Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Permintaan Luffy


"Nee .. Robin, siapa nama anakmu ini?" tanya Luffy ketika mereka semuanya sedang menikmati makanan penutup yaitu sebuah kue Red Velvet yang sangat enak dan mengunyah selera.


"Namanya Roronoa Zayn Luffy." jawab Robin sedangkan Zayn terus mengganggu ibunya makan.


"Dari tadi dia terus mengganggumu ya, Robin-san." komentar Brook melihat tingkah laku Zayn.


“Aku Wak gwanggu!” ucap Zayn cemberut dan Robin mengelus rambutnya. (Aku gak ganggu).


"Sama seperti ayahnya yang sangat Mengganggu banyak orang." sindir Sanji yang tengah mencuci piring. Sanji melihat Zoro dengan marah karena bisa mengambil hati salah satu bidadari dikapal Sunny.


Tidak apa deh masih ada Nami-san batin Sanji dengan senang.


"Apa maksudmu alis keriting?" tanya Zoro yang sedang meminum air tanpa mau memakan sedikit pun Red Velvet yang sekarang sudah masuk ke dalam perut milik Luffy.


"Zoro jangan seperti itu." bentak Robin, Zayn melihat ke arah ayahnya dengan bingung. "Nanti Zayn, ikut-ikutan loh."


"Oh gak papa, jauh lebih bagus." ujar Zoro sambil mengendong Zayn untuk berada di pangkuannya.


“Nanti bantu papa aja hajar dia ya?” Zayn mengangguk dengan senang.


"Kurang ajar kau Marimo," bentak Sanji.


"Apa maumu, hah?! Dasar mesum," balas Zoro sedangkan Zayn hanya bingung sambil melihat ayahnya dan pamannya.


“Marimo,” ucap Zayn ke arah Sanji.


“Mesum,” ucap Zayn ke arah papanya.


“Kau terbalik Zayn,” ucap Usopp dan di anggukkan oleh yang lain bahkan juga Robin.


"Dasar buta arah."


"Penyuka wanita."


"Bodoh,"


"Marimo!"


Pletak


"Diam kalian berdua." bentak Nami sambil memukul kepala Sanji.


“Nami padahal tadi seru loh,” ucap Luffy sambil memakan daging.


"Nee... Nami-san, kenapa hanya aku yang dipukul?" tanya Sanji tidak terima hanya dirinya di pukul oleh Nami, walaupun dia akan menerima segala pukulan Nami.


"Tentu saja, aku tidak mungkin memukul Zoro jika ada anak kecil di situ." jawab Nami dengan santai dan mampu membuat perang di antara mereka berdua.


"Hahaha, 1-0. Alis keriting." ejek Zoro sambil menepuk punggung anaknya dengan pelan.


"Liat saja kau Marimo." geram Sanji dan Zayn sangat senang.


Sejak kapan Luffy menjadi bijak begini? Tanya mereka semua dalam hati dan tentu saja kecuali Zayn yang memang masih sangat polos.


"Apa benar kalian bisa punya anak karena ciuman?" tanya Luffy dengan polos tapi mampu membuat seluruh teman-temannya menjadi geram.


"Pertanyaan apa itu Luffy? Sama sekali tidak penting." komentar Sanji dengan penuh kemarahan.


"Nee.. tentu saja penting, bukannya nanti di pelaminan mereka berciuman. Terus ceweknya hamil deh, begitu, kan?" tanya Luffy dan membuat mereka semua menepuk jidat atas kepolosan kaptennya ini.


"Siapa pun yang menjadi pendampingmu, pasti akan menyesal Luffy." ujar Usopp dengan kesal.


"Kau tadi bilang apa Usopp?" tanya Nami dan Usopp pun langsung meneguk ludah kasar.


“Aku tidak bilang apa-apa Nami-sama,” ucap Usopp dengan keringat.


"Kau ini benar-benar polos Luffy." sahut Nami.


Tapi aku suka. Lanjut Nami di dalam hati.


"Yohoho, sepertinya kau memang harus di beri ilmu ya." timpal Brook dengan malu-malu.


"Nee.. memang apa salahku? Aku benar kan?" tanya Luffy karena sedari tadi teman-teman terus mengejeknya.


"Kau sama sekali tidak salah kok, Luffy." jawab Robin sambil tersenyum memaklumi kepolosan kaptennya.


"Nee.. Zoro." panggil Luffy meminta bantuan Zoro untuk membelanya.


"Apa?" tanya Zoro menjawab panggilan Luffy.


"Nee... bisakah kau memperlihatkan padaku, bagaimana kau bisa membuat Zayn?" tanya Luffy polos dan membuat seluruh teman-teman terkejut kecuali Zoro yang sedang tersenyum nakal.


"Ok, aku dan Robin akan mempraktikkannya." jawab Zoro dan membuat Robin melotot ke arah Zoro.


"Kenapa? Aku hanya ingin membantunya." ujar Zoro karena mendapat pelototi dari Robin sambil menunjuk ke arah Luffy melalui dagunya, "Ya kan Luffy?"


Luffy mengangguk "Kumohon Robin, please."


"Yohoho, aku juga ingin melihatnya." sahut Brook dengan senyum hidung kempas kempis.


"Aku juga." lanjut Franky dengan senyuman penuh arti.


"Aku juga mau Robin-chan, tapi lakukannya denganku saja, jangan dengan Marimo ini." timpal Sanji.


"Oi oi kalian ini benar-benar tidak waras." komentar Usopp, "Tapi boleh lah."


"Ayo Robin, aku juga mau menjadikan ini ilmu tentang seputar kehamilan." ucap Chopper karena dia memang belum mempelajari tentang alat reproduksi


Permintaan dari teman-teman nya ini membuat Robin malu dan segera meninggalkan dapur dengan Zoro dan Zayn yang menyusul dari belakang.


"Kaliann.." geram Nami dan seketika membuat mereka semua yang masih di dalam dapur ketakutan "Sepertinya harus di beri hukuman." Nami pun tersenyum licik.