
Robin tersenyum melihat aksi konyol dari Franky yang terus memperlihatkan pose anehnya, untuk menghiburnya selama menunggu anggota yang lain.
"Robin!" Suara panggilan dari seorang wanita itu terdengar hingga ke telinga Robin.
Robin yang merasa terpanggil menoleh ke belakang dan menemukan sosok navigator kapal yang sedang melambaikan tangan. "Nami,"
Robin melihat Nami dari bawah ke atas seraya berkata. "Kau sudah banyak berubah ya,"
Nami bersama dengan Chopper dan Usopp menuju ke kapal. Nami menaruh belanjanya, dia sedikit terkejut karena melihat kapal yang sudah di lapisi oleh pelindung yang diberitahukan oleh Rayleigh 2 tahun yang lalu.
"Apakah ini pelindung yang di buat oleh Rayleigh?" tanya Nami ketika kaki telah menginjak tubuh Sunny.
"Mungkin iya, entah kenapa aku sudah tidak sabar untuk memulai petualangan ini," jawab Robin tidak sabar untuk kembali berpetualang.
Usopp dan Chopper pun kagum kepada tubuh Franky yang sudah hampir seluruhnya di modifikasi menjadi robot.
"Nee... mereka itu kenapa sih?" tanya Nami ke arah Usopp, dan Chopper. Yang terlihat seperti anak kecil yang melihat sebuah mainan yang di inginkan dan sedikit bermain.
"Oi kalian berdua, coba. Tolong pencet hidungku selama 3 detik," ujar Franky dengan suara robot dan membuat Usopp dan Chopper terkejut.
Usopp pun memencet hidung besi milik Franky selama 3 detik dihitung oleh Chopper, dan seketika muncullah rambut di kepala Franky yang tadi botak.
"Kyaaa, hebat," pekik Chopper kegirangan yang ingin menyentuh hidung Franky tapi di tahan oleh Usopp.
"Tenanglah Chopper, kau bisa mimisan," ujar Usopp menahan tubuh Chopper.
Chopper dibaringkan, tentu sangat jauh dari Franky agar dirinya tidak mimisan atau mati konyol karena rasa kagumnya.
Selama suasana yang telah dirindukan itu kembali. Sosok yang ada di ransel milik Robin keluar dan menuju ke sebuah ruangan dengan gerakan tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lamban.
Blam
"Loh, kenapa ada suara sebuah pintu ditutup?" tanya Usopp yang langsung melihat keatas.
Tapi tidak menemukan apa-apa. Ia merinding dan kembali menahan tubuh Chopper yang masih ingin ke Franky.
Nami pun meriksa keadaan cuaca "Nee.. aku sama sekali tidak merasakan angin yang kencang loh,”
"Kyaaa, apa jangan-jangan ada setan dikapal ini?" tanya Chopper bangkit dengan panik dan diikuti oleh Nami dan Usopp.
"Hahaha kalian aneh sekali, mungkin kalian salah dengar," elak Franky dengan santai.
"Apa yang dikatakan oleh Franky, ada benarnya juga," sahut Robin sambil tersenyum manis. "Lagi pula, mana ada hantu di siang hari,"
"Dasar Usopp, kau membuatku panik," ketus Nami dan Chopper pun ikut-ikutan.
"Kyaa, a-a-ada yang lewat," pekik Usopp.
"Kau ini jangan bikin masalah lagi," bentak Nami sambil memberikan pukulan dan membuat Usopp menjadi diam.
"Nee... Nami, apa kau sudah mempelajari tentang pelindung ini?" tanya Robin mengalihkan topik pembicaraan.
"Hihi, tenang Robin. Aku telah diberikan buku petunjuk dari Rayleigh," jawab Nami sambil memberikan sebuah gulungan kertas berisi info tentang pelapis pelindung.
"Nee... tapi apa mereka akan selamat sampai di sini?" tanya Franky.
"Kau benar, di sini terlalu banyak marine berkeliaran. Kita harus segera pergi ke pulau manusia ikan," lanjut Usopp melihat kearah sekitar kapal Marine mendekat ke arah Kapal Sunny.
"Tenang semuanya, biar aku saja yang menjemput mereka," ujar Chopper dan mulai memanggil temannya untuk membantu membawa Luffy dan kawan-kawannya segera ke kapal.
"Kami mengandalkan mu Chopper," teriak Nami dan membuat Chopper menjadi salah tingkah atas perkataan Nami.
"Berhati-hatilah Chopper," teriak Usopp memperingatkan chopper agar tidak menari dengan aneh di atas tubuh burung itu.
"Nee... sekarang kita tinggal menunggu Brook," ujar Robin melihat ke arah belakang sambil tersenyum.
"Tapi aku tidak yakin dia akan meninggalkan konsernya," elak Franky tetapi itu pun segera di susul dengan suara tawa milik sang tengkorak Brook.
"Yohoho," tawa Brook turun dari kendaraan ikan terbang menuju ke kapalnya.
"King Soul Brook telah tiba," lanjut Brook sambil memainkan gitar hijaunya dan turun ke Kapal Sunny.
"Hahaha, kupikir kau tidak akan meninggalkan konsermu," ujar Franky sambil tertawa dan meminum cola.
"Yohoho, sudah lama sekali kita tidak bertemu," ucap Brook kepada Franky dan juga kepada Usopp yang sedang tersenyum.
"Kalian juga sudah banyak berubah ya, Nami-san, Robin-san," lanjut Brook sambil berjalan menuju sebuah bangku dari tong air dan duduk sambil memainkan gitar miliknya.
"Ano nee... Nami-san," ucap Brook dan membuat Nami bingung.
"Bolehkah aku melihat cela-" ucapan Brook terpotong karena Nami telah menendangnya terlebih dahulu.
"Tidak akan pernah," ketus Nami sambil menendang Brook.
"Kau ini memang sama sekali tidak berubah," lanjut Nami geram.
"Yohoho, kamu masih seperti biasa ya, Nami-san," ucap Brook yang tadi mendapatkan tendangan dari Nami. Dirinya sedang tidur di atas rerumputan di atas kapal Sunny Go sedangkan Robin hanya bisa tersenyum manis melihat kelucuan dan kekonyolan dari teman-temannya.