Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Bayi mungil itu punya nama


Zoro yang sedang membersihkan pedang hanya mengangkat bahu "Biarkan saja, asalkan monyet dan kucing itu tidak mengganggu Robin dan Kuina tidak akan ku tebas kok."


"APA YANG KAU BILANG ZORO, BERANI-BERANINYA!" teriak Nami dengan gigi hiu yang terlihat sangat menyeramkan.


"Shihihi, tapi yang dibilang Zoro ada benarnya kok," sahut Luffy "Sanji buatkan makanan, aku lapar!"


"Tidak ada makanan untukmu!" Elak Sanji dengan menghembuskan asap rokok dengan sangat kesal.


"Ehhh KENAPA?!" Luffy menjadi panik dan mulai merengek kepada Sanji.


"Sanji huaaa, mau makan. Kau ingin melihatku mati ya?!" Sanji tidak peduli dan mulai berjalan ke atas menuju dapur.


"Lepaskan aku sialan! Kau membuatku tidak bisa bergerak!" Bentak Sanji menggerakkan kakinya naik turun agar Luffy turun dari kakinya.


"GAK MAU KALO BELUM BIKIN MAKANAN!" elak Luffy dengan menangis.


"Luffy semakin lama semakin aneh saja, tadi pengen adik bayi sekarang malah sangat menjadi dramatis begini. Oi Nami apa yang kau lakukan kepada Luffy?" Tanya Zoro setelah selesai memasang kembali pedang di pinggang kirinya.


"Kenapa aku yang jadi disalahkan, Luffy berhenti melakukan itu!" Bentak Nami tetapi Luffy tetap melakukan aksinya kepada Sanji.


"Anak ini!" Nami segera berlari untuk menghajar Luffy agar dirinya kembali menjadi Luffy yang normal sedia kala.


"Apa yang terjadi?" Tanya Robin sambil menggendong baby Kuina keluar dari dapur melihat kegaduhan di Sunny.


"Wah adek bayi!" Teriak Luffy kegirangan menghampiri Kuina yang tertidur didalam gendongan ibunya.


"Ehhh bangun kenapa kau terus tertidur, seperti ayahmu saja yang pemalas," ejek Luffy dan membuat Robin tertawa.


"Oi Luffy beraninya kau!"


"Fufufu, Luffy bayi ini punya nama," ucap Robin dengan lemah lembut sambil menepuk-nepuk badan Kuina kecil.


"Ehh, namanya siapa?" Tanya Luffy.


"Yang benar saja kau Luffy. 1 bulan yang lalu kan sudah diberi tahu," ucap Nami sambil menggelengkan kepala.


"Ehhh Kuina mana mana? Mana senjata ninja yang seperti shuriken itu?" Semua orang langsung menepuk jidat.


"Kuina senjata dengan Kuina anakku itu berbeda Luffy!" Ujar Zoro.


"Kau ini bodohnya sudah mendarah daging," sahut Usopp.


"Ehh tenang saja Usopp, aku akan coba buatkan obat untuk mengatasi kebodohan!" Lanjut Chopper dengan api membara.


"Memangnya ada ya obat seperti itu?" Tanya Franky.


Robin turun ke bawah bersama dengan Luffy. "Luffy mau bermain dengan Kuina?" Semua orang langsung terkejut.


"Robin jangan!" Teriak mereka.


"Apa kau yakin?" Tanya Zoro dan Robin menganggukkan kepala dan mulai memberikan bayi itu kepada Luffy.


"Luffy tangannya begini," ucap Zoro mempraktekkan tangan agar Luffy mengikuti.


"Begini?" Tanya Luffy dan Zoro menganggukkan kepala. Robin menaruh Baby Kuina ditangan Luffy.


Robin membantu tangan Luffy agar Luffy tidak salah sehingga membuat Baby Kuina kesakitan. "Santai Luffy, pokoknya kamu santai saja ya," Luffy menganggukkan kepala.


"Wah hebatnya Luffy!" Kagum Chopper melihat sosok Luffy menimbang Baby Kuina.


"Tentu saja dia hebat Chopper, dia kapten kita!" Lanjut Sanji menyetujui perkataan Chopper.


Tubuh Kuina mulai menggeliat dan mulai merasa tidak nyaman. "Luffy, tepuk pelan-pelan tubuhnya dan gerakkan tanganmu tapi jangan cepat-cepat ya."


Luffy mengikuti instruksi perkataan dari Robin dan mulai mempraktekkannya. Dan Baby Kuina berhasil tidak menangis didalam gendongan selain ayah dan ibunya.


"Wah DIA TIDAK MENANGIS!" teriak Luffy dengan senang. "NAMI AYOK KITA BUAT BABY SEPERTI BABY INI!"


Semua terkejut, Zoro menggelengkan kepala dan Robin tersenyum dan Luffy memberikan senyuman bahagianya dan terlihat wajah Nami memerah.