Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Liburan


"Nee... aku pakai yang mana ya?" tanya Nami kepada dirinya sendiri di depan kaca sambil mencocokkan baju renang yang berwarna biru dan oranye yang bergaris merah.


"Mungkin yang ini saja." jawab Nami sambil memilih baju renang yang berwarna oranye yang bergaris merah.


Blam.


Nami menutup pintu setelah mengganti bajunya. "Franky tolong siapkan kolam, aku mau berenang."


"Yuhuu berenang." jerit Luffy sambil turun dari atas dan membuat Nami menjadi kesal.


"Kau jangan ikut." bentak Nami sambil memegang mulut Luffy untuk membuatnya diam.


"Ok, aku akan menyiapkannya." sahut Franky sambil menuju ke ruangan kerjanya.


...📚👒🍙...


"Bagaimana dengan kabar Zayn?" tanya Zoro di depan pintu kamar Robin dan juga Nami,"Dia rewel?"


Robin sedang menyusui Zayn, Zoro sedang duduk disamping dan melihat istrinya menyusui Zayn.


"Ya, tadi dia sedikit rewel. Tapi sekarang dia sudah tidur." jawab Robin sambil mencium puncak kepala anaknya yang memang mewarisi seluruh ketampanan ayahnya.


"Baguslah," ujar Zoro mendekati mereka "Memang sangat mewarisiku ya?"


"Fufufu, tukang tidur."


"Tapi kau suka kan?" Robin menganggukkan kepala dan membelai rambut Zayn yang telah tertidur.


"Aku takut jika nanti para angkatan laut menyadari kehadiran Zayn." lirih Robin sambil mengelus rambut Zayn yang berwarna hijau.


Zoro mengerti perkataan dari Robin, anak dari pemburu dan juga anak iblis. Tentu saja Zayn akan di buru besar besaran, terlebih lagi Zayn juga mewarisi marga Roronoa dan Nico.


Zoro memegang tangan Robin dan mencium punggung tangan tersebut "Tenanglah, aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk melindungi kalian berdua." ujar Zoro agar Robin menjadi sedikit tenang.


"Berjanjilah Zoro, kau tidak akan meninggalkan kami." ucap Robin dengan nada sedih.


Zoro menempelkan dahinya dengan Robin "Aku akan berusaha." Zoro mencium puncak kepala Robin sedangkan Robin terus menikmati sentuhan dari Zoro.


"Aku keluar dulu, aku tidak mau di anggap melakukan hal yang tidak-tidak denganmu." ujar Zoro sambil mendekati pintu, "Walaupun sebenarnya aku ingin."


"Zoro ingat, Zayn masih kecil. Tunggu dia besar terlebih dahulu, baru kita tambah." Zoro hanya menganggukkan kepala dan pergi.


Robin mencium dahi Zayn "Mama ke kebun bentar sayang, kasihan bunganya belum di kasih makanan."


📚👒🍙


Nami pun melakukan pemanasan sebelum berenang di atas balon sedangkan Brook sudah ada di dalam air tentu saja menggunakan pelampung.


Nami berenang dan tentu saja membuat Brook menjadi senang melihat tubuh Nami yang sexy di tambahkan air membuat para cowok menjadi mimisan seketika.


"Luffy jangan banyak gerak, nanti kamu jatuh!" omel Nami melihat sikap Luffy.


"Kenapa kalian berisik sekali sih?!" teriak Sanji tetapi ketika kemolekan tubuh Nami ia mimisan.


"Kau benar-benar kebiasaan," komentar Usopp sedangkan Zoro tertidur dan meninggalkan Zayn di sangkar burung sendirian karena Robin sedang ingin ke kebun.


Tetapi tidak berapa lama, muncullah sosok kuda putih raksasa dan membuat Nami ketakutan.


"Kyaaaaa, ada moster laut." teriak Brook.


"Kyaaa." pekik Nami sambil memeluk Brook dan tentu saja membuat Brook mendapatkan kesempatan bisa menikmati buah dada milik Nami.


"Kenapa kau diam saja? Cepat lakukan sesuatu." bentak Nami karena Brook terus menyelam bukannya membawa ke permukaan.


"Luffy lakukan sesuatu."


"Serahkan padaku." ujar Luffy dan memukul kuda itu.


"Bodoh." bentak Usopp dan Sanji, seketika Luffy sadar apa yang telah dia lakukan.


