Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Bayi Robin?


"Nee... bayi siapa itu?" tanya Nami sambil menunjuk ke arah bayi yang tidak memakai busana apa pun yang sedang asik memakan kue tar cokelat bikinan Sanji beberapa menit lalu.


"Zayn," panggil Robin dan membuat seluruh awak kapal menjadi diam dan melihat ke arah Robin bahkan bayi itu sambil menoleh ke arah Robin dengan muka yang sudah penuh dengan krim coklat kue tar sedangkan di tangan bayi bernama Zayn masih ada kue.


Robin menghampiri bayi dan duduk dilantai sambil mengangkat tubuh bayi itu. "Kenapa kau ada disini?"


Bayi yang bernama Zayn itu hanya membalas pertanyaan Robin dengan tertawa senang karena kakinya melayang di udara.


"Ayo ikut dengan mama, kamu perlu di bersihkan." ucap Robin sambil mengendong Zayn dan melangkah menuju ke arah kamar mandi.


Mama? tanya seluruh awak kapal Sunny Go di dalam hati


Sudah kuduga, batin seseorang.


...📚👒🍙...


"Nee... siapa bayi itu?" tanya Nami di hadapan teman-temannya untuk mendiskusikan tentang hal yang baru berlangsung beberapa menit yang lalu. Mereka berdiskusi di tempat makan.


Mereka semuanya menggeleng kecuali Zoro yang sedang memikirkan sesuatu sambil memejamkan matanya dengan tangan yang di posisikan di belakang kepala untuk menjadi bantalan.


"Sanji kun, kau melihat bayi itu di mana?" tanya Nami kepada Sanji yang ada di samping Usopp.


"Tadi aku meletakkan kue tar itu sambil meneriaki makan malam telah siap. Terus waktu aku mau menaruh makanan yang lain, bayi itu tiba-tiba ada sambil memakan kue tar dengan lahap. Tadi ku pikir sih Luffy." jawab Sanji dan membuat Luffy menjadi kesal.


"Kenapa namaku di bawa-bawa?" tanya Luffy dengan kesal.


"Karena hanya kau yang akan melakukan hal seperti itu Luffy." jawab Usopp dan membuat Luffy cemberut.


"Tapi siapa nama anak itu?" tanya Franky.


"Yohoho, kalau tidak salah namanya Zayn." jawan Brook sambil meminum teh dengan anggun.


"Dari mana kau tahu namanya Zayn?" tanya Chopper bingung.


"Tentu saja dari Robin-chan, tapi yang aneh. Kenapa Robin tadi bilang 'Ayo ikut dengan mama' ?" tanya Sanji dan di angguk dengan yang lain.


"Apa jangan-jangan Robin dilecehkan 2 tahun yang lalu dan mempunyai anak?" tanya Usopp dan membuat Zoro melihat Usopp dengan tatapan membunuh.


"Wanita itu tidak akan melakukan hal seperti itu," jawab Zoro dengan dingin.


"Tapi itu tidak menutupi kemungkinan, lagi pula Robin pernah jadi budak, kan," sahut Franky.


"Apa jangan-jangan Robin-san, jadi budak ***?" tanya Brook dan langsung di hujan bogeman mentah dari seluruh awak kapal dan tentu yang paling bersemangat adalah Zoro.


"Hal itu tidak akan mungkin terjadi." bentak Zoro dan yang lainnya.


"Sumimasen, tapi aku hanya bertanya saja." ujar Brook membela diri.


"Bertanya boleh, tetapi gak usah seperti itu juga." ketus Zoro sambil menegak air minum yang berada di sampingnya dengan sekali tegukan.


"Tapi kenapa sampai sekarang Robin belum juga kembali?" tanya Luffy.


"Mungkin sebentar lagi dia sampai, lagi pula dia kan harus mencari baju buat bayi laki-laki bernama Zayn." jawab Nami dan Luffy hanya ber'oh'ria.


Sedangkan di kamar milik Nami dan Robin. Robin sedang sibuk mencari baju yang pas buat bayinya yang hanya menggunakan handuk sambil merangkak turun dari ranjang tapi selalu di pindahkan oleh bantuan tangan-tangan miliknya dari buah iblis hana-hana no mi.


"Nah ini dia." ucap Robin sambil memakaikan bayi itu dengan baju yang dia dapatkan dari tumpukkan baju miliknya dan Nami.


Flashback on.


"Nami, kenapa kamu menangis?" tanya Robin dan segera Nami menghapus air matanya


"Tidak kok Robin, mataku hanya kelilipan saja," elak Nami dan tersenyum manis


"Apa kamu menangis karena melihat kondisi Luffy?" tanya Robin dan menuju ke arah Nami yang tengah berada di balkon istana dan di bawah ada teman-temannya yang sedang bercanda tawa.


"Kau tahu Robin, aku selalu takut," ujar Nami pelan dan melihat ke bawah, lebih tepatnya ke arah kekasihnya.


"Kau takut jika Luffy akan... " Nami menganguk kepala.


Robin menghela nafas pelan dan ia melihat ke arah sosok lelaki berambut hijau yang sedang marah kepada koki berambut kuning.


Aku juga takut seandainya jika Dia selalu seperti itu, batin Robin dan melihat ke arah luka-luka lelaki berambut hijau.


"Hah, seandainya aku kuat," pasrah Nami.


"Kamu kuat kok Nami, jangan pesimis," ujar Robin sambil menepuk bahu Nami pelan


"Tapi aku masih belum terlalu kuat dari wanita ular itu," elak Nami dan ia mengembungkan pipinya dan menopang pipi dengan tangannya.


"Wanita ular?" tanya Robin.


"Maksud kamu Boa Hancock?" Nami mengangguk dan Robin tertawa.


"Kenapa kamu tertawa Robin?" tanya Nami dengan heran dan Robin menggelengkan kepala.


"Dari pada kita di sini galau terus, bagaimana kalau kita Shopping?" tawar Robin.


"Aku sedang tidak minat untuk Shopping." elak Nami tetapi langsung di tarik dengan Robin.


...☕👒🍙...


"Kita akan membeli apa ya?" tanya Nami di dalam sebuah toko.


"Loh Robin, kenapa kamu membeli baju bayi laki-laki?" tanya Nami melihat Robin yang tengah memilih baju bayi untuk bayi laki-laki.


Aduh gawat, bilang apa ya? Batin Robin mulai cemas tapi ekspresinya masih stay cool.


"Bajunya lucu, jadi aku mau beli deh," jawab Robin.


"Tapi Robin, walaupun kamu membeli baju bayi. Memangnya kamu punya bayi?" tanya Nami


"Emm.. Tapi aku ingin baju ini. Untuk anakku nanti," ucap Robin sambil tersenyum kikuk.


"Ya sudah deh ambil saja, mungkin jika kamu akan mempunyai anak suatu saat nanti bisa di manfaatkan," ujar Nami dan memilih baju di rak lain.


Fiuh, selamat. Batin Robin dan mengambil hampir 20 potong baju bayi laki-laki, Robin mengambil 5 warna yaitu, Merah, Oranye, Hijau, Biru, dan Ungu.


Flashback off.


"Nah, sekarang kau sudah ganteng Zayn," ujar Robin sambil melihat ke arah bayi berambut hijau dengan muka 11/12 mirip dengan ayahnya.


"Ayo kita ketemu papa, tante dan om kamu," ucap Robin sambil mengendong Zayn dan membawanya ke dapur.