
...Story by : Dara Nabilah...
...Pairing : Zoro x Robin...
...Disclaimer : Oda sensei...
...Oh ya ada pemberitahuan ini cerita yang berbeda dari Black Wedding, ya...
...Dan di sini ada buah iblisnya...
...📚👒🍙...
Bintang – bintang kecil bercahaya di langit yang hitam. Selain bintang, terdapat abu asap berwarna biru menghiasi langit. Air laut tenang, sehingga menampilkan pantulan bulan sabit yang bercahaya.
"Nee... sudah hampir 2 tahun ya, setelah kejadian waktu itu." ucap seorang wanita berumur kepala 3 dengan rambut hitam panjangnya yang ia biarkan tergerai terkena angin laut.
Ia duduk dihadapan jendela, melihat malam yang indah. Ia tersenyum kecut dan kembali memakan potongan buah melon.
"Apakah aku akan kembali?" tanya wanita itu sambil melihat ke arah langit malam dan di hiasi oleh bintang-bintang.
"Tentu saja, lagi pula mereka kan tempat ku untuk pulang, " jawab wanita itu.
"Tapi... bagaimana jika mereka sama seperti yang lain?"
"Tidak mungkin, mereka tidak seperti itu!" elak gadis itu dengan cepat sambil menggelengkan kepala.
"Lagi pula, apakah aku harus merahasiakan hal ini dari yang lain?"
"Tetapi sampai kapan? Lagi pula, suatu saat pasti terbongkar,"
"Walaupun, aku tutup dengan rapat sekali pun, bau bangkai pasti akan tercium,"
"Mama berharap mereka siap menerimamu, terlebih lagi dengan lelaki itu,"
Wanita itu melihat keranjang dan mendapatkan bayi kecil berambut hijau.
"Sudah malam, lebih baik aku tidur," gumam wanita itu dan masuk ke dalam rumahnya dan segera ia menutup jendela dan pintu.
...----------------...
2 tahun kemudian...
"Tentu saja Koala, ini sudah saatnya. Aku kembali kepada mereka," jawab Robin tersenyum sambil membereskan barang-barang yang akan dibawanya ke kapal, kapal berada di Sabody.
Tempat Robin berkumpul kembali dengan teman-temannya yang telah ia anggap sebagai keluarganya sendiri.
"Nee... aku pasti akan merindukanmu kakak." ucap Koala sambil memayunkan bibirnya sedikit ke depan, dia kesal tapi dia juga tidak mungkin bisa menahan Robin untuk pergi.
Tuk
Sebuah buku yang cukup tebal, dipukul tepat di atas kepala Koala sehingga membuat gadis itu kesal.
"Sabo-kun, BERANINYA KAU!" ketus Koala dengan kesal sambil mengusap kepalanya yang dipukul buku tadi.
"Tidak usah lebay begitu, lagi pula kita nanti akan bertemu lagi dengan Robin-san," ujar lelaki berambut pirang dengan luka bakar yang ada di mata bagian kirinya. Ia menaruh buku dimeja yang dekat dengannya.
"Huh, kau itu sama sekali tidak tahu ikatanku dengan Robin-san." ucap Koala sambil memalingkan wajahnya ke arah berlawanan dengan wajah kembali cemberut.
"Sabo-kun, ada urusan apa kamu kesini?" tanya Robin yang sedang menyisir rambut hitamnya yang kian panjang selama 2 tahun di depan sebuah cermin dan sedikit merapikan pakaiannya.
"Aku di tugaskan untuk mengantarkan Robin-san ke Sabody Park, dan ini perintah langsung dari Dragon-san," jawab Sabo yang ingin membawa ransel ungu milik Robin tetapi di tahan oleh Robin dengan kekuatan hana hana no minya
"Biar aku saja yang ke sana sendiri, aku sudah banyak merepotkan kalian selama 2 tahun terakhir ini," ucap Robin sambil memakai glasses berwarna oranye dan membawa ransel ungu tersebut.
"EH?! Tidak bisa begitu Robin-san. Bagaimana kalo nanti ada sesuatu kejadian yang tidak diinginkan menimpamu?!" elak Koala mendukung pekerjaan Sabo.
"Apa yang diucapkan Koala ada benarnya Robin-san, lagi pula kami sama sekali tidak merasa keberatan," lanjut Sabo meyakinkan Robin.
"Tidak usah, aku akan tetap pergi ke Sabody sendiri," kekeh Robin dan di balas melalui embusan nafas pasrah dari Sabo dan Koala.
"Baiklah, tetapi lebih baik kau makan terlebih dahulu," ucap Koala sambil mengambil ransel Robin dan menaruhnya di atas kasur.
"Benar Robin-san, kita sudah hampir telat sarapan," sahut Sabo.
"Kalian duluan aja," elak Robin.
Koala dan Sabo saling pandang, seakan ada rencana yang sedang direncanakan. Mereka berdua segera memegang tangan Robin, dan menariknya keluar.
"Tidak! Kau ikut dengan kami," ucap mereka berdua serentak sambil menyeret Robin menuju ruang makan.
Dikamar Robin embusan angin cukup kuat, seekor makhluk masuk kedalam ransel yang tidak tertutup sempurna itu. Dia pun tidak keluar lagi.