan Frista akhirnya setuju untuk tinggal dengan Leon , Leon kemudian Meminta nomor Adiknya Laura, dia langsung menghubunginya.
Laura terkejut saat mendengar Leon sudah Memiliki Rumah sendiri di Kota Siegel, awalnya dia tidak percaya tapi saat Kedua orang tuanya mengiyakan Laura baru mempercayainya.
Leon juga Menyuruh Laura untuk bersiap - siap , Karena akan ada orang yang menjemputnya.
Leon menyuruh Brandi untuk Menjemput Laura , Karena Leon paling mempercayai Brandi di banding anak buahnya yang Lain.
Brandi Langsung berangkat menjemput Laura di temani Cen Long , Karena perjalanan mereka akan menempuh waktu 3 jam untuk sampai di kampung halaman Leon dari Kota Siegel.
6 jam, 7 jam, hingga 8 jam , Tapi Brandi belum sampai juga di Vila Leon .
Leon mondar - mandir di halaman ,di temani Jin " Apa mereka kesasar Jin ?"
Jin Menggeleng " itu tidak mungkin Tuan Leon , Cen Long biasa di tugaskan untuk mencari informasi , dia pasti hafal dengan Alamat yang di berikan Tuan Leon.
di waktu yang sama , di tempat Brandi dan Cen Long , Mereka sedang bertarung dengan Orang yang memakai Tudung Merah.
Terlihat Laura sedang pingsan , tergeletak di tanah.
Brandi dan Cen Long pun sudah terlihat kelelahan, Walaupun Mereka sudah Membuka Aura tahap 4 , tapi Lawannya sudah di tahap 8 .
Sementara Cen Long Dengan Serangan Kilat , Mereka Berdua Maju serentak untuk Melawan Orang bertudung Merah tersebut.
Orang bertudung Merah Meluapkan Auranya , Hingga terlihat Siluet Jin Ifrit di atas Kepalanya.
Jin Ifrit Menembakan Bola - bola Api yang sangat Banyak , Menyebabkan Brandi dan Cen Long yang menerjang Kedepan Terkena serangannya dengan Telak.
"Wuuuszzzz !
"Wuuuszzzz !
" Arghhh !!"
" Arghhh !!"
Tubuh Brandi dan Cen Long terbakar , Jika Mereka manusia biasa mungkin mereka sudah hangus terbakar oleh api tersebut.
Pria Bertudung menarik Auranya , dia kemudian mendekati Brandi dan Cen Long yang terkapar.
" Cih, dasar Sampah , Bilang pada Tuan Kalian , Aku membawa adiknya Ke Kota Welington di Gunung Hiro , Jika dia masih menginginkan Adiknya Hidup suruh datang ke sana Besok Siang !!" Ucap Pria bertudung , sebelum pergi dia menendang Brandi , hingga terhempas 5 meter, hingga akhirnya Brandi pingsan.
Cen Long yang Masih Sadar , Mengeluarkan Sebuah Harta ilahi Sebuah Kotak Putih Terang, Dia mengalirkan sedikit Auranya , Kemudian dari Kotak tersebut Muncul sebuah Siluet Burung cahaya yang langsung terbang menghilang dengan cepat.
Harta Ilahi Kotak Pesan , hanya bisa di gunakan oleh pemilik Aura Cahaya , dengan mengalirkan sedikit Aura , Kotak pesan tersebut Akan mengirimkan sebuah Pesan darurat Ke Kotak pasangannya.sejauh apapun kotak pasangannya , Pesan tersebut akan Sampai.
Karena Cen Long memang di tugaskan untuk Mencari Informasi , Jadi dia lah yang di beri harta ilahi tersebut Oleh Jin, pasalnya Cen Long juga memiliki Aura Cahaya.
Setelah Beberapa Menit , Pesan dari Cen Long Sampai ke Kotak Pesan Jin.
Jin mengerutkan Keningnya, Pasalnya Cen Long akan memberikan sebuah pesan jika dia Memberikan informasi penting.
Jin Mengambil Kotak Pesan di Dalam Jubahnya , dia kemudian membuka kotak pesan tersebut " Tuan Jin, Nona Laura di Culik !"
Jin Langsung berdiri dari duduknya , Leon yang melihat itu Bertanya " ada apa Jin ?"
Jin tidak tahu harus memberitahu Leon dengan cara seperti apa , dia ragu - ragu sebentar , Baru kemudian bicara " Tuan Leon , Nona Laura di culik "
Leon tersentak Kaget " apa !!, Siapa yang melakukannya , terus Brandi dan Cen Long kemana ?" tanya Leon Panik.
" Tenanglah Tuan Leon , saya akan mengirim orang untuk mencari mereka !" Ucap Jin Sopan.
Leon terduduk Lesu , dia mengepalkan Tangannya , dia sangat Marah Karena di hari Bahagianya , berani ada yang mengganggunya " Akan ku Bunuh Kalian , yang Berani mengganggu Keluargaku !!!" Aura Leon Meluap Keluar.
Sifat dewa Kematian Leon Muncul, Tatapan Leon Menjadi sangat tajam, setajam siiileet !.