Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Roronoa Zayn


Huh seharian ini dia mencuek diriku. Batin Zoro dan meminum beernya.


Seluruh anggota Straw Hat Pirates pun berhenti sebentar di pulau yang tidak sengaja mereka temui.


Mereka berniat untuk membeli beberapa kebutuhan, tetapi karena ada sebuah festival yang menarik perhatian mereka akhirnya mereka berniat untuk di pulau itu selama beberapa hari ke depan.


Zoro dan Robin mendapatkan tugas untuk membeli bahan-bahan  makanan, tetapi mereka berdua singgah terlebih dahulu di sebuah bar.


"Tolong tambah lagi," ujar Zoro dan segera gelasnya pun di isi oleh beer kembali.


"Tuan sepertinya orang luar ya, kebetulan sekali tepat tanggal 6 Februari ini ada festival tahunan negeri kami,"


"Bisakah kau ulang?" tanya Zoro.


"Ulang bagian mana, tuan?"


"Sekarang tanggal berapa?" tanya Zoro dengan cepat.


"5 Februari tuan, "


"Oh My, besok dirinya ulang tahun. Hadiah apa yang harus aku hadiahkan?" gumam Zoro.


"Maaf tuan bolehkah saya mengusulkan sesuatu untuk hadiah kepada pacar anda? "


Bagaimana dia tahu kalo aku punya pacar. Batin Zoro tetapi Zoro menanggapi pertanyaan itu dengan menganggukkan kepala.


"Jika kalian sudah lama berpacaran, kenapa tidak melangsungkan sebuah pernikahan?" usul banter tersebut.


Flashback off.


"Jadi waktu itu. Pantas saja kau meminjam banyak uang padaku," ujar Nami sambil menunjuk kearah Zoro.


“Kupikir untuk membeli bir atau hal yang tidak berguna lainnya. Malah melangsungkan pernikahan!”


"Apa-apaan kau?! Aku saja tidak jadi meminjam," bentak Zoro membela diri.


"Dasar kau jangan membolak balikkan fakta. Roronoa Zoro." ujar Nami dengan tatapan mengerikan dan membuat Zoro terdiam.


"Kau mempunyai hutang denganku dan kau harus membayarnya."


"Baiklah. Berapa hutangku?" tanya Zoro dengan pasrah.


Percuma saja aku melawan nenek sihir ini, toh ujung-ujungnya aku juga yang punya hutang. Benar-benar licik. batin Zoro.


"Hohoho, tidak banyak kok hanya 200 juta beri saja." ucap Nami dan membuat seluruh teman-temannya tercengang


"Apa-apaan kau?! Kenapa aku punya hutang sebanyak itu?" tanya Zoro dengan marah dan panik sedangkan Robin hanya bisa terdiam tanpa mampu berkata-kata.


"Tentu saja bungamu itu 10% per-detik, di tambah lagi. Ini sudah 2 tahun loh." jawab Nami dengan senyuman penuh kelicikan.


"Nami kejam," komentar Luffy.


"Licik." lanjut Chopper.


"Tidak manusiawi," lanjut Usopp.


"Nee.. sampai mana kita tadi?" tanya Nami sambil tersenyum sedangkan para trio kocak SHP terkulai lemas di lantai dengan beberapa benjolan di kepala mereka bertiga.


"Nami-swan mengerikan, tapi aku tetap sayang." ujar Sanji sambil menari-nari dengan gaya topan tornado miliknya yang aneh.


"Nami, kumohon.." ucap Robin dengan memelas.


"Tapi karena aku ini cantik dan baik hati." ujar Nami dan membuat seluruh kru menjadi jijik kecuali Robin, Sanji dan Zayn.


"Nami- swan adalah wanita yang paling cantik." pekik Sanji.


"Cantik tapi iblis." gumam Luffy tetapi di dengar oleh Nami.


"Apa kau bilang?" tanya Nami dengan tatapan mengerikan dan membuat Luffy menjadi ketakutan.


"Hah? Em.. Sanji aku lapar." ucap Luffy keluar dari dapur menghindari amukan Nami.


"Tenang saja Robin, aku sudah menganggap itu semuanya lunas." jawab Nami yang membuat Robin dan Zoro bernapas lega.


"Kau memang wanita yang baik Nami." ucap Robin tetapi mampu membuat seluruh kru kapal menahan rasa muntahnya.


"Arigato nee." sahut Nami sambil tersenyum dengan cukup manis.


“Tapi tetap tidak adil!” ujar Luffy.


“Aku ini marah pada kalian loh!” ucap Luffy dan melah membuat gelak tawa.


“Maaf Luffy, aku tahu kamu pasti marah,” ucap Robin.


Luffy menganggukkan kepala, “Diriku sangat marah!”


“Apakah kau akan menendang kami dari kapal?” tanya Zoro dan suasana disana berubah drastis.


“Aku tidak akan melakukan hal kejam seperti pacarku!” Luffy segera mendapat pukulan dari Nami di kepalanya. Semuanya sedikit tertawa.


“Jadi aku ini kejam ya?” Luffy menggelengkan kepala.


“Aku punya ide yang lebih baik daripada itu,” ucap Luffy dan semua menunggu perkataan selanjutnya. Robin memegang tangan Zoro khawatirkan dikeluarkan dari bajak laut SHP.


Bayangan perkataan Sabo dan Koala kembali menghantuinya.


“MARI KITA BIKIN PESTA MERIAH!” teriak Luffy senang dan membuat Zoro dan Robin lega.


“KAU MEMBUAT KITA JANTUNGAN!” Teriak Nami mengepak kepala pacarnya ini.


“SANJI, DAGING. MANA DAGINGNYA? KITA AKAN BERPESTA MALAM INI!”


“Baik kapten.” Suasana kapal kembali tenang. Robin pun bisa bernapas lega.


“Aku bilang juga apa, kamu tidak akan dikeluarkan.” Robin mengangguk dan bersandar di bahu Zoro.


“Mereka sangat mesra ya, Yohoho.”


Ini foto Roronoa Zayn.