Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Bertemu


Robin berjalan hingga sampai ke pesisir laut, Robin segera menyelinap masuk disalah satu kapal yang akan berlayar ke Sabody Park.


"Semoga saja, dia dijaga dengan baik dengan Koala dan Sabo," gumam Robin ketika sudah sampai Di Pulau Sabody Park.


Sebelum ia ke kapal. Ia singgah terlebih dahulu sebentar ke toko untuk istirahat, setelah 2 jam di kapal. Tapi, ia malah bertemu dengan mata-mata angkatan laut dan berhasil lolos.


"Apa mereka sudah datang?" tanya Robin sambil melangkahkan kaki lebih ke dalam pulau yang di atas pohon sangat banyak balon gelembung berukuran raksasa.


Di sebuah bar tak jauh dari lokasi Robin. Terjadi keributan antara Nami gendut dengan seorang wanita cantik. Ketika Nami hendak melukainya datang seorang ksatria melindungi gadis itu dengan bantuan tanaman yang merambat.


Gadis itu terkejut, gadis itu menyadari bahwa pria tersebut rupanya salah satu kru SHP yang asli, sedangkan gadis itu adalah Nami yang asli. Nami kembali bertemu dengan teman satu gengnya yaitu ‘trio penakut’.


"Usopp sudah lama sekali," jerit Nami kegirangan.


Bahkan dia tidak sadar, jika Usopp orang pertama yang  sudah merasakan oppai-nya yang semakin besar setelah 2 tahun.


"Emm... kau banyak mmm... berubah nee.., Nami," sahut Usopp yang masih berada di oppai Nami.


"Usopp, ayo kita segera pergi dari sini," ujar Nami dan melangkah keluar, tidak lupa membawa kantong belajaannya.


Selama perjalanan yang sudah memakan waktu yang lama, mereka bertemu dengan Chopper yang berubah menjadi model rusa dan berlari dari arah depan, menuju kearah Usopp dan Nami.


"Wah Chopper, kau sudah tumbuh besar," kagum Usopp melihat wujud Chopper yang terkesan seperti moster, bukan lagi seperti hewan peliharaan.


"Eh... Usopp," kaget Chopper melihat Usopp yang fisiknya juga sudah lumayan banyak perubahan.


"Wah, kamu juga jauh lebih lembut ya," ucap Nami sambil mengelus pipinya di permukaan bulu Chopper.


"Lama tak berjumpa ya, Chopper,"


"Nami?" Chopper sambil melihat Nami dengan penuh kebingungan.


Kenapa Nami bisa berubah secepat ini? Batin Chopper.


"Bukannya kau---"


"Sepertinya kau tadi bertemu dengan kita yang palsu," potong Usopp dan membuat Chopper terkejut.


"Kita palsu? Heh?! Kita punya kembaran?" tanya Chopper terkejut.


"Kita akan bahas itu nanti, lebih baik kita ke kapal terlebih dahulu," ujar Nami.


Mereka bertiga atau biasa di sebut 'Trio Penakutnya Mugiwara’, menaiki sebuah balon yang merupakan kendaraan di Sabody. Mereka pun bergegas pergi ke tempat Sunny Go.


“Nami! Aku masih penasaran, terlebih lagi tadi aku lihat Robin ditangkap oleh angkatan laut. Bagaimana ini Nami, Usopp?!”


“Tenanglah Chopper,” ucap Usopp.


“Yang tadi kamu ketemu itu adalah orang yang menyamar sebagai kita. Untuk mengelabui dan membuat aliansi,” jawab Nami.


“Tapi, buat apa mereka melakukan itu?” tanya Chopper sambil memakan beberapa permen pemberian dari warga Kerajaan Torino.


“Mungkin karena kita terkenal, dan juga kita waktu itu tidak ada kabar selama 2 tahun. Mereka memanfaatkan situasi itu,” jawab Nami kembali.


“Wah jadi kita keren Chopper,”


“Kau benar Usopp,” Dan mereka berdua kegirangan.


“ITU SEBUAH MASALAH TAHU!"


Ditempat Zoro dan Sanji


"Sudah Ku bilang berapa kali, kalau kau itu salah menaiki kapal. Marimo!" ketus Sanji yang berada di belakang Zoro.


