
Tentu saja suara tersebut membuat semua orang yang mendengar menoleh ke meja prasmanan , seorang Wanita yang sedang mengambil makanan berteriak kencang " Arggghhhhh !!"
" hei..ada apa itu !"
" Siapa yang berani membuat kerusuhan di sini , apa dia sudah gila ?!"
" Ayo kita lihat !?"
Seketika Tamu undangan berkerumun di Meja prasamanan untuk melihat siapa yang telah membuat onar.
Adrian dengan memegang pinggangnya berdiri dengan tertatih - tatih , sambil merintih kesakitan.
" Astaga .. bukankah dia Adrian Holer !"
" Berani sekali dia membuat masalah di pernikahan Tuan Leon !"
" Habis sudah masadepannya dan Holer grup "
" Ya ..kamu benar , jikapun Tuan Leon seorang pemaaf, tapi Tuan Drake berbeda "
Semua orang menatap kasihan adrian, mereka pikir jika Adrian telah mencelakai seluruh keluarganya , karena berani membuat keributan di acara tersebut.
Leon yang melihat kerumunan, dia langsung mengahampiri Meja prasmanan, saat melihat Adrian dia menghela napas " Brandi seret dia keluar !"
Brandi yang dari Awal sudah ada didekat Leon terus bersama Jin, dia menjawab " Baik Tuan !"
Brandi langsung menghampiri Adrian dan menyeretnya , orang tua Adrian sangat ketakutan , Mereka diam - diam keluar dari tempat tersebut agar tidak di gunjingkan semua orang.
Setelah Adrian di bawa pergi , semua orang kembali menikmati Acara, para pelayan dengan sigap membereskan kekacauan yang terjadi.
Leon menghampiri Eros , dia tahu hanya Eros yang berani bertindak cwroboh seperti itu , pasalnya jika yang melakukan anak buah Leon pasti mereka akan menegur atau Menyeret Adrian pergi dari pada membuat keributan seperti itu.
Eros panik saat melihat Ayahnya , dia melihat ke arah Selene " Selene ,kali ini bantu kakak bicara sama ayah , dia tadi mau memegang kamu , Please..." Ucap Eris memohon.
Selene menghela napas " Kenapa kakak tidak langsung berlutut saja dan meminta maaf dengan Ayah , Aku yakin Ayah akan langsung memaafkan kakak " Selene tersenyum manis.
Eros menghela napas , ternyata adiknya tidak bisa di harapkan , dia terpaksa menuruti kata - kata Selene saat Leon sampai di hadapannya.
Eros langsung bersimpuh " Ayah maafkan aku , aku tifak bermaksud mengacau , hanya saja tadi dia amu menyentuh Selene, jadi aku Reflek melemparnya " Eros berkata dengan sungguh - sungguh.
Leon menganggkat kedua tangannya , Eros langsung memejemakan mata , karena dia takut kali ini akan di hajar Leon.
Tapi Eros terkejut saat Leon memegang kedua bahunya, dan menyuruh dia berdiri , Erospun langsung berdiri , dia menatap bingung Leon yang tersenyum padanya.
" Kali ini kamu melakukan tindakan yang benar !" Ucap Leon senang.
" Eh...eh...ehhhhhhh " Eros masih bingung , tapi Leon mengabaikannya , dia menepuk bahu Eros dan meninggalkannya ,untuk menghampiri kedua istrinya.
Eros masih kebingungan di tempatnya , dia masih tidak percaya jika Leon memujinya ,Selene yang melihat Kakaknya seperti orang bodoh ,dia menegur " kenapa masih bengong, harusnya kakak bersyukur Ayah tidak marah "
Eros tersadar , dia menatap adiknya kemudian tersenyum , Eros merasa senang karena kali ini telah melakukan sesuatu yang benar.
Acara tersebut berlangsung sampai Larut malam , hingga acara akhirnya selesai , tamu undangan satu persatu pulang , menyisakan Leon dan Keluarga Besarnya.
Angel yang mendengar hal itu , Wajahnya memerah , dia tersipu malu dengan ucapan ayahnya.
Sementara Orang tua Karina menatap Leon dengan canggung, pasalnya mereka pernah tidak merestui Leon.
Orang Tua Karina hanya busa berkata sama seperti Drake sebelum meninggalkan tempat tersebut.
Setelah semuanya sudah pulang, Leon dan Keluarganya juga pulang kembali ke Vila mereka.
Leon dan Kedua istrinya sudah di kamar mereka , Leon langsung berbaring di ranjang karena lelah menyapa banyak orang.
Sementara Angel dan Karina terdengar sedang membersihkan diri , Mereka ketawa - ketiwi di kamar mandi.
Leon yang mendengar hal itu hanya menggelengkan kepala , dia tidak mau tahu apa yang sedang di lakukan kedua istrinya.
Angel dan Karina keluar dari kamar mandi mengampiri Leon yang berbaring di ranjang , Leon menoleh ke arah keduanya.
Betapa terkejutnya Leon melihat Angel dan Karina memakai dalaman yang minim dan menerawang , yang membuat semua Pria pasti akan terangsang.
Benar saja , seketika lelah Leon menguap , Pusakanya langsung meronta , Leon bangkit dia duduk menatap kedua istrinya.
Angel dan Karina langsung merangkul Leon dari sisi kanan dan kiri Leon , Mereka sengaja menempelkan gunung kembarnya pada Leon hingga membuat Leon semakin bergairah.
Pertarungan di ranjangpun tidak terelakan , Leon dengan ganas memakan keduanya tanpa memberi mereka napas sedikitpun hingga pagi hari , sampai kedua Wanita Leon tidak bisa bergerak lagi, karena lemas dan pedih di s*langkangannya.
***
Sementara itu dirumaha sakit tempat Sarah di rawat , Seorang Dokter sedang berbincang.
" Bagaimana keadaan Wanita yang mengalami kecelakaan tunggal itu Dok ?" Seorang Dokter wanita bertanya pada dokter yang menangani Sarah.
Dokter pria menghela napas " Keadaannya kritis , banyak tulang pada tubuhnya yang patah , Suatu keajaiban dia masih hidup sampai sekarang "
Dokter Wanita mengerutkan keningnya " Maksud anda dia seharusnya sudah...?" Dokter Wanita sengaja tida melanjutkan kalimatnya.
Dokter pria mengangguk " Ya... Tulang rusuknya juga patah , tapi sungguh keajaiban tulang tersebut tidak ada yang menusuk organ dalamnya , Tapi entahlah dia akan sanggup bertahan atau tidak "
Dokter Wanita mengangguk mengerti , pasalnya hanya segelintir orang yang bisa bertahan hidup jika mengalami kecelakaan seperti itu, jikapun ada yang bertahan hidup bisa di pastikan mereka akan cacat.
Tidak ada yang menjenguk Sarah , Karena keluarga Sarah ada di Desa , dia ke kota untuk melanjutkan studi , jadi dia tidak punya saudara dikota Harbes tempat dia berkuliah.
Di ruang Icu tempat sarah di rawat , Tubuhnya yang hampir di balut semua dengan kain kasa, bersinar , dia seolah meregenarisi tubuhnya dengan Cahaya tersebut, tapi karena lukanya terlalu parah ,regenerasinya sangatlah lambat.
.
.
.
.
.