Sunny Go pun melaju dengan kencang mencari kuda putih raksasa.


"Dasar.., kau mengganggu tidur siangku saja." bentak Zoro sambil mencari kuda itu melalui teropong.


"Yuhuuu, pesta pesta." pekik Luffy.


"Yokatta." ujar Nami bersyukur.


Setelah menemukan kuda itu, para cowok menunggu kecuali Usopp yang berada di kebun bunga bersama Robin yang sedang membasmi serangga.


"Nami." panggil Chopper.


"Ada apa Chopper?" tanya Nami dengan handuk berwarna pink yang ada di atas kepalanya untuk mengeringkan rambut sedangkan tangannya sedang memegang payung untuk dirinya berjemur.


"Kau mau susu?" tawar Chopper.


"Maaf Chopper, tapi aku lebih suka jus jeruk dari pada susu." elak Nami sambil berbaring untuk berjemur.


Sedangkan Sanji yang ada di dapur mendengar permintaan Nami pun langsung membuatkannya. Tenang saja dia sudah membuat makanan buat teman-temannya.


"Aku akan membuat minuman terbaik untuk Nami-swan ku tercinta," ucap Sanji dengan penuh semangat.


"Hmmm, bau ini? Robin-chan. Ada keperluan apa?" tanya Sanji.


"Aku ingin mengambil barangku yang dibuat Usopp," Jawab Robin sambil tersenyum.


...☕👒🍙...


"Bagaimana kalau kita bermain saja?" tanya Franky.


"Permainan apa? " tanya Luffy.


"Kita akan membayangkan sebuah makanan, bahwa kita sedang memakan itu. " ucap Franky dan membuat Zoro, Brook, Luffy dan Chopper menjadi bingung.


"Sepertinya tidak menarik, " komentar Zoro.


Akhirnya Franky menunjukkan permainan itu, malah itu membuat mereka menjadi orang yang penuh dengan halusinasi.


"Wah kenapa susunya menjadi tidak enak?!" teriak Chopper dan jatuh dilantai.


"Chopper! Kau baik-baik saja?" Luffy mencari asal terjadi ini dan menemukan Usopp yang sedang membersihkan hama.


"Usopp! Berhenti! Kau membuat Chopper keracunan!" teriak Luffy.


"Ini untuk pengusir hama, jika kau merasa tidak enak maka kau juga adalah HAMA!"


Nami yang sedang membaca buku sedikit terganggu dengan suara teman-temannya yang sedang bermain.


"Nee, bisakah mereka sedikit tenang?" tanya Nami karena sedari tadi dirinya merasa terganggu.


"Oi kalian diamlah." teriak Sanji yang sedang menuju ke arah Nami sambil membawa jus jeruk.


"Nami-san ini untukmu." ucap Sanji sambil memberikan jus jeruk itu ke Nami.


"Arigato Sanji-kun." sahut Nami sambil meminum jus jeruk "Aku menunggu hidangan penutupnya loh." Nami memberikan wink kepada Sanji.


"Tentu saja Nami-san, akan aku laksana kan." ucap Sanji memberikan hormat kepada Nami.


"SANJII." teriak Luffy, "Aku juga mau."


"Aku juga."


"Sakeku hampir habis."


"Oi oi, aku tidak akan melakukan hal itu. Lagi pula, aku ini adalah pelayan wanita mengerti." bentak Sanji tetapi melihat ke arah atas yang mendung.


Luffy memakan dagingnya tetapi memiliki rasa yang aneh. "Oi Usopp, lagi-lagi kau!"


"Bukan aku, dari tadi aku telah berhenti. " elak Usopp.


"Sepertinya, aku merasa ada yang aneh." ujar Robin.


"Apa ini?" tanya Franky kepada butiran hitam yang turun dari langit yang berasal dari awan mendung tersebut.


"Yuki kah? " tanya Chopper dan merentangkan tangannya ke atas dan melihat butiran hitam itu (salju).


"Tidak, ini sama sekali tidak dingin." elak Zoro.


"Nee ...ada apa?" tanya Nami dan menghampiri.


Nami mendongak kepalanya ke atas ketika melihat butiran hitam itu. "Ini.... debu vulkanik."


"Debu vulkanik?" tanya seluruh teman-temannya mendengar perkataan Nami.