
"Luffy, kenapa kau lama sekali?" tanya Nami kepada Luffy yang tadi berhasil membujuknya kembali.
"Hehehe tadi ada sedikit masalah," jawab Luffy sambil terkekeh dan menaruh tangannya ke belakang memegang topinya.
"Dia wanita asli... dia benar benar wanita asli," ujar Sanji yang terus mimisan.
"Oi-oi Sanji. Kau ini sebenarnya kenapa sih?" tanya Usopp sambil memegang tubuh Sanji.
Bagaimana jika dia tahu kalau Nami dengan Luffy sudah berpacaran, mungkin dia akan benar-benar mati. Batin Usopp sambil prihatin melihat kondisi Sanji.
"Chopper tolong!" jerit Usopp memanggil Chopper yang segera datang tergesa-gesa.
"Nee, kau tampak baik," bisik Zoro di telinga Robin dan membuat Robin terkekeh dan tersenyum dengan sangat indah.
"Kau juga," ucap Robin sambil berbisik dan melangkah menjauh agar tidak di curigai dengan teman-teman yang lain.
"Mereka berdua kenapa ya?" tanya Franky yang heran melihat kedekatan Robin dengan Zoro.
Apa mereka juga ada hubungan seperti Nami dan Luffy? Batin Franky sambil meminum cola dan melihat ke arah lain agar tidak tertangkap oleh penglihatan yang sangat tajam dan lihai dari Zoro mau pun Robin.
"Yohoho Nami-san, kita ada kunjungan," ucap Brook sambil menunjuk ke arah jam ke-tiga.
"Minna, tolong lindungi kapal ini sampai aku berhasil membuka bautnya." ucap Franky dan menceburkan dirinya ke dalam air.
"Berhati-hatilah Franky," ucap Robin dan tentu saja membuat Zoro sedikit kesal.
Kenapa harus Robin sih yang memberi kata itu. batin Zoro dan berjalan menjauh.
"Minna, ayo kita cepat lakukan agar segera terbebas dari sini," ucap Nami dan di angguki oleh seluruh awak kapal.
"Brook, Zoro, dan Chopper. Tolong buka ikatan layar," perintah Nami dan langsung di laksanakan oleh yang mereka.
"Yang lainnya tolong jaga kapal ini. Jangan sampai mereka menyentuh pelindung kapal ini." ujar Nami sambil membaca peta pemberian Rayleigh.
Sekarang saatnya untuk memperlihatkan kepada Nami kehebatan dariku. batin Sanji yang telah pulih karena mendengar perintah Nami-san.
Sanji pun mulai mengembalikan peluru yang ditembakkan oleh kapal marine tapi dia kembali mimisan ketika melihat dada Nami yang lumayan besar.
“Dia benar-benar,” ucap Luffy menggantung melihat Sanji yang jatuh dari atas.
"Kyaa mereka akan menyerang dari depan," pekik Usopp ketika melihat belasan kapal marine yang berada di jam 9 sedang mencoba membuat Sunny Go tenggelam.
"Kalian semuanya, tembak," perintah wakil admiral dan mulai menembak peluru yang lumayan gede dan banyak itu.
Tetapi sebelum serangan itu sampai ke kapal Sunny Go, Boa Hancock yang sedang melintas memberhentikan dengan kekuatan buah iblis miliknya.
"Slave arrow," ujar Boa Hancock dan menghujani ratusan panah ke arah datangnya peluru.
"Ada apa nih?" tanya wakil admiral sambil melihat ke arah Kapal Bajak Laut Kuja yang menghadang atau lebih tepatnya melindungi Sunny Go.
"Harusnya kalian sadar, kalianlah yang telah menghalangi jalanku," ujar Boa Hancock dingin.
"Kuja?" tanya Nami sedangkan Usopp dan Brook mulai mengamati dengan teropong milik mereka.
"Bajak laut yang dipimpin oleh seorang shicibukai wanita yang bernama Boa Hancock dan dia terkenal dengan julukan sang ratu bajak laut," jawab Robin dengan informasi yang ia ketahui.
"Ya ampun mataku, dia sungguh berkilau," ucap Brook dan langsung ambruk di lantai sambil menutup matanya dengan tangan.
"Nani? dia benar-benar seorang bidadari," pekik Usopp.
Ada apa dengan mereka berdua? batin Nami.
"Bidadari?" tanya Sanji yang kembali pulih.
"Dimana?" tanya Sanji sambil menghampiri mereka berdua dengan cepat dan setelah menemukan sosok Hancock tiba-tiba dirinya berubah menjadi batu.
“Yang benar saja!” pekik Usopp melihat Sanji.
"Oh Hancock dan yang lain," ucap Luffy dengan enteng mendekat.
"Kamu kenal?" tanya Nami terkejut.
"Iya mereka semua teman-temanku," jawab Luffy sambil tersenyum.
"Lagi pula selama 2 tahun aku bersama mereka," lanjut Luffy sedikit tersenyum malu-malu.
"Kenapa hidup mu enak sekali Luffy?" tanya Sanji sambil mencengkam baju merah Luffy
2 tahun? Batin Nami kembali melihat ke arah Kapal Kuja dan mengambil teropong untuk melihat seberapa kecantikan dari wanita yang menjuluki diri sendiri sebagai ratu bajak laut.
“Awas saja sampai Luffy tergoda dengan wanita itu,” gumam Nami sambil menurunkan teropong.
"Oi Hancock pergilah, jangan ganggu kami." ujar wakil admiral itu.
"Nee.. aku sama sekali tidak mengganggu kalian kok, kalian saja yang menghalangi jalanku." elak Hancock dengan santai.
"Kaaaa-uuu." geram wakil admiral itu terpesona melihat kecantikan dan keangkuhan Hancock.
"Apa tidak boleh?" tanya Hancock dan membuat para marine menjadi terpana.
Sekarang saatnya Luffy batin Hancock sambil wink salah satu matanya melihat kearah kapal Sunny Go.
Dia terlalu cantik, awas saja kalau sampai kapten bodoh itu sampai terlena akan ku hajar dia batin Nami dengan mengepalkan tangan melihat Hancock yang genit, Nami cukup pintar mengetahui kepada siapa Hancock memberikan itu.
"Sepertinya akan ada badai di sini," ujar Zoro di samping Robin.
Robin sedikit kebingungan tetapi ketika melihat Nami dia mengerti maksud perkataan dari Zoro.
"Mungkin benar fufufu," ucap Robin terkekeh pelan.