
Setelah melakukan pesta besar-besaran mereka pun harus kembali melanjutkan perjalanan.
Nami di beri sebuah log pose yang akan sangat bermanfaat ketika di New World,
"Sepertinya kami tidak perlu log pose ini, " ujar Nami menolak pemberian dari kakek duyung.
"Loh kenapa? Bukankah log ini akan sangat berguna bagi kalian. Bukankah kalian memiliki jiwa petualang yang tinggi. " ucap kakek itu.
Bukan kami, tapi kapten bodoh cintaku itu batin Nami menggelengkan kepala.
"Tidak terima kasih kakek, kami benar-benar tidak membutuhkan log pose seperti ini. " ucap Nami ingin memberikan log pose itu ke kakek tetapi Luffy tiba-tiba melilit tubuhnya.
"Wah sepertinya ini akan menarik," ucap Luffy penuh semangat.
"Luffy, seharusnya kau itu ada di kapal kenapa kau ada di sini!" bentak Nami.
"Apa maksudmu, aku adalah kapten loh." ujar Luffy.
"Kapten kami mohon tolong dengarkan perkataan navigator kita," ucap Chopper dan Usopp serentak.
"Luffy kita tidak akan mengambil-"
Cup
"Kau ini benar-benar cerewet ya," ujar Luffy tersenyum manis setelah mencium Nami dengan singkat itu, bukannya mendapatkan perlakuan yang baik. Luffy justru hampir di aniaya oleh Nami yang notabenya adalah pacarnya sendiri.
"Mereka benar-benar pasangan yang imut," ucap Robin di atas kapal dengan di sampingnya adalah Zoro.
Aku tidak sabar menuju ke dunia baru, batin Robin.
...🍙👒☕...
Mereka sangat antusias untuk melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai. Sampai akhirnya mereka mulai Lily.
Setelah menolong Lily sang raksasa perempuan bertemu dengan ayahnya yang ditangkap oleh para Pemerintah Angkatan Laut. Luffy dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka menuju ke suatu pulau.
"SANJI!" teriak Luffy duduk dengan Usopp dan Chopper yang sedang memainkan sebuah kartu di rerumputan kapal.
"APA?" tanya Sanji yang tidak kalah besar suaranya.
"Apakah kami sekarang boleh makan malam? Kami benar-benar sudah sangat lapar." ujar Luffy sambil membanting kartunya ke lantai dengan muka cemberutnya.
"Sabarlah sedikit lagi." sahut Sanji yang berada di dapur yang sedang mengaduk kari untuk makan malam mereka semuanya.
"Aku mau susu, " ujar Chopper.
"Yohoho, aku mau teh," ucap Brook.
"Cola,"
"Aku mau daging!"
"Diamlah kalian semua!"
Sementara itu di kamar para gadis.
Mereka benar-benar ribut sekali. batin Nami keluar dari kamar mandi.
"Robin, kau sedang mencari apa sih?" tanya Nami yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Aku sedang mencari bukuku. Seingatku, aku menaruhnya di dalam sini." jawab Robin sambil mengacak-acak tas ungunya dan mengeluarkan seluruh isi dari tas itu.
"Kau yakin bukumu ada disana?" tanya Nami sambil mengenakan pakaian santai.
"Iya Nami aku yakin. Huh, ke mana buku itu." ujar Robin dengan frustasi sambil terus mencari buku yang berjudul 'Black Wedding' karangan dari Dara Nabilah.
"MINNA MAKAN MALAM SUDAH SIAP!" teriak Sanji dari arah dapur.
"Aduh, kenapa aku bisa ceroboh seperti ini sih?" tanya Robin sambil mengacak-acak rambutnya.
"Sudahlah Robin, lebih baik sekarang kita makan malam dulu. Nanti aku bantu untuk mencari bukumu itu." ujar Nami sambil menarik Robin untuk segera ikut dengannya untuk makan malam bersama dengan yang lainnya.
"KYAAAAA," teriak kan dari arah dapur membuat Nami dan Robin bingung.
Mereka kenapa? tanya Nami dan Robin di dalam hati.
Nami dan Robin segera ke dapur dan membuka pintu dapur dengan kencang. "Minna, ada ap-pa?"
Nami dan Robin terkejut melihat sosok yang sedang di sidang oleh seluruh teman laki-laki mereka.
Makhluk apa itu? batin Nami di dalam hati melihat ke arah makhluk yang ada di depannya.
Loh itu kan, batin Robin.