
Luffy pun menceritakan bagaimana syoknya dirinya ketika kehilangan seluruh teman-temannya. Kuma melemparkannya terakhir dan dia mendarat di suatu pulau. Dirinya di kejar-kejar dengan monster sampai dia memakan sebuah jamur. Dia juga menceritakan tentang seluruh yang dia alami waktu di Amazon Lily, kecuali tentang dia yang tidak sengaja melihat Boa Hancock yang sedang telanjang bulat 2 kali dan juga dengan tanda yang ada di punggung Hancock.
Entah kenapa, hatiku mengatakan ada yang di sembunyikan oleh Luffy dariku. batin Nami penuh selidik dan mencerna seluruh isi cerita Luffy tanpa terlewat sedikit pun.
"Luffy kau memang beruntung," iri Usopp.
"Luffy kurang ajar, kenapa Kuma tidak mendaratkan aku disana saja?" tanya Sanji dengan kobaran api di matanya.
"Oi Luffy, aku benar benar tidak tertarik dengan ceritamu." ucap Zoro tapi dia masih tetap menggandeng tangan Robin di bawah meja.
"Luffy itu masih lebih baik dari pada dirimu Zoro," bentak Nami
"Benar, Luffy saja menceritakan pengalamannya dari pada dirimu sama sekali tidak," lanjut Chopper dan membuat Zoro menjadi kesal dan terdiam.
"Huh, cerita Marimo itu pasti tidak menyenangkan. Mungkin ceritanya bakal seperti ini..." Sanji mengantungkan perkataannya.
"Terlempar di tengah hutan, terus tersesat karena tidak tau jalan keluar," lanjut Usopp dengan nada di buat-buat dan berhasil memunculkan tanda centang di dahi Zoro.
"Haha terus tidak sengaja tersungkur ke tanah dan memotong matanya sendiri," ucap Franky dan membuat gelak tawa kecuali Robin yang sedang menenangkan Zoro agar tidak memotong kepala teman-temannya.
"Terserah kalian saja," ketus Zoro sambil memakan Onigiri nya dengan kesal dan tentu masih terjadi gelak tawa ria dari teman-temannya.
"Oh ya Luffy-san, apakah kau mau menceritakan bagaimana petualanganmu menyelamatkan Ace-san?" tanya Brook dan membuat mereka semua berhenti tertawa.
"BROOK!" bentak Nami di sertai tatapan horornya.
"Maaf ya Brook, tapi aku masih..belum siap," ucap Luffy dengan lesu tetapi Luffy tetap tersenyum.
"Yohoho, kau tidak perlu berminta maaf Luffy-san," elak Brook merasa bersalah.
"Yosh sekarang ke Robin," ucap Luffy dan membuat Robin terhenti memakan Sandwichnya.
"Iya Robin, aku mau mendengar ceritamu." ujar Nami sambil menempelkan dagunya yang bertumpu dengan telapak tangannya.
"Baiklah aku akan menceritakannya," ucap Robin dan membuat para teman-teman nya menjadi semangat bahkan Zoro juga melihat ke arah Robin sambil tersenyum.
Robin menceritakan setelah dirinya di lempar oleh Kuma. Ia mendarat di sebuah kota yang sedang musim salju, dirinya kurung dan di suruh menjadi budak pembangunan di negeri itu.
Sampai adanya perang yang menyelamatkannya dan para budak lainnya. Dia pun dia bawa ke atas kapal untuk segera meninggalkan kota itu.
"Nee.. Robin, kalau boleh tahu siapa yang menolong mu Robin?" tanya Usopp di tengah cerita
"Diamlah Usopp, kau mengganggu cerita Robin saja," bentak Zoro.
" Aku cuma bertanya saja," Elak Usopp.
"Tapi tetap saja Usopp," ketus Zoro.
"Oi oi, sudahlah. Kenapa jadi berantem sih," ucap Franky untuk meleraikan Zoro dan Usopp.
Beraninya dia membuat Robin menjadi budak, lihat saja sampai aku bertemu dengan orang tersebut. batin Zoro dan sedikit mencengkeram jari tangan Robin.
"Robin, ayo cepat ceritakan lagi. Aku benar benar penasaran," rengek Chopper.
"Robin cepatlah," rengek Luffy.
"Jadi gini orang yang menyelamatkan aku itu--" ucapan Robin terpotong
Pranggg
Bunyi apa itu? Tanya seluruh teman-teman Robin di dalam hati.
Entah kenapa, firasatku sudah tidak enak batin Robin.