
"Kita lanjutkan dengan seorang koki yang sangat menyukai para wanita. Di juluki Kuroashi atau sang kaki hitam dengan buronan 79 juta berry." ucap Usopp "Sang koki... Sanji."
Sanji menaiki salah satu kakinya ke atas. Dirinya memakai jas seperti biasanya dengan warna berbeda.
"Ini untuk para wanita yang ku sayang." ucap Sanji dan memperlihatkan hidangan makanan yang elegan.
"Nee... dasar Sanji-kun, selalu saja dirinya seperti itu." komentar Nami sambil menyeruput jus jeruk.
"Fufufu, sudahlah. Biarkan saja." sahut Robin.
"Apa dia benar-benar tidur?" tanya Nami melihat Zayn yang benar-benar nyaman di pelukan ibunya.
"Dia selalu begini, nempel mulu." jawab Robin sambil menepuk-nepuk punggung Zayn agar tidurnya semakin nyaman.
"Bahkan dia menangis loh, dan dia gak mau lepas aku waktu di tinggal." ucap Robin menceritakan Zayn yang sangat bawel waktu dipisahkan dengan dirinya.
"Benar-benar anak yang manja ya." komentar Nami.
"Fufufu, seperti ayahnya." timpal Robin.
"Jadi ayahnya juga manja." goda Nami "Sepertinya aku mendapatkan sesuatu informasi yang menarik."
"Fufufu."
"Yosh kita lanjutkan." ucap Usopp sambil menari dengan Brook yang memutar alat musiknya.
"Seorang robot manusia yang paling kita kagumi, buronan bernilai 45 juta berry." ucap Usopp memperkenalkan Franky "Sang Robot... Franky."
"Supeerrrrrrrrr." teriak Franky dengan pose anehnya dan tepuk tangan cukup meriah.
"Kita lanjutkan." ucap Usopp.
"Dia seorang, eh salah. Dia seekor hewan dengan buronan bernilai 50 berry." lanjut Usopp memperkenalkan Chopper yang menggunakan baju tidur dengan Chopper yang malu-malu.
"Seekor dokter muda kita... Tony Tony Chopper." Chopper pun menari-nari kesenangan karena di bilang dokter oleh Usopp.
"Dasar Usopp, kau membuatku malu saja." ujar Chopper dengan malu-malu seperti biasanya.
"Yosh, sekarang aku akan memperkenalkan seorang lelaki yang sudah beristri dan mempunyai seorang anak, tetapi dia merahasiakan kepada kita semua. Dasar pembohong." sindir Usopp.
"Nani?!" ucap Zoro terkejut dan bangun dari tempat.
"Ayo Zoro, cepat ganti baju mu." teriak Nami.
"Jadilah laki-laki sejati." sahut Franky.
"Fufufu, aku sudah tidak sabar." timpal Robin.
"Ayah." sahut Zayn sambil mengangkat tangannya ke atas.
"Kalian semuanya, diamlah." ujar Zoro.
Dasar kalian! Batin Zoro.
"Memiliki buronan bernilai 120 juta berry. Walaupun dia juga sering tersesat." ucap Usopp kepada Zoro yang sudah ada mengganti pakaiannya di atas panggung dengan menutupi matanya.
"Inilah sang pendekar pedang. Roronoa Zoro." teriak Usopp dan mereka semua bertepuk tangan dengan meriah.
"Akan kubunuh kalian." ucap Zoro sambil memainkan pedangnya dan mereka pun tepuk tangan cukup meriah juga Zayn tepuk tangan tentu saja juga sedikit di bantu oleh ibunya.
"Ok sekarang kita berada di babak terakhir, akan ku perkenalkan lelaki yang menjadi kapten di kapal kita ini." ujar Usopp dan kapten mulai berjalan menuju ke atas panggung.
"Memiliki buronan bernilai 400 juta berry. Dia juga merupakan lelaki yang selalu berbuat onar." lanjut Usopp dan kapten mulai memainkan kekuatan Gomu-gomu no mi miliknya.
"Sang kapten.... Monkey D Luffy." teriak Usopp dan Luffy pun menggunakan kekuatannya dan menaiki ke atas tempat sangkar penjaga milik Zoro.
"KAIZO NI OREWA NAROU!" teriak Luffy di atas sangkar dengan lantang (Aku akan menjadi RAJA BAJAK LAUT!)
"Luffy selalu memakai topi jeraminya, ya." ujar Robin.
"Kau benar." timpal Nami.
Spassh
Bom diarahkan kepada kapal Sunny Go tetapi berhasil meleset. Rupanya yang menebak mereka adalah para Marine.
"Nee.. Kenapa tiba-tiba ada Marine?" tanya Usopp panik di atas panggung melalui den-den mushi.
"Nah, ini yang aku tunggu dari tadi." ujar Zoro bersemangat.
"Sepertinya aku harus menyembunyikan Zayn." ucap Robin sambil sedikit berlari menuju ke arah kamar untuk menaruh Zayn di sana.
"Luffy kita harus apa?" tanya Nami.
Luffy tertawa "Tentu saja, kita semuanya.. Serang!" teriak Luffy dan di angguk i oleh mereka semuanya.
Trio mister mulai memasuk ke dalam Kapal Marine sedangkan Sanji berada di atas dengan kekuatan kaki hitamnya. Zoro berkelahi dengan Para Marine yang menggunakan pedang. Luffy juga berkelahi dengan kekuatan kaki yang di panjangkan dan mendorong mereka untuk jatuh ke laut.