
Leon di baringkan di rumah tempat mereka akan berlatih beladiri.
Jin dan Brandi duduk di sampingnya untuk menjaga Leon.
Brandi bertanya pada Jin " Tuan Jin , tadi itu .."
Jin tahu jika Brandi penasaran dengan Aura Leon yang hitam pekat dan mampu melahap Aura lainnya, Jin menghela napas " aku juga tidak tahu pasti, Tapi Aura Tuan Leon Mirip dengan Cerita Mitologi Kuno dengan Dewa Kematian, jika itu benar ,aku tidak tahu ini kabar gembira atau kabar Buruk , Karena Aura yang mampu melahap Aura Lainnya akan sangat membahayakan nyawa lawan maupun kawan , apa lagi Tuan Leon belum biasa dengan Aura tersebut , aku khawatir jika Tuan Leon termakan oleh Auranya sendiri "
Brandi tercengang " Aura Dewa Kematian ?, jadi maksud anda jika Tuan Leon Reinkarnasi Dewa kematian ?"
Jin Menggeleng " Entahlah.. Jika Tuan Leon Reinkarnasi Dewa Kematian mungkin itu lebih baik, Karena dia akan cepat beradaptasi dengan Auranya tapi... "
Jin menatap Leon lekat - lekat , dia kemudian melanjutkan " Jika dia hanya mewarisi Aura tersebut, aku takut Tuan Leon tidak akan mampu mengemban Konsekuensinya " Jin berkata dengan Khawatir.
" Glek " Brandi menelan Ludah, dia tahu maksud Jin, itu artinya jika hanya mewarisi Aura tersebut tubuh Leon tidak akan sanggup menerimanya, dengan begitu Leon akan terlahap Aura tersebut dan jiwanya menghilang.
Brandi bukanlah orang bodoh, walaupun Auranya masih stuk di tahap 2, itu karena dia memang sengaja tidak membuka sampai tahap selanjutnya, pasalnya waktu itu dia sudah tidak berhubungan dengan pertarungan selama 5 tahun.
" Tuan Jin , Apa ada cara agar bisa memperkuat Tubuh Tuan Leon ?" Ucap Brandi khawatir, karena dia tidak mau Tuannya mengemban beban yang berat sendirian, Karena menurut Brandi, orang sebaik Leon tidak adil jika Harus Mati oleh Auranya sendiri.
Sebelum Jin menjawab, Cen datang memberi salam " Tuan Jin ,Orang yang ada di luar sudah di bereskan !"
Jin mengelus Jenggot putihnya " Cen Long, Alirkan sedikit Aura kamu ke Tubuh Tuan Leon !"
Cen Long tidak membantah , dia langsung mengeluarkan Auranya dan mengalirkan pada Tubuh Leon.
Aura Putih bersih seperti Cahaya yang di keluarkan Cen Long ,mengalir di tubuh Leon.
Tapi tiba - tiba Aura Leon Meluap Keluar dan melahap Aura Cen Long .
Walaupun Cen Long sudah tidak mengeluarkan Aura lagi, Aura Leon masih mengejar Cen Long.
Aura Leon menyerap Tubuh Cen Long" Arghhhh !!" Cen Long menyemburkan seteguk darah.
Jin yang melihat itu langsung mengunci semua titik Aura Cen Long, baru Aura Leon kembali ke tubuhnya.
Jin Gemetar ketakutan , Bukan Karena Cen Long terluka tapi Karena Aura Leon benar - Benar Milik Dewa Kematian.
Aura Cen Long yang merupakan Aura Cahaya saja bisa di lahap oleh Aura Leon , Itu menandakan jika Leon Reinkarnasi Dewa kematian , pasalnya jika Leon hanya mewarisi Auranya saja , Aura Cen Long bisa melawannya.
Brandi memapah Cen Long " Kamu tidak apa - apa ?" Tanya Brandi Khawatir.
Jin yang masih tertegun menatap Leon tidak peduli jika anak buahnya sedang terluka parah.
Jin kemudian tersadar, dia berbalik menatap Cen Long " Aku menutup semua titik Aura Kamu , Cen.., Kamu jangan dekat - dekat Tuan Leon ,sebelum Tuan Leon bisa menguasai Auranya !" Jin berkata dengan serius.
Walaupun tidak mengerti, tapi Cen long tetap Pergi meninggalkan tempat tersebut.
Brandi kebingungan dengan Kejadian Barusan, dia akhirnya memberanikan diri untuk bertanya " Tuan Jin , apa yang sebenarnya terjadi ?"
Jin menghela Napas " Brandi , Tugas kita kedepannya akan semakin berat !"
Brandi tidak Tahu harus berkata apa, pasalnya dia tidak mengerti sama sekali dengan kejadian yang menimpa Cen Long.
Sementara itu , di waktu yang sama ,di alam bawah sadar Leon.
Leon melihat gumpalan Hitam ada di depan matanya " Siapa sebenarnya kamu !" Ucap Leon khawatir.
" Hahahaha... anda tidak perlu takut padaku Tuan , Bukankah kita sudah berjuang bersama Jutaan tahun yang lalu " Ucap Gumpalan Hitam yang berada di depan Leon.
Leon mengerutkan keningnya " Apa Maksudmu ?!" Bentak Leon pada sosok tersebut.
" Cepat atau lambat anda akan tahu semuanya " sosok tersebut kemudian menghilang.
" Tunggu !!!" Bersamaan dengan Leon berteriak di dunia bawah , dia terbangun dari pingsannya.
" Tuan Leon , Anda tidak apa - apa ?" Tanya Brandi khawatir.
Leon menatap Brandi dan Jin yang ada di hadapannya " Sukurlah Kalian tidak kenapa - napa !" Leon menghela napas saat melihat mereka berdua baik - baik saja.
Leon teringat kejadian saat dia Di Cengkram pemimpin pembunuh, dia kemudian Berkata " Jin Terima kasih sudah menyelamatkannku "
Jin menggeleng " Tuan Leon , Bukan aku yang menyelamatkan anda , Tapi Anda bertarung sendiri "
" Bertarung ?, aku ?" Leon bingung dengan ucapan Jin, pasalnya dia tidak mengingat apa yang sebenarnya telah terjadi.
Leon hanya teringat saat dia di cengkram oleh pemimpin pembunuh, setelah itu dia tidak ingat semuanya.
Biasanya Orang yang telah mengeluarkan banyak Aura, Mereka harus bermidetasi untuk kembali mnyetabilkan Auranya.
Tapi Leon berbeda, Auaranya seolah tidak berkurang sedikitpun, Tubuh Leon pun tidak terpengaruh sedikitpun.
" apa kita bisa mulai latihannya sekarang ?" Tanya Leon pada Jin.
Jin mengerutkan keningnya, padahal hampir terbunuh tapi masih mengingat tentang Latihan, Jin menghela napas " Tuan Leon, Kita istirahat satu Jam lagi, baru nanti kita mulai latihannya "
Leon mengangguk Mengerti, Sambil menunggu Waktu Latihan, Leon membaca Buku teknik dasar dalam bertarung.
Dia berusaha Mengingat , semua gerakan dasar yang ada di buku tersebut.