"Kurang ajar, sepertinya kau ingin merasakan kekuatan tendangan yang telah ku latih selama 2 tahun ditempat neraka itu," tawar Sanji dengan semangat yang berapi-api.


"Ayo! siapa takut? DASAR KE-TUJUH!" sahut Zoro tidak kalah mengerikannya.


"Oi oi, apa perlu kita pisahkan mereka?" tanya seorang pengamat kepada temannya.


"Kalau kau ingin mati silakan saja," jawab temannya itu.


...🍙👒☕...


Kenapa punggungku terasa berat? Batin Robin.


Selama berjalan Robin selalu merasa berat, terkadang bunyi celoteh yang samar-samar ia dengarkan.


"Sepertinya aku harus tahu, apa yang dibawa." Robin berniat membuka tas punggung berwarna ungu tersebut.


"Aku melihat seorang wanita cantik. Suupeeerrr!" teriakan dari kapal itu membuat Robin penasaran dan menoleh ke belakang.


"Aawww, kau pasti arkeolog cantik kami," ucap Robot berambut biru dengan pose aneh yang berada di kapal, Robin sedikit bingung melihat orang itu tetapi ia tersadar ketika mengingat nama dan kekonyolan teman-temannya.


"Fufufu, sepertinya kau sama sekali tidak berubah ya," ucap Robin sambil terkekeh dan tersenyum.


"Franky,"


Ditempat Luffy


Setelah turun dari kapal Hancock, Luffy berjalan menuju kapal dan ia dicegat dengan seseorang. Orang itu menodong Luffy dengan sebuah pistol. Orang yang menyamar menjadi Luffy yang palsu, tetapi Luffy berhasil menghindar.


Bahkan para aliansi Luffy yang fake itu sangat banyak. Tapi disaat itu juga muncullah Sintomaru dan juga Pacifista atau PX-5, yang sedang ingin menangkap Luffy yang asli.


"PX-5 cepat temukan Luffy yang asli," ujar Sintomaru dan langsung dilaksanakan oleh Pacifista yang palsu.


Luffy berhasil menghindar, dan membuat mereka seluruh terkejut melihat wajah yang sama persis di poster buronan.


Para Mugiwara Fake pun melarikan diri, sedangkan Kapten Luffy fake sudah di tangkap oleh Sintomaru. Luffy berhasil menghindar dari serangan beam milik Pacifista, dan berhasil menghancurkannya hanya dengan satu pukulan. Kejadian itu membuat seluruh orang menjadi terkejut bahkan Sintomaru.


Kenapa Mugiwara bisa berkembang secepat ini, siapa kau sebenarnya Mugiwara? Batin Sintomaru.


"Oi Mugiwara, kau mau kemana?" tanya Sintomaru kepada Luffy yang berjalan menjauh dengan tas kuning besar pemberian dari Hancock.


"Hihi, sampai jumpa," ucap Luffy.


"Luffy!" teriak Zoro dan Sanji dari depan Luffy.


"Wah, Zoro, yang Sanji. Shishishi kalian sudah banyak berubah ya," ucap Luffy.


"Bukankah itu sang pemburu bajak laut, dan juga sang kaki hitam," ucap Para Marine melihat Zoro dan Sanji.


“Mereka pasti yang asli!"


"Px-5 tangkap Roronoa Zoro dan juga Sanji," perintah Sintomaru dan langsung di laksanakan oleh PX-5


Ketika PX-5 ingin menyerang Sanji dan Zoro dengan mendekati kedua orang kaki kanan dan kaki kiri Luffy, tetapi sayangnya tidak berhasil karena Zoro dan Sanji bekerja sama seperti ketika di Alabastar dan berhasil mengalahkan PX-5 dengan kekuatan yang telah mereka latih selama 2 tahun.


"Huh, aku berhasil memotongnya," ucap Zoro dengan bangga.


"Tapi aku berhasil menendang kepalanya." elak Sanji dan mereka mulai kembali berkelahi tetapi tentu saja tidak di hiraukan oleh Luffy.


Mereka pun kembali berlari dengan dikejar oleh Para Angkatan Laut. “Aku tidak sabar ingin ke Pulau selanjutnya!”