Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Pengakuan Zoro


Robin membuka pintu ruang dapur yang terhubung dengan ruang makan.


Teman-teman langsung melihat ke arah Robin dengan beberapa tatapan yang berbeda-beda. Tetapi lebih dominan adalah meminta kejelasan.


"Minna." sapa Robin "Gomen nee, membuat kalian menunggu lama."


"Robin kau harus menjelaskan sesuatu sama kami." sahut Nami tegas dan dianggukkan oleh yang lain kecuali Zoro.


Sebelum Robin menjawab pertanyaan dari Nami, Zoro langsung memotong . "Biar aku saja yang menjelaskan."


“Kenapa harus Marimo yang menjelaskan Robin-chan?” tanya Sanji bingung.


“Aku yang menjelaskan, atau tidak sama sekali!” Semuanya pun diam.


Robin pun hanya tersenyum tipis sambil menghampiri Zoro sedangkan teman-temannya di buat kebingungan. Zoro, Robin, dan juga Zayn, duduk di hadapan teman-teman nya. Mereka bertiga seperti di sidang oleh teman-temannya.


"Jadi bisakah kau ucapkan segera Zoro?" tanya Usopp setelah beberapa menit tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun.


Zoro menghembuskannya dengan pasrah sambil menyilangkan tangan di dadanya. "Jangan ada yang kaget, dan berkomentar." Mereka semua mengangguk meyakinkan Zoro, walau yah Robin tahu mereka pasti bakal terkejut.


"Aku dengan Robin sudah menikah." ucap Zoro dengan santai dan membuat seluruh teman-teman nya membuka mulut dengan lebar dan terjatuh seketika.


"HAH? MENIKAH?!" pekik mereka semua yang masih tidak percaya dengan perkataan Zoro sedangkan Robin hanya bisa memakluminya dengan menunjukkan senyuman tipis.


Zayn malah asik mengganggu ibunya, dia ingin turun tetapi selalu di tahan oleh Robin. Hingga akhirnya Zayn tertidur juga.


"Itu tidak mungkin!" bentak Franky dengan muka penuh kemarahan dan kekecewaan melihat kearah Robin meminta kejelasan.


"Apa yang tidak mungkin? Aku cowok, Robin cewek. Kami diikatkan dengan satu ikrar, dan itu sah di mata agama dan juga di mata masyarakat." sahut Zoro sedangkan Robin mencoba menenangkan Zayn yang mulai merengek karena tidurnya terganggu.


"Zoro pelankan suaramu, Zayn sampai terbangun loh." ucap Robin sedangkan Zoro hanya bisa membuang nafas sambil mengelus kepala anak pertamanya yang berjenis kelamin lelaki.


"Aku tidak percaya, mana buktinya." ketus Sanji dan Zoro mengangkat jari manis dan Robin melakukan hal yang sama dan tentu membuat teman-teman tak habis pikir. Kenapa mereka sama sekali tidak menyadarinya selama ini?.


"Ya ampun, kapan kalian menikah?" tanya Nami yang masih syok dengan pipi merah merona.


"Waktu kita berpesta ria sebelum sampai di Sabody." jawab Robin dan membaringkan Zayn di pahanya yang sedari tadi rewel.


Flashback on


2 tahun yang lalu...


Setelah Zoro pulih mereka berniat untuk melanjutkan perjalanan ke Sabody Park.


"Zoro, apakah kau baik-baik saja? " tanya Usopp kepada Zoro yang sedang berlatih dengan menggunakan barbel berukuran sedang.


"Ya begitulah Usopp, semakin hari aku semakin lebih baik." jawab Zoro yang sedang berlatih menggunakan barbel di dekat sangkar penjaga miliknya sambil menghadap ke arah hamparan laut yang luas.


Aku harus menjadi kuat, untuk mencapai cita-citaku. Tekad Zoro di dalam hati.


"Minna, aku melihat pulau." ujar Robin memberitahu dari atas sangkar Zoro, dan segera ia turun melalui kekuatan buah iblisnya.


"Benarkah? kalau begitu aku akan mengabari yang lain. " ujar Usopp masuk menuju dapur dan meninggalkan Zoro dan Robin berdua.


"Harusnya kau itu beristirahat terlebih dahulu," Zoro melihat ke arah Robin yang tengah melihat ke arah laut dengan tatapan kosong.


"Tidak usah memikirkan ku, " ujar Zoro.


"Ya kau benar, ngapain juga aku memikirkan orang yang ingin mati. " ucap Robin dan melangkah ke dalam dengan tatapan yang tidak ingin melihat ke arah Zoro.


Kenapa dengan wanita itu? Batin Zoro.