
"Loh, Luffy kamu kenapa?" tanya Nami kepada Luffy yang mendarat di dekat pohon jeruknya dengan sebuah barbel di samping kepalanya.
"Luffy." panggil Nami sambil menepuk-nepuk pipi Luffy.
"Eghh, ini di mana?" tanya Luffy yang baru saja bangun dari tidurnya.
"Kamu ada di kebunku, kamu ini kenapa sih?" tanya Nami yang berjongkok sedangkan Luffy sedang merentangkan tangannya dan wajahnya langsung menghadap ke arah langit.
"Oh.. itu tadi, ke tempat Zoro." jawab Luffy "Padahal, kan aku mau ikut main, eh Zoro malah melempar barbel ke mukaku. Ya sudah, terus aku mendarat di kebunmu."
Tentu saja Zoro melakukan hal itu kepadamu Luffy batin Nami memaklumi perlakukan Zoro untuk Luffy.
"Kamu mau ini." tawar Nami sambil mengarahkan semangkuk es serut dan tentu saja membuat Luffy langsung berbinar dan segara duduk di hadapan Nami.
"Ya sudah ambil saja sendiri Luffy." ujar Nami sambil memakan esnya tetapi Luffy malah mendekatinya.
"Luffy apa yang--" Nami terdiam ketika Luffy menjilat es krim yang ada di mulut Nami.
"Shihihi, enak." ujar Luffy tersenyum mengeluarkan deretan gigi putihnya tidak lupa dirinya juga sedikit terkekeh.
"Sanji aku mau." teriak Luffy sambil berlari ke arah dapur menemui Sanji.
Deg deg deg
Nami meraba jantungnya yang terus berdetak dengan cepat seperti lari maraton. Nami memegang bibirnya yang tadi jilat oleh Luffy dengan tangan kirinya yang tidak meraba jantungnya.
Dasar Luffy bodoh! Kenapa gak pakai tangan saja sih. Batin Nami sambil menggigit bibir bawahnya dengan muka yang sudah merah padam.
“Oh ya Nami,” Luffy kembali ke tempat Nami. “Pejamkan matamu.” Nami memejamkan mata setelah beberapa menit ia membuka mata dan tidak menemukan Luffy.
“Di mana Luffy?” tanya Nami. Nami meraba kaki dan menemukan gelang perak mutiara yang sangat indah.
“Sejak kapan kamu bisa romantis seperti ini Luffy?” kesal Nami menghilang atas pemberian Luffy.
"Kakak." panggilan dari seseorang membuyarkan fantasi liar Nami gara-gara efek Luffy.
"Loh Zayn, kenapa kamu ada disini?" tanya Nami melihat Zayn yang sedang mengucek matanya dan Nami berdiri dan menuju ke tempat Zayn.
"Kau ingin dengan mamamu ya, baiklah ikut dengan kakak yuk." ucap Nami mengendong Zayn tetapi di tolak sehingga dia mengiring Zayn menuju ke ibunya yang sedang berada di tempat makan bersama dengan yang lainnya. Sedangkan es krimnya terus meleleh dan akhirnya di makan oleh burung camar yang tidak sengaja lewat.
...📚👒🍙...
"Mama." rengek Zayn dibawa oleh Nami ke tengah kapal sambil menghampiri Robin yang sedang menenangkan Zoro yang ingin membunuh Franky dan juga Brook.
"Loh Zayn, dari mana saja?" tanya Robin sambil mengendong anaknya ke dalam pangkuannya.
"Susu." ucap Zayn sambil menarik baju Robin dan Nami memberikan Zayn.
"Sanji, tolong buatkan susu buat Zayn." pinta Robin dan dengan sigap Sanji langsung ke dapur untuk membuatnya.
"Nee, ada apa sih?" tanya Nami duduk di hadapan Robin dan di samping kanannya Luffy dan di samping kirinya Usopp.
"Oh itu tadi, aku bilang kalau Zoro sama Robin main kuda-kudaan." jawab Luffy sambil memakan es krimnya dengan lahap.
"Terus masalahnya apa?" tanya Nami karena melihat aura membunuh dari Zoro yang duduk di samping Robin yang sekarang sedang mengganggu anaknya itu yang terus menangis.
"Luffy mengatakan jika dia dapat informasi itu dari Brook sama Franky," jawab Usopp sambil menikmati es krimnya dengan cepat agar tidak di lahap oleh Luffy.
Sudah kuduga batin Nami sambil menggeleng kan kepala.
"Papa!" ketus Zayn dengan mata berair yang terus di ganggu oleh Zoro. Zoro melampiaskan kekesalannya kepada anak karena tidak bisa membunuh 2 pengganggu itu.
"Hentikan Zoro, lihatlah. Dia marah sekarang." ucap Robin.
"Robin-chan ini dia pesananmu." ucap Sanji sambil memberikan botol susu yang dia buat buat Zayn dan langsung di ambil oleh Zayn.
"Nee.. Dia seperti ayahnya saja suka minum." ejek Franky.
"Sudah-sudah, sekarang ayo kita makan dulu sebelum acara itu mulai." ujar Usopp.
"Acara apa?" tanya Nami dan teman-temannya tersenyum penuh arti.
"Nanti kau akan tahu." ujar mereka semua dan membuat Nami bingung.